
Piran, Arfa dan pengasuhnya sudah menghabiskan bubur mereka. Piran mengelap mulut Arfa yang belepotan setelah makan.
"Arfa sudah kenyang?" tanya Piran yang diangguki Arfa.
" Ya udah sekarang kita pulang ya! Kasihan ayahnya dirumah sendiri nungguin Arfa pulang jalan-jalan."
" Oke deh Tante cantik ! Tapi kapan-kapan Arfa diajak jalan-jalan lagi ya Tante?" pinta Arfa.
" Iya, ehmm gimana kalau minggu depan kita janjian di taman yang waktu pertama kali kita ketemu."
" Jangan bohong ya Tante?"
Piran pun menjawab dengan menunjukkan jempolnya sambil tersenyum.
Piran mengantarkan Arfa pulang kerumahnya. Di dalam mobil, Arfa terus berceloteh hingga membuat Piran senyum-senyum sendiri.
" Eh Tante sudah punya pacar belum?" tanya Arfa polos.
Piran pun mengangkat kedua alisnya karena heran dengan pertanyaan Arfa yang belum sesuai dengan umurnya.
" Eh Arfa masih kecil! Nggak boleh ngomongin pacar-pacaran!" nasehat Piran.
" Kan Arfa tanya! Kalau Arfa udah dewasa, Arfa mau jadi pacarnya Tante cantik soalnya temen-temen Arfa jelek semua."
" Udah Arfa nggak boleh ngomong gitu nanti dimarahin ayah!" ucap Tuti.
Tak terasa mobil Piran sudah sampai didepan rumah Arfa. Arfa dan Tuti pun segera turun dari mobil.
" Tante makasih ya! Tante mau mampir kerumah Arfa?"
" Iya sama-sama. Maaf ya Tante nggak bisa mampir soalnya Tante lagi sibuk," kata Piran agak menyesal.
" Ya udah, hati-hati ya Tante, bye bye." kata Arfa sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Arfa pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar ayahnya. Nampaklah Rega yang masih tiduran diranjangnya sambil membaca buku.
" Ayah!" teriak Arfa sambil mendekati ayahnya.
" Wah jagoan Ayah udah pulang! Gimana tadi jalan-jalannya?" tanya Rega.
" Asyik Yah soalnya tadi Arfa ketemu tante cantik trus ditraktir bubur ayam! Ini Arfa bungkusin buat Ayah." kata Arfa sambil menunjukkan bungkusannya.
" Wah makasih ya sayang, ini Ayah makan," kata Rega lalu memakan buburnya.
" Oh ya sayang tante cantik itu siapa?" tanya Rega penasaran.
" Oh tante cantik itu yang nolongin Arfa pas Arfa jatuh. Tantenya baik, cantik lagi! Kalau Arfa udah gede, Arfa mau jadi pacarnya."
Uhuk uhuk
Rega pun tersedak mendengar ucapan anaknya." Hush! Kamu masih kecil nggak boleh ngomong pacar-pacaran!"
Rega pun menghabiskan bubur ayamnya sambil menemani anaknya yang tertidur karena kelelahan.
Dina nampak serius mengerjakan pembuatan laporan keuangan yang diberikan kepadanya.
" Din, tolong ini difoto copyin dulu ya soalnya aku butuh cepet sekarang!"
" Iya Mbak, aku kerjain sekarang," kata Dina lalu menuju ruang foto copy.
Setelah selesai, Dina kembali keruangannya dengan terburu-buru karena dia juga harus segera menyelesaikan laporannya.
"Bugh"
Tiba-tiba Dina menubruk seseorang yang berjalan kearahnya.
" Eh maaf Pak saya nggak sengaja," kata Dina sambil memunguti kertas-kertas yang terjatuh.
__ADS_1
"Lain kali kalau jalan hati hati!" bentak Vino.
Dina pun mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya saat dia melihat lelaki yang ada dihadapannya. Vino pun sama terkejutnya saat melihat Dina.
"Dina..." panggil Vino lirih.
" Vino loe kerja disini juga?" tanya Dina dengan agak gemetar.
" Iy iya gue kerja disini. Trus loe sejak kapan kerja sini?" tanya Vino berusaha menghilangkan ketakutannya.
" Gue baru semingguan magang disini."
Tanpa aba-aba, Vino menarik Dina keruangan yang ada disebelahnya lalu menguncinya.
" Kenapa Vin kita masuk kesini?" tanya Dina heran.
" Ehmm gue cuma mau ngobrol sama loe! Kalau ngobrol diluar nanti nggak enak sama karyawan lain."
" Oh ya gimana kabar loe?"
" Gue baik Vin...oh ya sekarang gue udah nikah ama Rega! Sekarang gue juga udah punya anak, umurnya 5tahun."
" Oh jadi dia tanggung jawab sama loe?"
"Iya, sebulan nikah gue langsung hamil. Oh ya trus loe ama Piran gimana?"
"Gue ama Piran baru pdkt soalnya kami baru ketemu lagi."
"Ya udah Vin, gue kerja lagi ya takutnya nanti dimarahin kalau gue kelamaan," pamit Dina lalu pergi.
Vino menatap kepergian Dina dengan hati yang tak menentu.
Duh kenapa perasaan gue gini ya? Malah jadi keinget pas malam itu.
__ADS_1
Vino jadi gelisah sendiri sambil memijit keningnya.
bersambung...