Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 32


__ADS_3

Rega menggiring Piran ketempat tidur dengan tangan yang merangkul pinggangg Piran. Rega memandangi wajah Piran lalu menata rambut Piran yang sedikit berantakan karena ulahnya. Saat Rega akan kembali mendekatkan wajahnya, dengan sigap Piran menahan dada Rega dengan tangannya. Rega pun mengernyitkan dahi karena merasa Piran kembali menolak sentuhannya.


"Re..kamu nggak pulang? Aku nggak mau kalau aku dicap sebagai perebut suami orang!" kata Piran lirih lalu menundukkan kepalanya. Rega meraih dagu Piran hingga wajahnya mendongak.


"Kamu nggak merebut siapapun Pir. Kamu tahu, aku bahagia banget hari ini karena keinginanku untuk bertemu kamu lagi bisa terkabul. Hampir setahun ini aku menjalani kehidupanku dengan rasa kesepian. Kenapa takdir kita seperti ini Pir?"


Piran yang begitu melihat kesedihan Rega pun langsung memeluk Rega mencoba untuk memberi kekuatan padahal dia sendiri pun juga merasa rapuh.


"Besok aku harus balik ke London Re, karena jika aku terlalu lama disini ini tidak akan baik."


Mendengar ucapan Piran Rega langsung melepas pelukannya lalu menggeleng kepalanya berharap Piran tak akan lagi pergi meninggalkannya. Rega yang melihat Piran diam saja pun kembali memeluknya.


"Baiklah Pir tapi berjanjilah jangan buka hati kamu untuk lelaki lain. Aku nggak tahu kapan kita akan bertemu lagi Pir, tapi aku berharap dipertemuan selanjutnya kita akan bisa bersatu lagi.:


"Jika memang kita jodoh pasti kita akan dipersatukan Re dan hanya yang diatas yang tahu caranya."

__ADS_1


"Aku boleh minta sesuatu yang?"


"Boleh."


"Aku ingin malam ini kita tidur bersama lagi disini seperti dulu."


Sebenarnya Piran agak ragu dengan permintaan Rega, tapi entah mengapa kepalanya malah mengangguk. Sore hingga malam hari digunakan pasangan ini untuk saling bercerita dan bercanda seperti dulu. Rega merasa semangat dihidupnya bangkit kembali. Menjelang tidur, Piran telah merebahkan dirinya diranjang sambil membaca buku. Rega yang sudah selesai mandi pun langsung menyusul Piran rebahan diranjang dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipingganggnya. Rega merebut buku yang dibaca Piran lalu meletakkannya diatas nakas. Rega lansung meraih tubuh Piran lalu didekapkan kedadanya.


"Re kamu nggak pakai ba?" Piran agak canggung melihat Rega yang bertelanjang dada walaupun dulu dia pernah 2 kali melihatnya.


"Auw sayang perih cubitan kamu!"


"Biarin habis kamu nyebelin!"


"Waduh yang gawat, ini tongkat aku jadi berdiri gara-gara kamu nyubit dada aku."

__ADS_1


"Tongkat apa? e


Emangnya kamu bawa tongkat?"


"Tongkat ini yang," kata Rega sambil menunjukkan bagian tubuh bawahnya yang sudah berdiri tegak.


"Aaaa..." Piran membalikkan tubuhnya membelakangi Rega.


"Yang kamu harus tanggung jawab kalau nggak aku kesiksa yang." Rega memeluk erat tubuh Piran sambil kepalanya menelusup keleher Piran.


Piran yang merasa geli pun reflek menelentangkan badannya dan kesempatan itu digunakan Rega untuk menindih Piran. Rega kembali ******* bibir merah muda Piran dan memainkan lidahnya disana. Gerakan Rega yang aktif membuat handuknya lepas dan kini menampakkan tongkat nikmatnya. Rega menyingkap dres tidur Piran keatas dan menampakkan pahanya yang putih mulus. Rega hanya mampu menelan salivanya dan kembali membenamkan wajahnya dileher Piran. Rega pun mengarahkan miliknya kemilik Piran yang masih dibatasi ****** *****. Rega menggerakkan pinggulnya maju mundur dan itu membuat Piran hanya bisa menutup mata sambil menahan suaranya. Malam itu menjadi malam terakhir yang indah untuk mereka berdua sebelum berpisah kembali. Walaupun terasa indah, tapi Rega tetap berusaha menjaga mahkota Piran dan akan mengambilnya nanti saat mereka sudah menikah.


bersambung...


Jangan lupa like,komentar dan beri votenya yahh

__ADS_1


__ADS_2