Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 24


__ADS_3

Vino kembali lagi kelantai 3 dimana ada Dina dan Rega yang tengah tertidur disalah satu kamar. Vino melupakan sesuatu yang harus dia kerjakan tadi.Vino membawa wine lalu menumpahkan minuman tersebut kemulut dan dada Rega. Tak lupa vino membayar pemilik club untuk menghapus beberapa rekaman cctv.


Vino melihat jam tangan yang melingkar ditangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul empat pagi. Vino mengambil hpnya lalu mendial nomor Piran.


Derrttt...


Bunyi getaran hp yang berulang-ulang membuat Piran bangun dari tidurnya. Dengan malas Piran mengangkat hpnya tanpa melihat siapa yang tengah menelfon dirinya.


"Hallo met pagi. Siapa nih?"


"Ini gue Pir, Vino."


"Oh loe Vin. Tumben pagi-pagi banget gini loe nelfon. Ada yang penting ya?"


" Iya nih Pir. Loe tahu nggak Dina dimana? Soalnya tadi nyokapnya nelfon gue, katanya Dina belum pulang. Lah kan kebetulan Dina sahabatnya cowok loe ya mungkin aja loe tahu."


" Gue tadi malam pulang duluan Vin soalnya mamah gue sakit dan gue belum komunikasi lagi sama Rega."


"Wah gimana ya Pir. Gue bener bener nggak tahu Dina dimana. Sebagai panitia acara gue harus bertanggung jawab. Duh gue harus bilang apa ni Pir ama nyokapnya Dina."


" Lah trus gue harus bantuin apa dong Vin?"


"Ehmm... gimana kalau loe temenin gue balik keclub. Kita cek disana siapa tahu petugasnya tahu."


"Ya udah deh gue bantuin kalau gitu gue siap-siap dulu."


"Oke nanti gue jemput Pir dan makasih udah mau bantuin gue."


Piran pun mengakhiri percakapannya dengan Vino ditelfon. Piran segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, Piran memakai celana jeans panjang dan sweater tebal karna udara yang masih dingin dipagi hari.

__ADS_1


Tak berapa lama, Piran melihat mobil Vino yang masuk gerbang rumahnya. Piran pun segera turun kebawah untuk menemui Vino. Piran memasuki mobil Vino dan langsung melaju ketempat tujuan.


****


Perlahan Dina membuka matanya. Dia merasakan nyilu diseluruh badannya. Dina membelalakkan matanya begitu menyadari ada tangan dan kaki yang bertumpu diatas tubuhnya. Dina menolehkan kepalanya kesamping dan begitu terkejutnya Dina saat mendapati Regalah yang tidur disebelahnya. Dina yang juga merasakan hawa dingin pun lansung membuka selimutnya dan dia terkejut untuk kedua kalinya karna mendapati tubuhnya dalam keadaan polos.


"Re bangun loe Re! Apa yang udah loe lakuin kegue Re?" Dina menangis sambil menguncang badan Rega dengan keras.


Rega yang merasa ada yang mengguncang dirinya pun membuka matanya dengan kaget. Rega begitu terkejut saat melihat Dina berada satu tempat tidur dengannya. Dilihatnya Dina yang menangis dan dalam keadaan telanjang. Rega segera bangun dari tidurnya dan dirinya benar-benar bingung.


"Loe kenapa bisa tidur disini Din?" tanya Rega resah.


"Loe jahat banget sih Re! Setelah loe ngambil kesucian gue dan sekarang dengan tanpa berdosa loe tanya gue kenapa gue tidur disini!" ujar Dina emosi sambil memukuli dada Rega.


"Tapi gue nggak nglakuin sesuatu ke loe Din! Gue aja bingung kenapa gue bisa ada disini!"


"Gue takut Re dan kalau sampai gue hamil apa loe juga nggak akan nolak kehadirannya dan loe tetap nggak akan mengakuinya Re?" Dina berbicara dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.


Saat kedua insan itu sedang sibuk dengan pemikiran masing masing tiba-tiba


Brakk...


Rega begitu terkejut saat ada yang membuka pintu kamar tersebut dan ternyata itu adalah Piran. Piran langsung membelalakkan matanya begitu melihat pemandangan yang ada didepan matanya dan itu adalah kekasihnya yang tengah bertelanjang dada dengan Dina disebelahnya dalam keadaan yang sama.


"Sayang..."suara Piran bergetar saat memanggil Rega.


Rega yang menyadari keadaannya pun langsung berpakaian didalam selimut. Rega beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Piran. Piran pun memundurkan tubuhnya saat Rega mendekatinya.


"Re apa yang kamu lakuin sama Dina? Kenapa kamu tega Re?" Piran berteriak dengan lantang.

__ADS_1


"Sayang ini nggak seperti yang kamu lihat. Aku bener-bener nggak melakukan apapun ke Dina. Aku juga bingung begitu aku bangun aku udah ada disini," jelas Rega dengan raut wajah khawatir.


Piran pun tak mendengarkan Rega. Pandangan Piran beralih ke Dina yang masih tertunduk.


"Din apa yang udah Rega lakuin ke elo?"


"Rega udah memperkosa gue dalam keadaan gue yang setengah sadar,"ucap Dina bergetar.


"Din gue sama sekali nggak nglakuin itu ke elo Din!" Rega mencoba membela diri.


Piran pun menghampiri Dina dan mengintip tubuh Dina yang penuh tanda kemerahan didada hingga perut. Piran pun mendekati Rega lalu menampar pipi Rega.


"Yang kenapa kamu nampar aku? Aku nggak salah yang, kenapa kamu nggak percaya sama aku?" Rega mengusap pipinya yang terasa perih.


"Udahlah Re, loe nggak usah ngelak lagi. Mulut sama badan loe aja bau alkohol pasti loe semalem mabuk trus loe paksa Dina buat nglayanin loe,"ujar Vino yang ikut memperkeruh suasana.


Rega mendekati Piran yang masih diam dan menundukkan wajahnya. Rega mengangkat dagu Piran lalu menyeka air mata Piran dengan sebelah tangannya.


" Kamu percaya sama aku kan yang?"


"Aku pengen percaya sama kamu Re, tapi aku juga harus realistis dan kenyataan yang aku lihat memang menunjukkan kalau aku nggak mau percaya lagi sama kamu jadi mulai sekarang kita putus dan anggap kita nggak pernah kenal!"


Piran langsung keluar dari kamar itu dengan perasaan hancur. Lelaki yang begitu disayanginya itu ternyata telah menghancurkan hatinya hanya dalam beberapa menit.


bersambung...


Hay readers jangan lupa beri like, komen dan vote kalian untuk author.


Semangat!!!

__ADS_1


__ADS_2