Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 54


__ADS_3

Bulan terus berganti dan tak terasa sudah hampir setahun Rega menyandang status duda. Hubungannya dengan Piran pun berjalan dengan lancar dan semakin mesra. Rega sangat bersyukur karena kedua orang tua Piran yang mau menerima Rega.


Rega kini tengah menjalani bisnis barunya dibidang minuman dengan modal yang sudah ia kumpulkan selama bekerja. Rega juga sudah banyak membuka cabang counter minuman diberbagai pusat perbelanjaan.


Siang ini Rega tengah memeriksa laporan-laporan yang sudah masuk keemailnya.


Rega menengok kearah jam tangannya dan langsung membereskan mejanya karena dia akan segera menjemput Arfa pulang sekolah.


Rega segera keluar dari kantornya lalu menuju mobilnya. Rega melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sekolah Arfa.


Setengah jam kemudian, sampailah Rega disekolah Arfa. Arfa yang melihat ayahnya pun langsung berlari menghampiri mobil Rega.


" Arfa nggak usah lari-lari!" kata Rega yang memperingati Arfa.


Arfa pun hanya tersenyum dan langsung masuk kedalam mobil.


" Oh ya Arfa mau langsung pulang apa mau makan siang dulu ama Ayah?"


" Langsung pulang aja deh Yah soalnya tadi pagi bunda telfon katanya hari ini mau masakin ayam krispi."


"Oke deh kalau gitu. Inget ya sampai rumah bunda, Arfa nggak boleh nakal trus harus jagain bunda kan sekarang bunda lagi hamil adik Arfa."


" Oke Yah!"


Rega pun melajukan mobilnya menuju rumah Vino karena Arfa ingin menginap disana selama beberapa hari.


Usai mengantar Arfa, Rega pun langsung pulang setelah sebelumnya berbincang sebentar dengan Dina dan Vino.


Rega melajukan mobilnya menuju perusahaan Winata grup untuk menjemput Piran makan siang bersama.


Para karyawan yang sudah mengenal Rega pun langsung membiarkan Rega masuk keruang bos mereka.


Rega membuka pintu ruangan Piran yang tidak terkunci dan terlihatlah Piran yang sedang duduk santai disofa.


Piran yang mendengar suara pintu terbuka pun langsung menoleh kearah pintu.


" Sayang kamu kok lama sih, aku keburu laper!" kata Piran merajuk sambil mengerucutkan bibirnya.


Rega mendekati Piran lalu mengelus rambut Piran yang halus," Maaf deh sayang soalnya tadi pas nganter Arfa, aku ngobrol bentar dulu ama Vino."

__ADS_1


" Ya udah deh aku maafin."


" Nah gitu dong senyum, jangan cemberut lagi yah!" kata Rega lalu mencium bibir Piran sekilas.


Rega pun mengeluarkan 2 bok nasi padang dan jus alpukat yang dibelinya tadi," ayo sayang kita makan dulu trus aku mau nunjukin sesuatu kekamu."


" Sesuatu apa yang?" tanya Piran penasaran.


" Udah pokoknya makan dulu, nanti kalau aku bilang namanya bukan sesuatu dong yang," kata Rega lalu menyuapkan nasi kemulut Piran.


Setelah menghabiskan makan siang mereka, Rega pun membawa Piran kesuatu tempat.


" Sebenarnya kita mau kemana sih yang?"


Rega tak menjawab pertanyaan Piran dan malah menampilkan senyum yang menggoda.


Tak lama mobil Rega pun berhenti disebuah rumah berlantai dua dengan gaya minimalis. Halamannya terdapat dua pohon yang tidak terlalu besar namun cukup menyejukkan.


Ditambah lagi dengan aneka tanaman hias yang tertata rapi dan sangat indah dipandang mata.


Rega menuntun Piran turun dari mobil.


" Ini rumah siapa yang?"


" Ayo kita masuk," kata Rega lalu menarik tangan Piran untuk masuk kedalam.


Rega membuka pintu dan terlihatnya rumah dengan desain yang simpel dan sudah terdapat isinya.


" Aku menyiapkan rumah ini untuk tempat tinggal kita setelah kita menikah yang. Memang tidak mewah dan besar, tapi aku harap kita bisa nyaman dan bahagia tinggal disini."


" Mm..menikah!"


Rega pun berjongkok dihadapan Piran lalu mengeluarkan kotak cincin dari sakunya," Piran sayang, aku sangat mencintai kamu. Apa kamu mau menikah denganku dan menghabiskan hidupmu denganku yang?"


Piran pun menuntun Rega untuk berdiri lalu memeluknya," aku mau menikah dengan kamu yang dan aku juga sangat mencintai kamu."


Rega pun melepas pelukan Piran lalu memasangkan cincin dijari Piran.


Rega mengecup punggung tangan Piran lalu kembali memeluk Piran, " trima kasih sayang. Aku akan slalu berusaha membahagiakan kamu dan anak-anak kita nanti."

__ADS_1


Rega melepas pelukannya lalu mengajak Piran untuk berkeliling melihat rumah baru mereka.


Rega membawa Piran menuju kamar utama yang akan menjadi kamar mereka nanti.


Piran tersenyum melihat kamarnya nanti lalu diatas ranjang yang empuk.


" Sayang makasih ya, aku sangat suka rumahnya."


Rega mendekat lalu duduk disebelah Piran. Rega merapikan rambut Piran kebelakang telinganya lalu menatap Piran penuh cinta.


" Sayang boleh aku cium kamu?"


"Hemm," jawab Piran singkat.


Rega mendekatkan wajahnya lalu dengan cepat ******* bibir Piran.


Rega tersenyum bahagia saat Piran ikut membalas ciumannya.


Rega menurunkan ciumannya keleher Piran sambil terkadang menciumi telinga Piran yang sensitif.


" Arrgghh yang," desah Piran saat Rega memainkan telinganya.


Mendengar desahan Piran, Rega pun sudah tidak bisa mengkondisikan tangannya yang bergerak liar didada Piran.


Rega mendorong pelan tubuh Piran dan menindihnya. Rega berusaha melucuti kancing baju Piran tapi langsung dihentikan Piran.


" Sayang jangan yah, itu nanti aja."


Rega yang sudah naik gairahnya pun harus kecewa.


" Kalau cium bentar boleh ya yang?" kata Rega yang diangguki Piran.


Rega pun sedikit membuka atasan Piran lalu mencium dada Piran yang putih.


Rega menarik kepalanya lalu menatap Piran dengan raut kecewa," ah sayang padahal ini udah kepengen masuk," kata Rega sambil menunjuk miliknya yang sudah tegang dibalik celananya.


Piran mendorong tubuh Rega yang berada diatasanya lalu duduk,"haha siapa suruh bangun! Udah ah aku mau balik kekantor," kata Piran lalu menjulurkan lidahnya mengejek Rega.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2