
Pagi harinya Rega sudah berada di pengadilan agama. Rega sengaja datang sendiri dan tak ditemani orang tuanya karena menemani Arfa dirumah.
Setengah jam kemudian sidang pun dimulai. Rega dan Dina sudah duduk dikursi masing-masing.
Hakim pun mulai membaca tuntutan cerai yang dilakukan Rega serta mendengar pendapat kedua belah pihak yang sudah sama-sama sepakat untuk bercerai.
Sidang pun ditutup dan akan dilanjutkan kembali minggu depan untuk mendengar putusan.
Dina pun keluar dari ruang sidang ditemani Vino. Vino melihat raut sendu pada wajah Dina.
" Kamu kenapa Din kok sedih gitu? Apa kamu belum yakin buat berpisah dari Rega?" tebak Vino.
" Bukan Vin, aku udah ikhlas kok pisah sama Rega dan aku ingin memulai hidup baruku sama kamu."
" Iya, aku juga ingin memulai hidup baru sama kamu Din dan aku akan slalu berusaha buat membahagiakan kamu. Kamu jangan sedih gitu dong!"
" Aku cuma kangen sama Arfa, aku pengen ketemu Arfa," ucap Dina lalu menangis.
Vino pun memeluk Dina untuk menenangkannya. Vino sendiri pun sebenarnya juga rindu dengan putranya itu karna hingga detik ini Vino sama sekali belum bisa berdua dengan putranya itu.
Tak sengaja mata Vino melihat Rega yang tengah berada diparkiran. Vino pun melepaskan pelukannya untuk menemui Rega.
"Din, kamu tunggu sini ya! Aku ada urusan sebentar."
__ADS_1
Dina pun menganggukkan kepalanya lalu duduk dikursi sambil menunggu Vino.
Vino menghampiri Rega yang sudah duduk diatas motornya.
" Re tunggu dulu, gue mau ngomong!"
Rega pun menoleh kearah Vino lalu kembali melepas helmnya.
" Mau ngomong apa Vin?"
Vino pun mengajak Rega duduk bersama.
" Re, gue tahu kesalahan gue ama loe besar banget Re dan gue mohon maaf banget sama loe."
" Iya Re, gue paham kok dan gue juga mohon ijin buat ketemu Arfa. Gue juga kasihan sama Dina, dia kangen banget sama Arfa."
" Iya, gue juga minta maaf karna sempet nglarang loe dan Dina buat ketemu Arfa padahal loe lebih berhak dari gue dan gue akui kalau gue berlebihan. Gue juga harus mikirin perasaan Arfa. Kapan aja loe boleh dateng buat ketemu Arfa."
" Makasih ya Re, gue justru makasih banget sama loe karna slama ini loe udah jagain Dina dan Arfa. Loe tenang aja Re, gue nggak akan ngrebut Arfa dari loe. Gue udah boleh bebas ketemu Arfa aja gue udah seneng."
"Ya udah gue jalan dulu ya soalnya gue harus balik kekantor."
Mereka berdua pun berpelukan sebelum berpisah. Vino pun merasa tenang karna sudah mendapat maaf dari Rega dan bisa mendapat ijin bertemu Arfa.
__ADS_1
Malam harinya, Rega bertandang kerumah Piran sendirian karna Arfa dijemput Dina untuk menginap diapartemen Vino.
Rega duduk diruang tamu sambil menunggu Piran yang tengah bersiap-siap.
Tak lama Piran sudah turun dengan menggunakan dres denim selutut.
Piran duduk disebelah Rega sambil menyajikan jeruk hangat.
" Ini Re minumnya."
" Makasih ya yang, aku kangen banget loh sama yang bawain minuman," kata Rega sambil menarik Piran kepangkuannya.
" Ah Rega apa-apaan sih! Malu nanti kalau ada yang lihat," kata Piran sambil mengerucutka bibirnya.
" Halah kamu yang pakai acara malu-malu segala, padahal kamu seneng kan?" goda Rega sambil menoel hidung Piran.
" Ihh kalau kamu gitu terus, aku nggak jadi pergi nih!" rajuk Piran.
" Iya sayang, jangan ngambek dong. Ya udah aku minum dulu ya trus kita pergi jalan-jalan."
Setelah menghabiskan minumannya, Rega pun mengajak Piran untuk makan malam diluar.
bersambung...
__ADS_1