Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 57


__ADS_3

Perlahan Piran membuka matanya lalu mengucek mata yang masih berat itu dengan kedua tangannya. Piran meraih jam yang ada diatas nakas dan masih menampakkan pukul setengah 6 pagi. Piran ingin bangun tapi pelukan dari suaminya yang erat juga kaki Rega yang bertumpu diatas kaki Piran membuatnya sulit untuk bangun.


Piran membalikkan badannya menghadap Rega. Dipandanginya wajah Rega yang terlihat damai dan menyejukkan. Pandangan Piran pun turun kebibir Rega yang sedikit berwarna pink karena Rega tak pernah merokok. Piran pun tersenyum sendiri saat mengingat bahwa bibir itulah yang menjamah seluruh tubuhnya tadi malam bahkan sampai pada bagian intinya tanpa rasa jijik.


Piran menggoyangkan lengan Rega yang masih tertidur pulas itu.


" Sayang bangun, ini udah pagi!" kata Piran lembut.


Piran membangunkan lagi suaminya karna masih tak mendapat respon. Ketiga kali dibangunkan baru Rega menggeliat, berpura-pura masih tidur lalu membenamkam wajahnya didada Piran yang terasa kenyal itu.


Piran pun hanya diam karena gerakan Rega makin membuatnya tak bisa bangun.


Tiba-tiba Piran terkejut saat Rega kembali menggeliat dan memposisikan tubuhnya diatas tubuh Piran.


" Sayang kamu udah bangun kan? Nggak usah pura-pura deh!" tanya Piran curiga tapi yang ditanya hanya diam saja dan masih pura-pura tidur.


Detik berikutnya, Piran merasakan ada sesuatu yang aneh pada miliknya. Piran merasa ada suatu benda yang sedang berusaha memasuki miliknya.


Piran yang sadar pun langsung mencubit pinggang Rega," sayang kamu nakal ya! Pura-pura masih tidur lagi!"


" Auww sayang sakit cubitan kamu!" Rega yang kesakitan pun mendongakkan kepalanya dan kemudian tertawa saat melihat raut wajah istri cantiknya yang terlihat kesal.


" Udah dong yang cemberutnya, kasihan yang dibawah nih. Udah mau masuk tapi malah nanggungg," kata Rega dengan ekspresi menggoda.


Piran yang merasa jengah dengan godaan suaminya pun hanya memalingkan wajahnya kesamping dengan muka yang sudah semerah tomat.

__ADS_1


Rega yang sudah berada diatas Piran pun tak bisa menahan gairahnya lagi. Rega langsung mendorong miliknya yang sudah setengah masuk.


Piran yang kaget pun reflek memeluk tubuh kekar Rega yang sudah mulai beraksi. Piran pun hanya meringis menahan miliknya yang masih sakit disela-sela rasa nikmatnya.


" Ehmmm sayang jangan terlalu cepat masih sakit ini."


" Arrgghh...maaf sayang, aku terlalu bersemangat karna punya sayang yang enak."


Piran pun memukul pelan dada suaminya yang berucap mesum.


Rega terus menggempur istrinya hingga keduanya sama-sama mencapai klimaks. Rega terus mengeluarkan benihnya dirahim Piran.


Selesai mengulang kegiatan panas dipagi hari, Rega dan Piran segera membersihkan diri berdua. Mereka akan langsung bersiap-siap check out setelah sarapan.


Pasangan suami istri itu segera melaju meninggalkan hotel menuju rumah mereka. Sampai dirumah, Rega segera turun dari mobil lalu mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk istrinya.


" Makasih ya sayang, aku bahagia banget tinggal disini sama kamu."


" Iya, apalagi aku yang. Ya udah aku ambil koper dulu ya trus kita masuk."


Rega merapikan baju-baju dan barang pribadi milik Piran kedalam lemari sedangkan Piran menata stok bahan makanan kedalam kulkas. Setelah beres, Piran pun membuatkan puding rasa leci untuk Rega.


Rega yang sudah selesai pun langsung berganti baju santai lalu menyusul istrinya kebawah. Didapur, Rega melihat istrinya yang terlihat sibuk memasak sesuatu.


" Bikin apa sih yang? Harumnya enak banget," kata Rega sambil memeluk Piran dari belakang.

__ADS_1


" Ih kamu ngagetin aja yank! Ini aku buat puding, kamu duduk yang ntar lagi aku sajikan."


Rega pun melepaskan pelukannya lalu duduk dikursi makan menuruti istrinya. Tak lama, Piran pun menyajikan puding yang dicetak dengan bentuk hati.


" Ayo yang dimakan, ini bentuk cinta dari aku loh!"


Rega tersenyum lalu menarik tangan Piran dan mendudukkan Piran diatas pahanya.


" Kita makan berdua yah!" kata Rega yang diangguki Piran.


Selesai makan, Piran pun menuangkan air putih untuk Rega tapi ditolak.


Piran pun mengernyitkan dahinya,


" kamu mau minum teh aja yang?"


"Nggak, aku mau minum susu aja."


"Ya udah aku buatin dulu yah!" kata Piran lalu berdiri tapi ditahan Rega.


Piran yang bingung pun memandang wajah Rega dengan penuh tanda tanya. Rega yang melihat kebingungan istrinya pun hanya tersenyum tipis.


" Maksudnya aku mau minum susu ini yang!" kata Rega sambil membuka kancing baju Piran lalu mulai menyingkap penutup dada Piran.


Rega segera melahapnya seperti seorang bayi.

__ADS_1


Piran pun hanya tertawa geli dengan tingkah mesum suaminya yang terlihat polos saat awal mereka saling mengenal.


bersambung....


__ADS_2