
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Rega pun memutuskan untuk mengajak Piran pulang karena harus menjemput Arfa disekolah.
Rega mendekati David yang tengah membaca koran diruang keluarga.
" Pah, Rega sama Piran pamit pulang ya soalnya ini mau jemput Arfa sekolah."
" Iya, tapi kapan- kapan kalau kesini lagi harus nginep loh! Dan kamu sayang, jaga kesehatan kamu dan juga calon cucu Papa."
" Siap Pa!" jawab Piran sambil mengangkat tangannya dengan gaya hormat.
Setelah berpamitan, Rega segera melajukan mobilnya mwnuju sekolah Arfa. Rega menyetel musik slow untuk menemani perjalanan mereka.
" Sayang ada yang kamu pengen beli nggak? Makanan atau apa gitu ?"
" Ehmm ntar aku pikir-pikir dulu," kata Piran sambil mengetuk keningnya.
"Nggak ada deh yang!"
" Masak sih yang! Biasanya orang hamil itu banyak pengennya."
" Ya sekarang belum yang tapi kalau nanti ya nggak tahu! Mungkin aku pengennya ngrepotin kamu terus,hehe..."
" Itu mah pengennya kamu bukan bayi kita yang! Tapi nggak apa-apa kok yang, aku suka direpotin kamu apalagi kalau direpotin diatas ranjang," goda Rega sambil memainkan alisnya.
Piran yang sebal dengan godaan suaminya pun langsung memukul pelan suaminya dengan tas.
__ADS_1
" Auww yang, sakit tau! Tapi kayaknya lebih sakit kalau pas perawannya jebol.'
"Ihh ngomong apa sih kamu yang! Makin nggak jelas. Dasar mesum!"
"Ihh kalau nggak mesum nggak bisa bikin enak dong yang."
Piran pun membuang muka karna sudah jengah dengan gombalan mesum suaminya. Rega pun hanya tersenyum melihat wajah jutek Piran yang dulu terasa menyebalkan baginya.
Tak terasa mobil Rega sudah sampai disekolahan Arfa. Arfa yang melihat mobil ayahnya pun langsung berjalan mendekat. Arfa masuk kedalam mobil lalu mencium tangan kedua orang tua angkatnya.
Arfa yang melihat wajah cemberut mamanya pun menjadi penasaran.
" Mamah kenapa kok cemberut gitu?"
" Tanya ayah kamu sayang, hari ini ayah Rega nyebelin banget!"
" Haha...Arfa sayang,kalau Ayah nggak nakal sama mama nggak mungkin tu sekarang ada calon adek bayi diperut mama."
" Maksut Ayah, Arfa mau dapet adek bayi dari mama? Wah berarti Arfa mau punya dua adek bayi dong! Satu dari bunda, trus satu lagi dari mama," kata Arfa dengan antusias.
" Ya dong, itu artinya Arfa jadi kakak paling beruntung. Jadi nanti Arfa harus jaga adek-adek Arfa." ucap Rega sambil mengusap rambut Arfa.
" Udah yuk jalan, Mama udah laper nih!"
"Tuh lihat Arfa, mama udah mulai laper lagi," goda Arfa lalu kembali menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Selesai menidurkan Arfa, Piran segera menyusul Rega yang sudah berada dikamar. Saat Piran membuka pintu, nampak Rega yang sedak sibuk dengan laptop yang berada dipangkuannya.
Piran pun menyambar handuk lalu berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit berada di kamar mandi,Piran pun keluar lalu melihat Rega yang masih sibuk dengan laptopnya.
" Masih belum selesai yang?" tanya Piran sambil mengeringkan rambut panjangnya.
" Udah hampir beres kok yang. Tinggal ngecek satu lagi."
Piran pun membiarkan Rega menyelesaikan pekerjaannya lalu duduk didepan meja rias untuk memoles beberapa skin care kewajahnya.
Rega yang sudah selesai dengan pekerjaannya pun langsung menyimpan laptopnya diatas nakas. Rega mendekati Piran lalu memeluknya dari belakang.
" Udah malam yang, tidur yuk!"
" Hemm, tapi tidur beneran yah?"
" Ya tidur beneranlah yang, masak pura-pura! Paling-paling aku ngigau ngajak kamu push up."
Piran pun merebahkan tubuhnya diranjang tanpa menghiraukan ucapan absurd suaminya.
"Slamat tidur sayang,"ucap Rega lalu mencium kening istrinya.
" Slamat tidur juga sayang."
Rega pun memeluk tubuh Piran dari belakang.Tak butuh waktu lama bagi sepasang suami istri itu yang sudah siap mengarungi pulau kapuk.
__ADS_1
bersambung....