
Brak!
Rega membuka pintu kamar Dina dengan kasar sampai membuat Dina yang sedang ganti baju menjadi kaget.
" Ya ampun Mas, kamu bikin aku kaget aja! Trus kalau kamu disini lalu Arfa sama siapa Mas?"
" Arfa sama ibuku!" jawab Rega ketus.
" Kamu kenapa Mas? Apa terjadi sesuatu?" tanya Dina cemas.
Rega tak menjawab pertanyaan Dina tapi malah berjalan mendekati Dina lalu mencekal tangan Dina.
" Arrgghh...sakit Mas, kamu kenapa sih Mas sebenarnya?" tanya Dina yang seperti melihat kilat kemarahan dimata Rega.
" Kenapa Din? Kenapa loe selama ini bohongin gue?"
" Bo...hong apa Mas? Kenapa cara bicara kamu jadi seperti ini?"
" Siapa ayah kandung Arfa sebenarnya Din? Jawab gue dan jangan coba-coba buat bohong lagi sama gue?"
Suara teriakan Rega membuat Dina menjadi ketakutan. Bukan hanya takut pada kemarahan Rega tapi juga takut untuk membuka semua kebenaran.
" Jawab gue Din! Jangan diem aja. Gue masih memandang loe sebagai ibunya Arfa jadi gue mohon jangan uji kesabaran gue!"
Dina terduduk lemas diatas ranjang sambil menangis sesenggukan.
Dina menghirup napas panjang untuk mulai bercerita.
__ADS_1
" Kamu tahu kan Mas kalau aku sangat mencintai kamu. Aku dan Vino bekerja sama untuk memisahkan kamu dan Piran. Malam itu aku memasukkan obat perangsang keminuman kamu dan Piran tapi naas karna malah aku sendiri yang meminumnya hingga aku bereaksi dan Vino membawa aku kekamar. Kami melakukannya tapi entah kenapa aku punya pikiran untuk menyebut nama Kamu saat kami berhubungan. Aku tertidur Mas dan saat aku bangun aku begitu kaget saat melihat kamu yang tidur denganku. Ternyata itu semua ulah Vino yang sudah membuat kamu tidak sadar dan membawa kamu untuk seranjang denganku. Akupun merasa ini adalah kesempatanku untuk memiliki kamu selamanya Mas. Hiks hiks hiks...maafin aku Mas karna sudah membohongi kamu Mas," jelas Dina lalu berjongkok untuk memeluk kaki Vino.
" Gue bener-bener nggak nyangka Din loe bisa punya pikiran sepicik itu! Loe bukan hanya bohongin gue Din, tapi semua orang bahkan orang tua loe sendiri dan juga Arfa. Mulai detik ini juga Din gue akan talak 3 loe! Loe bukan istri gue lagi!"teriak Rega lalu pergi kekamar untuk mengemasi semua barang-barangnya lalu pergi dari rumah.
Rega pergi kerumah sakit lalu menanyakan ruangan Vino.
" Sus boleh tahu ruang rawatnya pasien bernama Vino?"
" Oh saudara Vino sudah pulang Mas."
Rega pun kecewa mendengar hal itu tapi Rega lansung meminta data Vino berupa alamat dengan alasan untuk mengucapkan terima kasih.
Rega segera menuju alamat apartemen Vino. Begitu sampai,Rega langsung menuju flat Vino. Rega memencet bel berkali-kali hingga Vino membukakan pintu untuknya.
Vino yang tidak mengecek tamunya pun langsung kaget begitu melihat Rega.
3 kali pukulan langsung dilayangkan Rega kemuka Vino.
Vino yang tidak siap pun langsung tersungkur kelantai apalagi kondisinya yang masih lemah.
" Brengsek loe ya Vin! Loe udah fitnah gue, loe udah ngancurin masa depan gue ama Piran!" kata Rega sambil terus memukuli Vino.
Sementara itu Dina yang panik langsung menuju apartemen Vino. Dina langsung histeris saat melihat Vino yang tak beradaya akibat pukulan Rega.
Dina langsung berlari mendekati Rega untuk menghentikan aksinya.
" Udah Re Udah, tolong jangan pukulin Vino lagi. Biar gimana pun Vino udah nolongin Arfa Re," kata Dina sambil meahan tangan Rega.
__ADS_1
Rega mengibaskan tangan Dina yang menyentuhnya seolah jijik.
" Jangan sentuh gue Din! Gue udah jijik sama loe dan juga dia," kata Rega sambil menunjuk kearah Dina dan Vino.
" Dan buat loe Vin, luka yang loe trima saat ini nggak sebanding dengan fitnah yang udah loe buat kegue."
Setelah itu Rega keluar dari apartemen Vino lalu membanting pintu.
Setelah dua minggu dirawat, akhirnya Arfa sudah diperbolehkan pulang.
Rega membawa Arfa pulang kerumah orang tuanya.
Rega pun sudah menceritakan semuanya keorang tuanya dan orang tua Dina termasuk dirinya yang sudah mentalak Dina.
Piran yang baru pulang dari luar kota pun langsung menjenguk Arfa dirumah Rega setelah Rega memberi tahunya soal keadaan Arfa.
Piran tiba dirumah Rega dengan membawa beberapa kue dan juga hadiah tas untuk Arfa.
Rega membuka pintu begitu mendengar suara ketukan pintu. Rega melebarkan senyum begitu melihat gadis yang sudah dua minggu tak ditemuinya.
" Piran, masuk Pir."
" Arfa mana Re? Aku khawatir banget sama dia," kata Piran yang langsung masuk kamar Rega.
Piran masuk kamar Rega dan terlihatlah Arfa sedang tiduran dengan bekas luka yang masih ada diwajah dan kakinya.
bersambung....
__ADS_1