
Tak terasa pernikahan Rega dan Piran sudah berjalan 3 bulan. Piran berusaha menjalankan perannya sebagai seorang istri dan pemimpin perusahaan dengan baik. Piran selalu pulang dari kantor sebelum jam empat sore dan apabila ada pekerjaan kantor yang belum selesai, Piran akan menyerahkan pekerjaannya kepada kedua orang asisten kepercayaannya. Begitu juga apabila ada pekerjaan diluar kota, pasti Piran akan menyuruh Pak Deni atau sony untuk mewakilinya.
Piran pun tak pernah merendahkan Rega meski penghasilannya jauh lebih besar dari suaminya. Karena bagi Piran, Rega adalah sosok suami yang bertanggung jawab dan yang pasti sosok suami yang sangat mencintai istrinya. Begitu juga Rega yang sangat beruntung mempunyai istri seperti Piran yang selalu menghargainya dan selalu berusaha menjadi istri yang baik.
Seperti akhir-akhir ini, Piran selalu belajar memasak lewat aplikasi youtube apabila tengah libur. Dan hari minggu ini Piran tengah belajar membuat kue brownis ditemani Arfa yang tengah menghabiskan waktu bersama dia dan Rega.
Arfa begitu semangat menemani mama cantiknya membuat kue hingga wajahnya penuh dengan tepung.
" Arfa sayang lihat deh muka kamu sampai kayak badut," ucap Piran sambil tertawa.
" Nggak apa-apa Mama cantik, yang penting Arfa tetep ganteng," ujar Arfa sambil bergaya didepan Piran.
" Iya-iya pokoknya Arfa yang paling keren. Ya udah sekarang Arfa bersih-bersih dulu ya, Mama udah mau manggang kuenya jadi tinggal tunggu matengnya."
" Oke Mama!" jawab Arfa lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama Arfa pun sudah turun sambil digandeng ayah Rega. Bau harum yang memenuhi ruangan dapur pun membuat perut kedua lelaki beda usia itu menjadi keroncongan.
" Wah kuenya harum banget sayang, pasti enak nih rasanya. Iya kan Arfa?"
__ADS_1
" Iya Ayah, yuk buruan Arfa udah nggak sabar mau ngicipin kuenya mamah," kata Rega sambil berlari kecil menuju dapur.
" Sayang hati-hati, nggak usah lari-lari!" kata Piran sambil mengangkat kue dari oven.
Tak lama mereka pun memakan kue bersama sambil bercerita diruang tv.
" Huek...huek" tiba-tiba Piran merasa mual lalu berlari menuju wastafel.
Rega yang terkejut pun langsung menyusul Piran dengan rasa khawatir.
" Kamu kenapa sayang kok tiba-tiba mual?" tanya Rega sambil memijit tengkuk Piran.
" Ini Mah minum dulu!"
" Makasih ya sayang," kata Piran lalu meminum habis minumannya.
Rega lalu memapah Piran duduk disofa. Rega menyeka keringat didahi Piran lalu menatap wajah istrinya yang terlihat pucat.
" Sayang, aku panggilin dokter ya soalnya aku nggak mau kamu kenapa-napa."
__ADS_1
" Nggak usah yang, palingan aku cuma masuk angin biasa."
" Ehmmm...Mamah kayak bunda deh pas tahu kalau ada adek bayi diperut bunda. Suka huek-huek gitu!" kata Arfa polos yang sukses membuat Rega dan Piran jadi berpikir.
Rega memandang lekat wajah istrinya dengan tersenyum," sayang,jangan-jangan kamu udah isi? Kamu udah haid belum?"
Piran menggelengkan kepalanya dengan lemas karena masih merasa pusing dan mual.
" Ya udah, pokoknya besok kamu nggak boleh ngantor dulu soalnya aku mau bawa kamu priksa," kata Rega dengan semangat.
Piran pun hanya mengangguk menyetujui permintaan suaminya sambil berharap semoga tebakan mereka benar.
Rega pun membawa Piran dan Arfa menuju kamar untuk beristirahat siang. Rega mengantar Arfa kekamarnya yang memang sudah dia sediakan khusus untuk putranya.
" Arfa bobok siang dulu ya, nanti Ayah bangunin jam tiga yah!"
" Oke Ayah!"
Rega pun meninggalkan Arfa setelah mencium kening anaknya. Rega kembali kekamar untuk menemani istrinya tidur siang.
__ADS_1
bersambung...