Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 29


__ADS_3

Disebuah apartemen dipusat kota London, nampak seorang gadis sedang menatap layar ponselnya dengan tubuh yang bergetar karena menangis. Piran memang meminta kiriman foto pernikahan Rega saat dia dikabari Mona kalau Rega akan menikah. Hatinya begitu sakit melihatnya, walaupun dia sendiri juga yang meminta Rega untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Dina. Piran meraba foto dilayar ponselnya. Dia berpikir bahwa semuanya sudah berakhir, dia harus benar-benar melupakan segala kenangan Rega dan mengubur rasa cintanya. Dia harus menguatkan hatinya dan membuat hidupnya kembali normal seperti sebelum ada Rega yang mengisi hari harinya. Piran pun meletakkan ponselnya dinakas lalu menarik selimutnya untuk tidur.


****


Rega dan Dina kini sudah tinggal sendiri disebuah rumah sederhana yang diberikan Wahid sebagai hadiah pernikahan mereka. Rega sendiri sudah mulai masuk kuliah dan sepulang kuliah dia langsung bekerja sebagai pelayan disebuah kafe. Rega akan pulang pada malam hari sehingga waktunya dengan Dina hanya sedikit.


Seperti hari ini, Rega pulang kerumah tepat jam 11 malam. Dina sengaja menunggu suaminya sambil menonton tv diruang tamu.


"Mas kamu baru pulang Mas?" kata Dina lalu meraih tanggan Rega untuk dicium.


"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Rega dingin.


" Aku sengaja nungguin kamu Mas. Aku kangen sama kamu Mas. Kita tinggal serumah tapi kita jarang menghabiskan waktu berdua."


"Kamu tahu sendiri kan Din, aku harus kuliah dan kerja untuk menghidupi kita. Sudahlah kamu tidur saja aku ingin mandi dan langsung tidur," kata Rega lalu meninggalkan Dina tapi langkahnya terhenti saat Dina meraih tangannya.

__ADS_1


"Mas aku bukan hanya butuh uang tapi aku juga butuh kamu Mas. Aku butuh lebih perhatian kamu Mas apalagi aku sedang hamil."


"Din aku sudah bertanggung jawab dengan menikahimu jadi jangan berharap lebih dariku."


"Kamu kenapa berubah Mas? Mana Rega dulu yang kukenal yang selalu baik dan ramah terhadapku. Kenapa sekarang kamu jadi dingin dan cuek sama aku Mas!"


"Status kita berubah Din! Dulu kita berteman dan sekarang aku adalah suamimu. Aku nggak bisa menerima statusku yang sekarang. Cukup kita jalani pernikahan seperti biasa dan aku akan tetap bertanggung jawab terhadap kamu dan bayi dalam kandunganmu."


"Tapi kamu nggak menjalankan kewajiban kamu sebagai suami Mas! Bahkan kamu tidak pernah menyentuhku!"


****


Vino sudah tiba dikampusnya yang berada dikota Bandung. Sebenarnya dia ingin mengikuti Piran keLondon tapi sayangnya dia tak ditrima disana. Vinopun menjadi idola baru dikampusnya dan hal itu ia manfaatkan untuk memacari gadis-gadis cantik disana tapi tentu saja ia hanya main main.


Ya setidaknya Vino tak sampai melakukan hubungan badan dengan pacar-pacarnya walaupun dia pernah melakukannya saat melepas keperjakaannya dengan Dina saat SMA.

__ADS_1


Vino yang sudah selesai dengan kelasnya pun segera pulang karena hari ini dia akan pulang keJakarta untuk mengisi liburan semester. Saat berada dijalan, tiba-tiba hpnya bergetar. Vino menepikan mobilnya untuk mengangkat telfon dari mamanya.


" Hallo Mah kenapa? Vino lagi dijalan nih!"


"Maaf ya Mama gangguin. Oh ya nanti tolong mampir ketoko kue langganan Mama ya. Beliin mama roti isi yang coklat sama kue brownis pandan.


"Oke deh Ma, nanti Vino mampir ya udah Vino jalan lagi ya mah."


" Oke! Hati-hati yah."


Vinopun melanjutkan perjalannya ke Jakarta.


Saat Vino sudah sampai ditoko kue langganan mamanya,dia lansung masuk kedalam toko. Vino pun mengambil beberapa kue yang diminta mamanya. Tiba-tiba pandangan Vino tertuju pada gadis yang memakai dress longgar warna krem dengan perut yang membuncit. Vino mengalihkan pandangannya kewajah gadis itu dan saat menoleh Vino dibuat kaget karna ternyata gadis itu adalah Dina.


Vino pun berlalu pergi dengan cepat sebelum Dina melihatnya karna dia takut bila Dina mengingat kejadian itu.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2