Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 14


__ADS_3

Piran tengah asyik mengobrol dengan Mona dan Silvi sambil menikmati makanan yang sudah mereka ambil.


" Gimana Pir, makin sibuk aja loe ama Rega! Mentang-mentang masih anget," goda Mona sambil menyenggol lengan Piran.


" Anget-anget emangnya selimut," balas Piran sambil memonyongkan bibirnya.


" Trus gimana Pir rencana loe buat mutusin Rega,secara kan loe udah berhasil bikin Rega jatuh cinta sama loe," kata Silvi mengingatkan Piran.


" Iya sih, itu gue emang setuju dengan tantangan dari kalian buat bikin rega jatuh hati sama gue trus mutusin dia pas malam perpisahan dan gue berhasil," ungkap Piran senang.


" Tapi itu dulu, sekarang gue ngrasa gue terjebak sendiri karena sekarang gue beneran cinta sama Rega dan gue minta maaf udah ingkar karna gue nggak bisa menuhi kesepakatan kita buat mutusin Rega," jelas Piran.


"Iya Pir, malahan gue seneng karna gue ngrasa sekarang loe udah ada perubahan. Sekarang loe lebih kalem dan nggak suka bully orang lagi," ungkap Silvi.


" Iya dan gue rasa itu pasti karna Rega," timpal Mona.


Merekapun tertawa bersama tanpa menyadari ada orang yang sedang menguping dan merekam pembicaraan mereka.


Dina tertawa senang karna tanpa sengaja, ia memperoleh sesuatu untuk memisahkan Rega dan Piran dan tentu saja Dina tidak ikut merekam pembicaraan mereka dibagian akhir.


Dina mendatangi Vino yang tengah mengobrol bersama teman -temannya.


"Vin gue mau ngomong bentar sama loe."


Vino yang dipanggilpun menoleh lalu menghampiri Dina.


"Mau ngomong apa?" tanya Vino.


"Ini gue punya sesuatu yang pastinya menguntungkan kita. Gue punya rekaman percakapan Piran dan teman -temannya," kata Dina sambil menyerahkan hpnya.


Vino pun menerima hp dina lalu membuka rekaman suara dihp Dina.


Setelah mendengarkan isi rekaman itu, tampak Vino tersenyum puas.


" Loe emang pinter Din! Nggak salah gue ngajak loe kerja sama," puji Vino dengan senyum miring.

__ADS_1


Acara perpisahan sekolah pun sudah selesai.


Semua orang sudah tampak menin ggalkan area sekolahan.


Pagi hari, bu Asih sudah tampak sibuk didapur. Beliau sedang sibuk memasak untuk membuat syukuran kecil- kecilan untuk anaknya yang telah lulus dengan menyandang gelar nilai tertinggi.


Setelah selesai memasak beberapa macam masakan, bu Asih mulai menatanya dipiring untuk dibagikan kepada para tetangga terdekat.


Rega segera membagi - bagikan makanan kepada para tetangga.


Selesai melakukan tugasnya, Rega segera bersiap-siap pergi ke apartemen Piran sambil membawa rantang makanan.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan, Rega akhirnya sampai ditempat tujuan.


Rega segera menaiki lift menuju kamar Piran. Rega memencet nomor sandi lalu masuk ke dalam.


Suasana tampak sepi hanya suara Tv yang masih menyala.


Rega masuk kekamar Piran dan ternyata Piran sedang mandi karna terdengar suara gemericik air.


"Ya Re ni udah hampir selesai kamu tunggu bentar," jawab Piran dari dalam.


" Oke! Aku siapin baju kamu ya yang," kata Rega sambil membuka lemari pakaian Piran.


Rega mengambil baju terusan warna biru muda bergambar kucing. Tak lupa juga Rega memilih pakaian dalam untuk Piran.


Rega mengambil bra dan cd warna merah berenda. Rega memandangi cd itu sambil senyum-senyum sendiri.


Wah lucu juga ya kalau dipakai Piran pasti dia jadi tambah imut.


Rega memukul kepalanya sendiri karna malah jadi membayangkan yang aneh-aneh.


"Yang bajunya udah aku siapin aku tunggu diruang makan ya," teriak Rega.


"Ya Re makasih ya."

__ADS_1


Rega pun keluar kamar lalu menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang dia bawa tadi.


"Re bantuin keringin rambut aku dong!" teriak Piran dari dalam kamar.


Tanpa menjawab, Rega langsung menghampiri Piran dikamar.


Rega berdiri disamping Piran yang tengah duduk dikursi riasnya.


Rega mulai mengeringkan rambut Piran dengan hairdryer.


"Rambut kamu halus banget yank, nggak ada kusutnya sama sekali. Harum lagi yang," kata Rega sambil mengendus aroma harum rambut Piran.


"Kenapa yang kamu suka ya?"


"Semua yang ada dikamu aku suka yang. Oh ya gimana pilihan baju aku, kamu suka?"


"Sukalah..selera kamu boleh juga."


" Trus kalau dalaman pilihan aku kamu suka juga nggak? Kamu pasti imut banget yang pakai itu, " goda Rega.


"Ah kamu nyebelin yang," rajuk Piran dengan wajah merah karna malu.


"Hahahaha....muka kamu tu loe yang jadi lucu banget. Masak jadi merah gitu," kata Rega sambil tertawa.


Karena sebal dengan Rega yang terus meledeknya, membuat Piran reflek menurunkan celana Rega yang tertahan sabuk itu.


" Ih kamu mau apa yang? " tanya Rega kaget sambil menahan celananya.


" Habis kamu nyebelin jadi aku mau bikin kamu malu juga," ucap Piran sebal.


"Oh gitu! Ya udah ini buka aja aku mah ikhlas lahir batin yank."


" Ah udah ah kok malah jadi nggak jelas gini. Ayo makan aja udah laper," ucap Piran sambil menarik tangan Rega untuk keluar kamar untuk segera makan bersama.


bersambung....

__ADS_1


dukung terus dengan memberi like, comment atau vote kalian untuk author.


__ADS_2