
Sudah sekitar satu setengah jam, Piran dan Rega menghabiskan waktunya didalam bioskop.
Setelah film selesai, Rega dan Piran segera keluar dari ruangan.
Mereka berjalan berdua hingga sampai didepan restoran.
"Re,aku udah laper." Piran menghentikan langkahnya sambil menggoyangkan lengan Rega.
Rega melihat restoran jepang yang ditunjuk Piran sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Wah bakalan mahal nih kalau Piran minta makan disini ! Mana cuma bawa 200ribu lagi.
"Ehmm sayang, aku aja yang pilih tempat makannya. Gimana kalau kita makan siomay aja enak loh," kata Rega yang sudah mendapatkan ide.
"Oke deh hari ini aku ngikut ide kamu aja," kata Piran lalu berjalan pergi.
Rega dan Piran sudah ada diatas motor.
Rega membawa Piran membelah jalanan dibawah sinar matahari yang cukup terik.
Setelah berputar- putar, akhirnya Rega menemukan penjual siomay yang tempatnya cukup nyaman menurut Rega.
Rega menghentikan motornya lalu membimbing Piran turun dari motor.
" Yang makan sini aja ya? Tempatnya nyaman loh yang," ujar Rega dengan bangga.
"Masak makannya dibawah pohon sih yang, nanti kalau pas makan trus daunnya jatuh dipiring gimana?" Piran heran dengan Rega yang mengajaknya makan ditempat seperti ini.
"Ya nggaklah yang. Justru ini malah keasyikkannya. Makan dibawah pohon rasanya jadi sejuk, sepoi sepoi pokoknya asyik yang."
"Ya tapi..." Belum menyelesaikan kalimatnya, Piran sudah ditarik Rega menuju kursi.
__ADS_1
"Pak siomay 2 ya! Nggak usah pedes semua!"teriak Rega kepada penjual.
"Ya Mas, silahkan ditunggu dulu."
Tak berapa lama, 2 porsi siomay dan 2 gelas es teh sudah terhidang dihadapan mereka.
"Ayo yang cepet dimakan mumpung masih panas." Rega langsung mencomot siomaynya tanpa ditiup dulu.
"Aghhh panas yang panas!" teriak Rega sambil mengipasi lidahnya yang terasa panas.
" Kamu udah tahu panas malah langsung dimakan nggak ditiup dulu. Ini minum dulu." Piran menyodorkan air minum untuk Rega.
Glek glek
Rega lansung menegak minuman yang diberikan Piran.
"Gimana masih perih?" tanya Piran khawatir.
" Udah nggak terlalu sih yang," jawab Rega lalu menjulurkan lidahnya supaya terkena angin.
" Habis keburu laper yang."
"Ihh kamu kalau dibilangin ngeyel!" Piran yang merasa kesalpun lalu memukul paha Rega, tapi ternyata pukulan tangannya meleset dan malah mengenai benda berharga Rega.
"Auwww sayang, ini aku malah kenapa kamu pukul!" Rega meringis sambil memegangi miliknya dengan kedua tangan yang dijepitkan.
"Mmmaaf sayang, aku beneran nggak sengaja," kata Piran yang ikut meringis melihat ekspresi wajah Rega.
" Ini benda belum nglakuin tugas utamanya sayang, jangan sampai kamu ancurin!" kata Rega yang masih mengelus miliknya yang terasa nyilu.
"Ih jangan lebay deh yang, aku kan mukulnya pelan jadi nggak mungkin ancur."
__ADS_1
"Pelan apanya ampek nyilu gini. Udah sekarang kamu tanggung jawab."
"Tanggung jawab gimana?" tanya Piran tak mengerti.
" Ya kamu elusin lah yang, siapa tahu nanti jadi cepet sembuh," kata Rega dengan ekspresi memohon.
Piran yang tidak tegapun langsung mengarahkan tangannya kemilik Rega.
Piran lalu mulai mengelus milik Rega dengan perlahan, karna khawatir kalau Rega kesakitan lagi.
Rega yang awalnya merasa sakitpun, akhirnya dibuat merem melek oleh elusan Piran.
"Ahhh ishh yang." Rega mulai mendesah pelan.
Piran langsung menutup mulut Rega dengan tangannya.
"Yang jangan bikin suara gitu, untung aja pembelinya cuma kita," kata Piran cemas.
"Habis aku nggak tahan yang," kata Rega dengan wajahnya yang nampak menahan sesuatu.
"Udah belum yang? Udah pegel nih tangan aku!"
"Udah kok yang," jawab Rega tanpa merasa berdosa.
"Kalau udah kenapa nggak bilang dari tadi," kata Piran yang langsung menjauhkan tangannya.
"Enak sih yang soalnya!Gimana yang, gede kan punya aku?" Rega mulai menjahili Piran lagi.
"Udah aku mau makan.Udah jadi dingin nih siomaynya," kata Piran mengalihkan pembicaraan.
Akhirnya mereka langsung melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda karna adanya kejadian yang tidak terduga.
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa beri like dan kommennya para readers.