
Keesokan paginya setelah bangun dari tidur, Rega segera membangunkan Piran untuk tes kehamilan karena semalam dia sudah membeli tespek di apotik.
" Sayang bangun,ini udah pagi," kata Rega sambil menggoyang lengan Piran.
Piran pun membuka matanya saat merasa ada yang mengusik tidurnya. Piran menggeliat pelan lalu menatap Rega," selamat pagi sayang."
" Slamat pagi juga istriku," jawab Rega lalu mencium bibir Piran sekilas.
Rega lalu mengeluarkan tespek dari dalam laci lalu memberikannya pada Piran.
"Sayang kamu tes dulu ya, aku temani kamu kekamar mandi."
" Hah nggak usah yang, aku kan mau pipis masak ditemenin. Takutnya kalau bau pesing yang."
" Udah nggak apa-apa. Pokoknya aku mau ikut kedalam biar kita bisa lihat langsung hasilnya sama-sama," kekeh Rega yang tetap ingin menemani Piran.
Piran pun akhirnya membiarkan Rega mengikutinya. Piran segera membuka celananya lalu duduk.
"Eh sayang kamu tampung air kecil kamu diwadah ini ya! Biar aku yang pegangin wadahnya."
Rega pun berjongkok untuk menampung air kecil Piran. Piran pun mengadahkan wajahnya keatas karna merasa malu diperlakukan seperti itu oleh Rega.
__ADS_1
" Udah yang, sekarang kamu bersihin dulu apem kesukaanku itu!" kata Rega dengan senyum menggoda.
" Ihh apaain sih kamu yang!" kata Piran dengan wajah memerah.
Piran dan Rega sama-sama melihat kearah tespek dengan deg-degan. Mereka saling melirik untuk menenangkan diri. Samar- samar dua garis pun sudah terlihat, Rega yang tahu hasilnya pun langsung memeluk Piran.
" Sayang kamu hamil, makasih ya sayang kamu udah buat aku jadi seorang ayah," kata Rega dengan senyum kebahagiaan.
" Sayang, aku juga seneng bahagia banget. Aku akan jadi ibu yang."
Rega pun melepas pelukannya lalu menatap lekat kearah Piran.
Piran mendorong pelan dada Rega karna merasa kehabisan asupan oksigen.
" Sayang kamu kalau nyium kira-kira dong! Kasih juga aku jeda buat napas," kata Piran sebal.
" Hehe, iya sayang maaf deh. Ya udah sekarang kamu mandi lalu nyiapin sarapan, aku mau bangunin Arfa dulu."
Selesai mandi, Piran segera turun untuk menyiapkan sarapan yang dibantu asisten rumah tangganya. Piran menyajikan ayam goreng, sayur bayam dan telur bacam diatas meja makan. Tak lupa juga Piran menyiapkan buah-buahan serta susu hangat.
Tak lama Rega dan Arfa pun turun bersama." Ayo sayang sarapan dulu," kata Piran sambil menarik kursi untuk Rega dan Arfa.
__ADS_1
Piran mengambil piring lalu mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Rega.
" Kalau Arfa mau lauk yang mana? Mama ambilin semua aja ya?"
" Iya Mah, tapi nasinya jangan banyak -banyak ya."
Selesai sarapan, Piran dan Rega segera membereskan piring kotor.
" Sayang, kamu juga siap-siap ya. Habis nganterin Arfa sekolah kita langsung kerumah sakit."
" Ya udah aku siap-siap dulu sama sekalian ngabarin Tasya kalau aku nggak kekantor hari ini."
Setelah semuanya siap, Rega segera melajukan mobilnya menuju sekolah Arfa. Tak lama mobil Rega pun berhenti didepan SD Kartika.
" Arfa belajar yang rajin, jangan nakal dan nurut kata guru," kata Rega sambil mengusap kepala Arfa.
" Iya Ayah, Arfa pasti inget karna hampir tiap mengantar Arfa sekolah Ayah akan bilang seperti itu!" jawab Arfa yang menbuat Piran dan Rega jadi tertawa.
Setelah Arfa turun, Rega kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
bersambung...
__ADS_1