Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 55


__ADS_3

Sebuah pemandangan cantik tampak menghiasi halaman rumah belakang keluarga Winata. Rangkaian bunga-bunga cantik terlihat menghiasi setiap sudut dan dekorasi pelaminan.


Tema garden party diusung Piran untuk memeriahkan acara pernikahannya. Disebelah pelaminan tampak berdiri tenda warna putih yang dijadikan tempat untuk prosesi ijab qobul.


Ditempat itu tampak sepasang pengantin yang sedang duduk dengan jantung yang berdebar-debar karena gugup. Sang penghulu pun tampak sudah siap untuk menikahkan pasangan yang kini ada dihadapannya.


Setelah semua siap, pak David pun menjabat tangan Rega lalu berkata,


" saya nikahkan dan kawinkan anak saya Piranita Ayu Winata dengan engkau Rega Putra Pratama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebanyak dua juta dua ratus dua puluh satu ribu rupiah dibayar tunai."


" Saya trima nikah dan kawinnya Piranita Ayu Winata dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," jawab Rega dengan lantang.


Para saksi pun menjawab sah dan diakhiri senyum kebahagiaan dari pengantin dan keluarganya. Selesai ijab qobul, penghulu pun memberikan khutbah dan doa pengantin.


Selesai acara, Rega dan Piran pun masuk kamar untuk beristirahat sebelum melanjutkan acara resepsi nanti malam.


Piran masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, Piran keluar dengan menggunakan handuk putih mini yang hanya menutupi dada sampai setengah pahanya.


" Sayang kamu mandi dulu sana! Nanti baju gantinya biar aku siapin," kata Piran sambil mengeringkan rambutnya.


Rega yang melihat Piran yang hanya menggunakan handuk pun langsung menelan salivanya sambil melotot.


" Sayang sana mandi kok malah ngelamun!"

__ADS_1


Rega yang sadar pun langsung menghampiri Piran lalu memeluknya dari belakang. Rega meletakkan dagunya dibahu Piran sambil menghirup aroma wangi strawberi dari tubuh Piran.


" Yang kamu kok malah godain aku sih," kata Rega sambil menciumi bahu dan leher Piran.


Piran pun hanya menggeliat geli lalu melepaskan pelukan Rega. Piran membalik badannya lalu menangkup wajah Rega dengan kedua tangannya.


" Sayang sana mandi dulu! Habis ini kita turun lagi buat nemuin keluarga."


" Ehmm kita mesra-mesraan dulu ya yang," kata Rega lalu membenamkan bibirnya dibibir merah Piran.


Rega ******* bibir Piran dengan lembut sambil memainkan lidahnya. Ciuman panjang dan panas pun akhirnya terjadi.


Rega memeluk pinggang Piran dengan lebih rapat lalu menempelkan miliknya yang sudah tegang.


" Yang, Ini udah pengen masuk udah nggak tahan nih," kata Rega dengan wajah bergairah sambil menaikkan handuk Piran.


Rega juga melepaskan boxernya hingga kedua pengantin baru itu sudah sama-sama polos.


Rega menuntun tubuh Piran keranjang lalu menindihnya.


" Sayang jangan dikasih tanda ya soalnya nanti malam masih ada resepsi," kata Piran memperingatkan.


Rega terus menciumi Piran lalu memandang wajah Piran," sayang aku bahagia karna akhirnya kita bisa saling memiliki. I love you sayang."

__ADS_1


" I love you too sayang," balas Piran sambil tersenyum manis.


" Sayang, sekarang boleh dimasukin?"


" Nanti malam aja ya yang, sekarang ditempelin aja dulu."


Rega pun menuruti Piran lalu menempelkan miliknya dengan milik istrinya secara langsung.


Rega mulai menggoyang pinggulnya sambil menahan diri agar miliknya jangan sampai masuk.


" Aarrggh yang..." erang Rega menikmati.


Namun disaat suami istri sedang ditengah kenikmatan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka.


" Piran, Rega cepetan turun! Ini udah ditunggu buat makan bersama," kata mama Rani.


" Iya Mah, ini lagi nungguin Rega mandi!"


" Oke, kalau udah cepetan turun!"


Rega pun menghentikan aksinya dengan kecewa lalu bangkit dari tubuh istrinya.


" Udah yang sana mandi! Jangan marah dong nanti malam pertamanya kan bisa kita lanjutin lagi."

__ADS_1


"Ya udah aku mandi dulu," kata Rega lalu mencium bibir Piran sekilas sebelum mandi.


bersambung....


__ADS_2