Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 60


__ADS_3

Piran dan Rega langsung masuk kedalam ruang pemeriksaan begitu namanya dipanggil. Seorang dokter dan perawatnya tampak menyambut Piran dan Rega dengan senyuman ramah.


" Slamat pagi Bapak dan Ibu, mari silahkan duduk," ucap dokter itu dengan ramah.


" Pagi juga dok! Saya mau periksa kandungan saya dok soal ya tadi pagi saya melakukan tespek dan hasilnya positif."


" Kalau begitu Ibu tensi dulu ya setelah itu saya priksa."


Piran pun langsung ditensi oleh suster. Setelah selesai, Piran kemudia diminta untuk berbaring. Dokter itupun mengolesksn gel pada perut Piran lalu memeriksanya sambil melihat kelayar monitor.


" Slamat ya Bu Piran, ini usia kandungan Ibu baru 5 minggu dan kondisinya juga bagus."


Piran dan Rega tersenyum bahagia sambil menatap calon bayi mereka yang masih berupa bulatan itu.


" Apa bu Piran ada keluhan?"


" Saya mual-mual aja dok dan bawaannya pengen makan terus."


" Bu Piran makan apa saja yang Ibu inginkan dan tidak perlu menahannya. Yang penting makanannya bergizi dan higienis. Lakukan pekerjaan yang ringan saja dan jangan stres supaya janinnya juga bisa berkembang dengan baik. Apa ada hal yang ingin Bapak atau Ibu tanyakan?"


"Ehmm begini dok, apa saya masih boleh menggauli istri saya dok?" tanya Rega tanpa malu.


Piran yang mendengar pertanyaan suaminya pun langsung melotot dan merasa malu dengan suster dan dokter yang ada dihadapan mereka.


" Boleh Pak tapi lakukan dengan hati-hati ya Pak karena usia kandungan istri anda masih rawan."


" Oh tenang saja dok! Saya pasti akan melakukannya dengan lembut supaya bayi kami merasa tetap merasa nyaman," jawab Rega sambil mengelus perut Piran yang masih datar.


" Kalau begitu ini saya tuliskan resep vitamin dan penambah darah nanti silahkan ditebus diapotik."


" Iya dok, kalau begitu kami permisi dulu dok," pamit Piran yang dijawab dengan anggukan kepala.


Setelah menebus obat, Piran dan Rega segera masuk mobil dengan senyum yang memancar dari bibir mereka.

__ADS_1


" Sayang kita mampir ke mini market dulu ya buat beli susu hamil terus ke rumah papah buat ngasih tau kabar gembira ini."


Piran pun hanya mengiyakan ajakan suaminya. Rega melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar perut istrinya tidak terguncang.


Satu jam kemudian mobil mereka sudah sampai didepan rumah orang tua Piran.


Pak Marno yang melihat kedatangan mobil Rega pun segera membukakan pintu gerbang.


" Slamat pagi Mas Rega, slamat pagi Non Piran," sapa Pak Marno.


" Slamat pagi juga Pak! Oh ya Pak, ini ada sedikit pengganjal perut buat Bapak," kata Rega sambil menyerahkan sekotak martabak.


" Wah makasih ya Mas, jadi ngrepotin."


" Nggak repot kok Pak! Ya udah kita masuk ya Pak."


Rega pun menjalankan mobilnya didepan garasi. Rega dan Piran turun sambil menenteng sedikit oleh-oleh untuk orang tuanya.


Tak lama seorang art datang membukakan pintu.


" Eh Non Piran sama Mas Rega, mari silahkan masuk."


" Mama sama Papa mana bik?"


" Tuan sama nyonya ada dihalaman belakang Non, sedang bersantai di gasebo."


" Oh bik tolong ini dibukain terus ditarih dipiring- piring yah," kata Rega sambil memberikan beberapa bungkusan yang berisi makanan.


"Iya Mas," jawab art itu lalu kembali kedapur.


Piran menarik tangan Rega menuju halaman belakang rumah. Rani dan David yang melihat kedatangan anak dan menantu mereka pun langsung berdiri untuk menyambut Rega san Piran.


" Piran sayang, Mama kangen banget," kata Rani sambil memeluk Piran.

__ADS_1


" Piran juga kangen sama Mama dan papa."


" Kangen kok jarang kesini," rajuk Rani.


" Iya Ma, maaf ya karna sama-sama sibuk kita jadi jarang kesini,"jelas Rega.


" Udah-udah ayo pada duduk! Kalian sehat semua kan?" tanya David.


" Alhamdulillah kita sehat Pah! Oh ya Pah, Mah, kedatangan kita kesini juga sekalian mau ngasih kabar baik," kata Rega yang sudah tak sabar untuk berbagi kabar bahagia.


" Kabar apa sih? Mama sama papa jadi penasaran."


Rega menggenggam tangan Piran lalu menatap wajah istrinya yang terlihat semakin cantik setiap hari. Piran pun tersenyum manis lalu bersandar dilengan suaminya.


" Ih kalian ini katanya mau ngasih kabar baik tapi malah mesra-mesraan!"


" Hehe maaf Mah. Ehmm Rega mau bilang kalau saat ini Piran tengah hamil usia 5 minggu, jadi sebentar lagi Mama dan Papa akan punya cucu."


Rani dan David langsung menganga mendengar kabar kehamilan putrinya.


" Mama mau punya cucu? Pah bentar lagi kita jadi oma dan opa!" kata Rani dengan gembira.


" Iya Mah, Papah juga sangat senang mendengarnya. Oh ya Re, mulai sekarang kamu harus lebih ekstra dalam menjaga Piran."


" Oh pastinya Pah! Rega akan jadi suami siaga untuk istri tercinta Rega," ujar Rega sambil mencium pipi istrinya yang terlihat merona.


" Ih apaan sih yang! Malu tahu sama orang tua!"


Bukannya mendengarkan protes dari sang istri, Rega justru menciumi kembali seluruh wajah Piran.


Rani dan David pun hanya bisa geleng-geleng dengan kebucinan menantu mereka. Tapi mereka tampak bahagia dan bersyukur melihat keharmonisan rumah tangga putri tunggal mereka.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2