Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 26


__ADS_3

Rega keluar dari gerbang dari kampus J dengan senyum yang berbinar. Dirinya berhasil lulus seleksi jalur bea siswa. Rega ingin cepat sampai rumahnya untuk memberi kabar gembira ini pada orang tuanya.


Setelah sampai rumah, Rega begitu terkejut dengan keberadaan Dina dirumahnya. Yah itu adalah pertemuan pertama mereka setelah kejadian itu.


"Din loe disini dari kapan?"tanya Rega canggung.


"Udah setengah jam lalu Re. Tadi sih sama ibu sebentar sebelum ibu berangkat kerja. Gimana hasil tesnya?"


"Ya syukur gue ketrima Din"


"Gue ucapin selamat buat loe Re. Oh ya Re sebenarnya kedatangan gue kesini karna ada yang mau gue omongin," ucap Dina serius.


Rega pun beranjak dari duduknya lalu menutup pintu dan menguncinya. Rega berbalik dan melihat raut wajah khawatir dari Dina.


"Gue kunci pintu supaya nggak ada yang dengerin pembicaraan kita Din."


Dina menghembuskan panjang nafasnya lalu mengeluarkan benda kecil dari dalam tasnya.


"Gue hamil Re. Kemaren gue tes pakai tespek dan hasilnya positif Re,"kata Dina lirih.


Rega mengambil benda pipih itu dengan tangan bergetar. Benarkah? Apa benar Dina tengah mengandung anaknya?. Rega ingin menyangkal semua itu tapi bukankah janin dalam kandungan Dina tidak bersalah.


"Gimana Re gue hamil? Gue takut ama ortu gue Re!" kata Dina yang melihat Rega hanya memandangi tespek itu.


"Loe tenang Din, loe nggak sendirian. Gue akan bertanggung jawab sama loe."


"Maksud loe Re?"


"Gue bakal nikahin loe tapi gue minta maaf kalau setelah kita menikah nanti gue nggak bisa memberi materi dan fasilitas seperti yang loe dapet dari ortu loe, termasuk cinta gue juga."

__ADS_1


Dina segera memeluk erat Rega. Dirinya benar-benar bahagia bisa bersatu dengan Rega. Rega yang mendapat pelukan dari Dina pun hanya diam tanpa ada niat membalas pelukan Dina.


"Gue bahagia banget Re. Gue nggak akan takut lagi karna ada loe disamping gue," kata Dina sambil menatap Rega.


Dina memajukan wajahnya bermaksud untuk mencium pipi Rega, tapi Rega langsung menjauhkan wajahnya. Dina pun tampak kecewa dengan sikap Rega.


"Kenapa Re?"


"Ingat Din kita belum menikah. Kalaupun malam itu kita melakukannya itu adalah karna diluar kesadaran kita."


"Tapi waktu itu loe ciuman bibir sama Piran padahal kalian cuma pacaran sedangkan gue adalah ibu dari calon anak kita dan tentunya sebentar lagi kita akan menikah!" kata Dina kesal.


"Udahlah Din gue nggak mau debat ama loe. Sekarang loe pulang aja ya dan gue janji bakal ngomong sama orang tua gue."


Setelah mengantarkan Dina kemobilnya, Rega kembali masuk kerumahnya. Rega mengusap wajahnya kasar. Rega tak menyangka harus dihadapkan pada masalah yang besar diusianya yang masih muda dan labil ini.


****


"Gimana Re tadi hasil tesnya?" tanya pak Yanto sambil menyeruput kopinya.


"Alhamdulillah Rega lulus tes Pak. Rega berhasil masuk kampus J," jawab Rega bangga.


"Syukur deh Re, Bapak sama Ibu juga ikut senang." Bu Asih mengusap sayang kepala anaknya.


Setelah membicarakan hasil tes, Rega tampak duduk dengan gelisah. Bu Asih yang melihat gelagat aneh anaknya pun menjadi penasaran.


"Kamu kenapa sih nak kok kayak gelisah gitu?"


Karna sudah tak tahan, Regapun langsung bersimpuh dikaki ibunya dengan tangis yang tertahan.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih nak jangan bikin Ibu penasaran?"


Rega menatap wajah ibunya yang teduh lalu beralih menatap wajah bapaknya. Rega terdiam sesaat lalu mengucapkan sesuatu.


"Ibuk, Bapak, Rega minta maaf kalau Rega tidak bisa menjadi anak yang membanggakan kalian. Rega minta maaf kalau Rega membuat Ibuk dan Bapak malu karna aib Rega. Rega minta maaf Pak, Buk." Rega berkata dengan penuh penyesalan. Orang tua Rega yang masih bingung dengan apa yang terjadi tampak saling memandang.


"Sebenarnya ada apa nak? Crita sama Ibuk. Ibu lihat akhir-akhir ini kamu sering melamun. Ibu melihat seperti ada beban berat yang sedang kamu pikirkan."


Rega kembali menatap wajah kedua orang tuanya dengan perasaan bersalah.


"Dina udah hamil Buk dan itu karna perbuatan Rega."


Bu Asih yang mendengar ucapan Regapun secara reflek mengibaskan tangan Rega. Beliau menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan anaknya.


"Re apa yang kamu omongin nak. Bapak dan Ibuk tidak menyangka kamu bisa berbuat begitu nak!" teriak bu Asih sambil menangis.


Sebenarnya pak Yanto juga sangat kecewa dengan perbuatan anaknya. Tapi dia tak mau menjatuhkan semua kesalahan keanaknya. Baginya, dirinya pun sebagai orang tua juga ikut bersalah karna sudah tledor dalam mengawasi anaknya. Pak Yanto mendekati istrinya yang masih menangis.


"Sudahlah Bu, semuanya sudah terjadi tak mungkin bisa dikembalikan seperti semula. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah membantu anak kita untuk memperbaiki kesalahannya," kata pak Yanto sambil mengusap punggung istrinya.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan nak?" tanya pak Yanto tenang.


"Rega akan menikahi Dina Pak dan Rega akan tetap kuliah sambil bekerja."


"Baiklah, Bapak dan Ibu akan segera menemui orang tua Dina untuk membicarakan hal ini. Oh ya nak bagaimana semua bisa terjadi bukannya pacar kamu nak Piran?"


Rega pun menceritan semuanya pada orang tuanya tanpa ada yang terlewat dan soal keraguannya yang meniduri Dina.


"Ya sudah nak yang penting sekarang kamu bertanggung jawab. Soal keraguan kamu suatu saat pasti akan ada jawabannya bila sudah tiba waktunya".

__ADS_1


Rega merasa hatinya lebih lega setelah mengatakan semua pada orang tuanya walaupun awalnya dia ragu karna takut melihat murka orang tuanya.


bersambung...


__ADS_2