Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 19


__ADS_3

Pukul 6 pagi Rega sudah tampak membersihkan rumahnya.


Rega mengelapi beberapa perabotan diruang tamu untuk menghilangkan debu yang menempel.


Setelah selesai Rega beralih menyapu lantai lalu mengepelnya.


Rega tersenyum puas melihat rumahnya yang sudah bersih.


Walaupun seorang lelaki, tapi Rega sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian rumah.


Dia sama sekali tidak menyukai sesuatu yang berantakan.


Rega beralih kedapur untuk membuat sarapan.


Rega menyiapkan bahan-bahan seperti bumbu dapur dan sayuran.


Dia memulai memotong sayur kol,wortel,kentang, dan sosis untuk memasak sayur sop.


Rega mulai memanaskan air untuk membuat kuah sedangkan kompor satunya ia gunakan untuk menggoreng tahu dan telur dadar.


Sekitar setengah jam Rega menyelesaikan acara masaknya kini Rega mulai menata sayur, lauk pauk serta sambal diatas meja makan.


Rega berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Kini Rega sudah terlihat segar dan tampan, tak lupa dia menyemprotkan parfum agar badannya harum.


Rega mematut penampilannya didepan cermin sambil menata rambutnya.


Rega mengambil hpnya lalu mulai mencari nama "Bidadariku" untuk melakukan panggilan.


Rega menempelkan hpnya ditelinga dan tak lama panggilannya terjawab.


"Hallo sayang slamat pagi!"


"Pagi juga yang. Udah mandi belum?"


"Hehe...belum yang soalnya ini aku lagi olahraga dirumah."


"Wah rajin banget cintaku ini, pantesan aja badan kamu seksi dan kencang yang."


"Ya kan biar juga sehat juga yang! Oh ya napa yang telfon pagi-pagi?"

__ADS_1


"Maen kerumah aku dong yang, nanti aku kenalin sama orang tua aku secara resmi."


"Ya udah aku mau yang. Ntar kirim alamatnya ya! Aku mau mandi dulu."


"Oke deh! Hati-hati ya yang. Aku tutup telfonnya ya bye bye sayang."


Rega menutup telfonnya lalu duduk diruang tamu sambil menunggu Piran.


Tok tok tok


Rega segera membuka pintu rumahnya dengan tidak sabar.


Tampaklah Piran dengan dress warna putih tulang dan flatshoes warna krem serta bandana warna putih yang menghiasi kepalanya.


"Yang kok malah bengong aku nggak disuruh masuk nih?" kata Piran membuyarkan lamunan Rega.


"Habis kamu cantik dan imut banget sayang sampai bikin aku jadi melongoh gini," jawab Rega sambil menarik tangan Piran dan membawanya masuk.


"Duduk dulu yang, aku ambilin minum dulu yah." Rega berlalu menuju dapur.


Mata Piran berkeliling mengamati rumah Rega.


Rumah kekasihnya itu memang kecil dan sederhana, tapi sangat rapi dan bersih sehingga membuat Piran cukup nyaman.


Rega meletakkan minuman dimeja lalu duduk disebelah Piran.


"Kamu nyaman nggak yang dirumah aku? Soalnya kan ya kaya gini rumahnya."


"Rumah kamu bersih yang juga rapi. Ya jadi aku cukup nyaman." jawab Piran yang diakhiri dengan senyum.


"Sarapan yuk yang tadi aku udah masak," kata Rega semangat.


Rega membimbing Piran menuju dapur dan disana Piran melihat meja makan yang diatasnya sudah tersaji makanan.


"Nih yang aku masak sayur sop sama tahu dan telur goreng. Ini juga ada sambal tomatnya dan rasanya nggak terlalu pedas."


"Wah-wah kamu beneran hebat sayang! Udah tinggi,putih,ganteng,pinter bisa masak lagi. Kamu bener bener calon suami idaman yang," kata Piran sambil meremas lengan Rega.


Rega hanya tersenyum melihat ekspresi Piran lalu mengelus puncak kepalanya.


" Tapi aku pengennya jadi calon suami kamu yang." Rega mengecup kedua punggung tangan Piran.

__ADS_1


"Ya udah sekarang kamu makan dulu kan tadi abis olahraga juga." Rega mengambilkan makanan untuk Piran.


Rega mulai menyuapi Piran dan begitu juga dengan Piran yang berganti menyuapi Rega hingga makanan yang ada dipiring tandas.


"Oh ya sayang ortu kamu mana kok sepi?"


"Mereka lagi kondangan yang nanti pulangnya sekitar jam 12 , jadi kita bisa santai dulu."


"Oww...eh yang lihat kamar kamu dong penasaran nih."


"Penasaran apa yang orang kamar aku biasa aja."


"Ehmm pokoknya mau lihat!" rengek Piran.


Piran memasuki kamar Rega yang tertata rapi. Dimeja belajarnya tampak ada figura yang berisi foto mereka berdua saat kencan kemaren.


Dinding kamarnya juga bersih sama sekali tidak ada tempelan poster atau baju yang menggantung benar-benar rapi.


"Kamarku nggak menarik yang." Rega memeluk Piran dari belakang dan menaruh dagunya dibahu Piran.


"Tapi isinya menarik yang nggak kayak kamar cowok laen yang cenderung berantakan,banyak tempelan poster dan bau rokok," ucap Piran kagum.


Rega duduk diranjang lalu membawa Piran kepangkuannya. Rega menyandarkan kepalanya didada Piran.


"Kamu kapan berangkat keLondon yang?" tanya Rega dengan nada sedih.


"Waktuku di Jakarta hanya tinggal seminggu yang, jadi sehari setelah pesta kelulusan aku berangkat." Piran mengelus-elus kepala Rega.


"Yang aku bener-bener nggak nyangka bentar lagi kita akan terpisah jauh. Cinta kita udah diuji diawal yang."


"Apa kamu akan menyerah yang?"


Rega menarik kepalanya dan menatap lekat mata Piran.


" Aku akan terus nunggu kamu yang dan aku nggak akan nyerah. Aku sama sekali nggak menganggap ini cinta monyet. Ini cinta sungguhan karna aku beneran serius sama kamu yang dan disini aku akan berjuang sampai aku bisa jadi sukses dan layak mendampingi kamu."


Piran menangis karena terharu dengan kata kata Rega.


Rega menghapus air mata Piran lalu mengecup lama kening Piran untuk menyalurkan semua perasaan cintanya.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa guys beri like dan votenya.


__ADS_2