Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 62


__ADS_3

Tak terasa kini kehamilan Piran sudah memasuki usia 9 bulan. Selama hamil pun Piran tak pernah mengidam hal-hal yang aneh. Piran sangat menikmati peran pertamanya sebagai bumil. Begitu juga dengan Rega yang selalu siap memenuhi setiap keinginan istrinya yang tak terlalu merepotkan. Dia juga selalu menemani Piran setiap kali priksa kandungan.


Seperti hari ini, Rega baru saja mengantar Piran untuk cek kandungan.


" Sayang,nggak kerasa ya bentar lagi kamu mau melahirkan. Aku jadi nggak sabar deh yang nunggu bayi kita lahir,"ucap Rega sambil menyetir.


" Iya sayang, kira-kira mukanya mirip aku apa kamu ya yang?"


" Ya yang jelas nggak mirip orang lain yang karna kita yang bikin dengan penuh cinta."


" Ihh kamu yang sukanya bercanda terus deh!"


"Iya-iya! Oh yang hari ini kan valentine, nanti malam aku kasih kado kejutan buat kamu ya."


Piran pun hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


Setelah sampai dirumah, Rega segera membimbing Piran turun dari mobil. Rega membawa Piran ke kamar lalu pergi ke dapur untuk membuat susu dan juga mengupas buah-buahan untuk camilan Piran.


"Sayang,ini minum susu sama ngemil buah dulu," kata Rega lalu menaruh nampan diatas meja.


" Iya sayang, makasih ya."


Rega mengambilkan susu untuk Piran lalu menyuapi buah-buahan kemulut Piran.


" Oh ya sayang, habis ini aku balik ke kantor dulu ya karna ada rapat. Nanti kalau kamu butuh sesuatu tinggal minta tolong sama bibi," kata Rega yang sekarang mulai membantu Piran di perusahaan selama hamil.


"Iya sayang, nanti kalau ada apa-apa aku langsung telfon kamu."


Rega pun mengecup kening Piran lalu berpamitan. Sampai di kantor, Rega segera memulai rapat kecil yang hanya melibatkan para manager untuk mengetahui hasil kerja tiap departemen.

__ADS_1


Sekitar jam 8 malam Rega baru pulang karena dia juga harus menghandel pekerjaannya sendiri dan juga mampir ke rumah orang tuanya.


Rega masuk kedalam rumah setelah dibukakan pintu oleh bi Tari.


" Piran mana Bik?" tanya Rega sambil melepas sepatu dan kaos kakinya.


" Nona Piran lagi tiduran di kamar Tuan."


" Ya udah Bibi siapin aja makan malam, bentar lagi saya turun."


"Iya Tuan akan segera saya siapkan," jawab bi Tari lalu berbalik menuju dapur.


Rega menaiki tangga menuju kamarnya sambil melepas dasi dan jasnya. Sebenarnya Rega sangat tidak nyaman dengan pakaian itu. Tapi mau bagaimana lagi, memang itu pakaian kerja yang harus digunakan selama membantu Piran di perusahaan.


Rega membuka pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat Piran tengah tiduran sambil mengelus-elus perutnya.


" Sayang kamu udah pulang, pasti capek banget ya kamu harus ngurus dua kerjaan bersamaan."


" Adek dan mama baik-baik aja Ayah," jawab Piran dengan menirukan suara anak kecil.


Rega pun mengelus perut besar Piran hingga merasakan gerakan-gerakan bayinya yang seperti menendangi perut Piran.


" Sayang, bayi kita aktif banget! Perut kamu nggak sakit kan yang?"


" Nggak lah mas! Malahan aku seneng banget kalau gerakan dia aktif."


"Iya juga ya yang. Ya udah aku mandi dulu ya trus nanti kita turun makan malem."


Rega pun mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi. Sementara Piran menyiapkan piyama untuk baju ganti Rega.

__ADS_1


Piran dab Rega menyantap makan malam dengan lahap karena masakan bi Tari memang enak.


" Oh ya yang, katanya kamu mau ngasih aku kado valentine?"


" Iya aku nggak lupa kok! Nanti aku kasih pas kita mau tidur."


Rega mengajak Piran kembali ke kamar untuk beristirahat. Rega mendudukkan Piran dipinggir ranjang," kamu tunggu sini dulu ya. Aku mau nyiapin kado buat kamu?"


" Apa sih yang kadonya?" tanya Piran penasaran.


Rega tak menjawab pertanyaan Piran dan malah masuk kekamar mandi. Rega segera mempersiapkan kadonya sambil senyum-senyum sendiri karena dia merasa konyol dengan ide kado yang akan diberikan pada istrinya.


Setelah berjuang cukup lama akhirnya Rega keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Piran tampak heran dengan kelakuan Rega.


" Kado apa sih yang kok nyiapinnya di kamar mandi?"


" Udah pokoknya sekarang kamu tutup mata kamu."


Piran hanya menuruti kemauan Rega dengan menutup matanya.


Perlahan Rega membuka lilitan handuknya lalu menyuruh Piran untuk membuka matanya dan...


Tarraaa....


Piran begitu terkejut sampai melotot dengan hadiah valentine dari suaminya.


bersambung...


Hallo readers semua.

__ADS_1


Masih setiakan dengan tetap membaca novel ini.


Jangan lupa ya untuk selalu memberikan like dan komentar kalian untuk mendukung author.


__ADS_2