Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 21


__ADS_3

Piran dan Silvi masih berada dirumah Mona untuk melepas lelah setelah dari mall. Mereka menghabiskan waktu dimall untuk membeli baju, melakukan perawatan disalon hingga makan bersama.


"Wah capek juga ya ternyata tadi aja nggak kerasa," "keluh Mona sambil memijit kakinya yang terasa pegal.


"Loe sih 10 toko dimasukin tapi dapatnya cuma 2baju," protes Piran yang diangguki Silvi.


"Hehe...habis nggak ada yang bikin gue sreg sih!" ucap Mona membela diri.


"Udahlah, tapi gue seneng loh kan udah lama juga kita nggak jalan bertiga gini."


"Iya juga sih, lagipula ntar lagi kita bakal berpisah semua. Gue mau kuliah diLondon, Silvi kuliah disingapura,trus loe Mon nyusul kakak loe kuliah di Yogyakarta," timpal Piran dengan nada sedih.


"Pokoknya dimanapun kita berada kita semua tetap bersahabat. Walaupun kesempatannya cuma dikit kita akan memanfaatkannya untuk berkomunikasi.Pokoknya semangat terus." Piran mengangkat kedua tangannya keatas lalu diikuti oleh kedua sahabatnya dan mereka bertigapun berpelukan.


****


Rega sudah berada di apartemen Piran. Rega tiduran disofa sambil menunggu kepulangan Piran. Rega memandang langit-langit,pikirannya masih memikirkan kejadian siang tadi. Entah mengapa Rega merasa Dina agak berubah. Menurutnya Dina sekarang lebih agresif tak kalem seperti sebelumnya. Saat masih sibuk dengan pemikirannya tiba-tiba


ceklek


Piran membuka pintu apartemen sambil menenteng beberapa paperbag ditangannya.


"Kamu udah nunggu dari tadi Re?"tanya Piran lalu meletakkan blanjaannya disofa.


"Nggak kok yang. Banyak banget yang kamu blanjanya?" tanya Rega yang melihat Piran membawa beberapa paperbag.


"Ini mah cuma dikit yang. Oh ya ni tadi aku beliin buat kamu. Aku lihat ini cocok banget buat kamu,"kata Piran lalu menyerahkan hem polos warna abu tua pada Rega.

__ADS_1


"Ini bagus banget yang makasih ya kamu tahu aja yang cocok buat aku.Tapi yang penting kalau beliin aku jangan yang mahal-mahal ya" Rega mengepaskan kemeja pemberian Piran kebadannya.


"Nggak mahal kok yang, itu cuma satu juta," jawab Piran enteng.


Rega yang mendengar penjelasan Piran pun hanya bisa melongo.


Gila baju harga sejuta dia bilang cuma. Itu bisa buat makan keluargaku sebulan sayang. Gumam Rega dalam hati.


Piran membawa 2gelas sirup jeruk lalu diletakkan diatas meja.


" Yang besok kemejanya dipakai pas malam perpisahan yah."


Rega masih diam lalu menghembuskan kadar nafasnya.


"Emang kita harus datang ya yang? Aku males banget sebenarnya. Lagian kenapa bikin acaranya harus diclub sih?" tanya Rega dengan lesu.


Rega menatap Piran yang menatapnya dengan nada memohon. Rega memalingkan mukanya entah mengapa perasaannya sangat tidak enak untuk hadir diparty malam perpisahan. Tapi benar juga kata Piran bahwa itu adalah hari terakhir berkumpul dengan teman-teman sekolahnya walaupun Rega sama sekali tidak akrab dengan mereka semua tapi setidaknya ia bisa ikut berkumpul. Rega pun membuang segala pikiran buruknya lalu menatap Piran kembali.


"Oke deh kita ikut! Tapi kamu jangan sampai mabuk." Rega mengingatkan.


"Nggaklah yang aku nggak pernah minum jadi nggak mungkin mabuk," elak Piran.


"Yang bener waktu itu aja aku lihat kamu jalannya sempoyongan pas ultahnya Mona".


"Aku cuma minum coktail yang dikasih sepupunya Mona. Aku juga nggak tahu kalau itu bisa bikin aku puyeng".


"Ya udah pokoknya besok kamu jangan sampai minum yang aneh-aneh lagi. Ya udah yuk yang tidur udah ngantuk."

__ADS_1


" Kamu duluan aja yang aku mau mandi dulu," kata Piran kemudian berlalu kekamar mandi.


Rega melepas seluruh pakainnya dan hanya menyisakan boxer yang masih menempel ditubuhnya. Rega membaringkan tubuhnya diranjang sambil bermain hp.


Piran keluar kamar mandi dengan menggunakan dress tidur berbahan satin. Setelah mengoles skincare diwajahnya, Piran pun menyusul Rega ketempat tidur lalu merebahkan diri disebelah Rega.


Melihat Piran yang sudah berbaring Rega langsung menindih tubuh Piran. Rega menenggelamkan wajahnya dileher Piran dan menghirup aroma harum tubuh Piran. Rega menggigit kecil kecil leher mulus Piran.


"Arrgghh yang katanya ngantuk?" kata Piran sambil menahan geli diarea lehernya.


Rega tak menjawab dan meneruskan aksinya. Ciuman Rega beralih kewajah Piran yang mulusnya seperti kulit bayi itu.


Rega menarik kepalanya lalu menatap Piran. Rega mendekatkan bibirnya ketelinga Piran lalu membisikkan sesuatu.


" Yang kalau aku copot pakaian kamu boleh? kita pakai daleman aja yang," pinta Rega sambil menggigit pelan telinga Piran.


Rega kembali menarik kepalanya dengan tatapan matanya yang sudah sayu. Piran membingkai wajah Rega lalu mencium bibir Rega sekilas.


"Kita tidur aja yang aku beneran ngantuk."


Rega yang agak kecewa pun menuruti keinginan Piran. Rega tahu Piran hanya beralasan, tapi Rega tidak akan memaksa Piran. Rega hanya akan melakukannya jika Piran mengijinkan karena Rega tidak mau memaksa karna itu pasti akan menyakiti perasaan gadis yang dicintainya itu.


Rega mencium sekilas bibir Piran dengan sedikit *******.


"Ya udah kita tidur aku juga ngantu."


Rega turun dari tubuh Piran lalu memeluk Piran dari samping. Mereka pun tidur bersama berharap akan melalui mimpi yang indah.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2