Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 51


__ADS_3

Piran duduk disebelah ranjang Arfa sambil menyuapkan sup ayam kemulut Arfa. Rega tampak bahagia melihat keakraban Piran dan Arfa.


" Wuih Arfa pinter deh supnya dihabisin," puji Piran sambil tersenyum manis.


" Iya dong Tante, habis supnya enak sih," kata Arfa sambil mengacungkan jempolnya.


" Ya udah sekarang minum obat dulu biar Arfa cepet sembuh. Nanti bisa masuk sekolah lagi, bisa jalan -jalan lagi!"


Arfa pun menganggukkan kepalanya lalu segera meminum obat yang diberikan Piran.


Setelah puas menjenguk Arfa, Piran pun berpamitan karna sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB.


" Arfa sayang, Tante pamit dulu ya. Arfa harus rajin minum obat da istirahat supaya cepet sembuh. Ya udah sekarang Arfa tidur ya!"


" Iya Tante! Tante juga ya hati-hati dijalan," kata Arfa sambil menyalami Piran.


" Ayah nganterin dulu tante cantik pulang," pamit Rega yang diangguki Arfa.


Piran pun pulang setelah berpamitan dengan orang tua Rega. Piran membonceng Rega menuju apartemennya.


Piran mengeratkan pelukan pada pinggang Rega karena Rega menambah kecepatan motornya.


" Pelan-pelang dong Re!" terial Piran sambil memukul punggung Rega.


" Hehe...maaf sayang, biar cepet sampai," kata Rega senang karna mendapat pelukan dari Piran.


Setengah jam kemudian, Rega sudah sampai diapartemen Piran. Didalam lift, Rega melirik wajah Piran yang terlihat kelelahan.


Rega mendekati Piran lalu menarik pinggang Piran hingga jatuh kedada bidangnya.


" Kamu kelihatan capek banget sayang?" tanya Rega sambil mendekap Piran.


" Aku nggak apa-apa Re, habis ini langsung istirahat nanti juga seger sendiri."


" Kamu jangan terlalu capek yank, jaga kesehatan kamu. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa," kata Rega sambil menatap Piran yang dibalas Piran dengan senyuman.

__ADS_1


Setelah pintu lift terbuka, Piran segera membuka pintu apartemen yang diikuti Rega.


" Aku mandi dulu ya Re," pamit Piran lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Rega menunggu Piran sambil duduk disofa dengan menyenderkan kepalanya.


Piran yang sudah selesai pun segera keluar dengan menggunakan dress tidur gambar hello kitty.


Piran duduk disebelah Rega sambil menyajikan teh panas yang baru saja ia buat.


" Kamu lagi mikirin apa Re?"


Rega yang mendengar suara Piran pun langsung kaget lalu membetulkan posisi duduknya.


" Ada apa sih Re? Aku perhatiin pasti lagi ada sesuatu yang kamu sembunyiin."


Tanpa menjawab, Rega langsung memeluk Piran dengan erat.


" Yang biarin seperti ini, aku pengen meluk kamu yang!"


Piran melepaskan pelukan Rega lalu menatap wajah Rega lekat-lekat.


Rega membuang wajahnya kesamping lalu menyenderkan kepalanya dibahu Piran.


Rega pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Piran yang mendengar cerita Rega pun langsung menutup mulutnya karena terkejut.


Piran menggenggam erat tangan Rega karena juga ikut merasa bersalah.


" Maafin aku ya Re karena waktu itu aku udah nggak percaya sama kamu bahkan aku juga menampar kamu. Sebagai pacar, aku bukannya membantu kamu tapi aku malah ikut menyalahkan kamu," ucap Piran dengan menyesal.


Rega mencium lama kening Piran lalu membawa Piran kedalam pelukannya.


"Kamu nggak salah yang, jika aku yang ada diposisi kamu pasti aku juga akan melakukan hal yang sama. Besok adalah sidang cerai pertama aku yank,"


" Iya Re, aku doakan semoga berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan kamu."

__ADS_1


"Makasih sayang, lalu Arfa bagaimana yank? Aku nggak sanggup kalau harus dipisahkan," kata Rega dengan sedih.


Piran melepas pelukannya lalu menghadap Rega.


" Re dengerin aku, aku tahu Arfa sangat sayang sama kamu. Dia nggak akan ninggalin kamu dan kamu akan tetap jadi ayah nomor satu dihatinya. Jadi biarkan Arfa mengenal vino dan aku yakin kalau Vino sudah menyesal."


Rega menyungginggkan senyumnya lalu mencium bibir Piran dengan cepat.


Rega melepas bibirnya lalu melihat wajah Piran yang sudah memerah.


" Maaf ya sayang, tadi aku terlalu kagum sama kamu dan terima kasih karna kamu udah bikin aku tenang."


" Udahlah aku mau tidur, udah ngantuk!"


kata Piran sambil berlalu kekamar yang diikuti Rega.


Piran merebahkan dirinya diatas ranjang,rasa capek membuatnya dengan cepat memasuki alam mimpi.


Ditengah tidur nyenyaknya, Piran merasa ada menggelitik lehernya.


Piran membuka matanya secara perlahan dan dia begitu kaget saat merasa kepala Rega berada diceruk lehernya.


Rega menghembuskan nafas hangatnya sambil menggigit kecil-kecil leher Piran.


"Re..." panggil Piran sambil mencoba mendorong kepala Rega.


Rega melihat wajah Piran yang terlihat lelah.


" Sayang maaf ya, aku udah ganggu tidur kamu habis aku nggak tahan yang."


" Ihh kamu harus tahan dong yang! Kita kan belum nikah tapi kamu maen sosor-sosor terus!"


"Hehe,iya-iya maaf. Wah jadi nggak sabar nih buat jadi duda trus nikahin tante cantik," kata Rega menggoda.


" Udah ah tidur!" Sebal Piran lalu memiringkan tubuhnya membelakangi Rega.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2