Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 45


__ADS_3

Rega dan Arfa sudah sampai ditaman. Arfa pun menggandeng tangan ayahnya menuju tempat bermain yang disediakan oleh pihak pengelola taman. Arfa tampak antusias saat melihat banyak anak seusianya yang sedang bermain. Ada yang bermain ayunan, jungkat-jungkit, dan aneka permainan lainnya.


Rega pun berjongkok untuk menyamai tinggi badan putranya itu.


" Arfa mau naik mainan yang mana?"


" Arfa mau naik ayunan Yah!" kata Arfa sambil menunjuk salah satu ayunan yang kosong.


" Ya udah yuk naik ayunan nanti Ayah dorongin," kata Rega lalu menuntun Arfa untuk naik ayunan.


Setelah Arfa naik ayunan, Rega pun mendorongnya pelan -pelan karna takut nanti Arfa jatuh.


Arfa sendiri mengedarkan pandangannya mengelilingi area taman untuk mencari keberadaan tante cantik.


" Ayah kok tante cantik belum datang ya? Apa dia lupa ya Yah?"


" Mungkin tante cantik kamu lagi perjalanan kesini," kata Rega berusaha menenangkan Arfa.


" Iya juga Yah! Soalnya Arfa yakin kalau tante cantik nggak mungkin bohong."

__ADS_1


" Ya udah kita tunggu aja tante cantik datang sambil bermain. Gimana kalau Ayah sekarang beliin kamu es krim, Arfa mau kan?"


" Mau banget Yah! Ya udah sana Ayah beliin es krim biar Arfa tunngu disini!"


Huh...Arfa kelihatan semangat banget mau ketemu tante cantiknya sampai gelisah gitu nungguinnya. Gumam Rega.


Piran tampak terburu-buru saat mengendarai mobilnya menuju taman. Tadi pagi dia bangun kesiangan karena beberapa hari ini dia tengah sibuk dengan proyek besarnya untuk pertama kali selama menjabat sebagai CEO diperusahaan papanya. Apalagi semalam dia lembur sampai jam 11 malam dan baru bisa tidur saat jam 1 pagi.


Setelah sampai ditaman, Piran segera memarkirkan mobilnya. Piran turun dari mobil dengan membawa 1 bok mainan dan kue brownis rasa coklat dan keju. Penampilan Piran terlihat santai dengan celana jeans belel dan hoodie warna putih. Tak lupa juga Piran memakai topi dan kaca mata untuk melindungi diri dari panasnya sinar matahari.


Piran terus berjalan menyusuri taman menuju arena bermain. Piran tersenyum lebar saat mendapati anak laki-laki yang tengah bermain ayunan.


"Halo sayang! Maaf ya Tante terlambat," kata Piran sambil menakupkan kedua tangannya.


Arfa pun terlihat kaget dengan kehadiran tante cantik yang tiba-tiba ada didepannya.


Arfa mengusap dadanya sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ah Tante cantik bikin Arfa kaget aja!"

__ADS_1


"Hehe...Maaf ya sayang, Tante nggak sengaja. Oh ya ini ada hadiah dari Tante, semoga Arfa suka yah!" kata Piran sambil menyerahkan 1 bok mainan ketangan Arfa.


Senyum lebar langsung tersungging dari mulut kecil Arfa. Bagaimana tidak senang, Arfa mendapatkan hadiah mobil remote control model terbaru.


Arfa membelai-belai hadiahnya lalu beralih menatap Piran.


" Tante, ini serius buat Arfa? Arfa seneng banget loh Tante."


" Ya syukur deh kalau Arfa seneng. Ya udah kita duduk sana yuk!" kata Piran lalu menuntun Arfa menuju kursi panjang yang ada dibawah pohon.


" Oh ya Arfa kesini sama siapa? Kok Tante nggak lihat ada yang nemenin Arfa," tanya Piran heran saat menyadari kalau Arfa hanya sendirian.


" Arfa kesini sama Ayah kok. Itu lagi ngantri es krim," kata Arfa sambil menunjuk deretan orang-orang yang tengah mengantri es krim.


" Ya udah sambil nungguin ayah kamu, kita makan kue brownis dulu ya. Tadi Tante beli di toko kue langganan mamanya Tante," kata Piran sambil membuka kotak brownis yang dibelinya tadi.


Mereka berdua pun dengan lahap sambil bercanda. Sesekali Piran tampak mencubit pelan pipi Arfa karena gemas.


Mereka tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan keakraban mereka dengan rasa penasaran.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2