Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 22


__ADS_3

Malam harinya Rega tengah bersiap pergi keacara malam perpisahan yang diadakan diclub. Acara ini diselenggarakan sendiri oleh para murid. Rega memakai kemeja abu tua yang dia padukan dengan blazer warna hitam. Rega menata rambutnya sambil menghadap cermin. Setelah merasa penampilannya cukup rapi, Rega segera menghampiri Piran dikamar.


Tampak Piran sedang duduk dimeja rias sambil menata rambutnya yang digulung keatas. Rega mendekati Piran lalu melepas gulungan rambut Piran yang sudah rapi.


"Kenapa sih yang kok malah dilepas? Ini bikinnya susah tau!" protes Piran sambil memanyunkan bibirnya.


"Digerai aja yang malah bagus. Kalau rambutnya kamu gulung, leher kamu jadi kelihatan banget. Aku nggak mau nanti ada yang ngiler lihat leher kamu," jelas Rega cemburu.


" Ah kamu lebay yang! Ya udah deh aku nurut kamu."


Rega duduk didepan Piran lalu memperhatikan wajah Piran yang hanya diberi riasan tipis namun mampu menambah kadar kecantikan Piran. Pandangan Rega jatuh dibibir Piran yang terlihat menggoda dengan tambahan lipteen warna soft pink.Rega memajukan wajahnya lalu menempelkan bibirnya dibibir Piran. Rega ******* bibir Piran yang sudah terbuka. Rega merengkuh pinggang dan leher Piran untuk memperdalam ciumannya. Piran mendorong pelan dada Rega dengan napas yang masih belum beraturan.


" Kamu mau bunuh aku ya yang? Aku sampai kesulitan nafas gini!" ucap Piran sambil mengatur nafasnya kembali.


Rega hanya terkekeh kecil lalu mengelap bibir Piran dengan tissu.


" Aku nggak kuat yang lihat bibir kamu. Bawaannya penggen nggigit aja."Rega merapikan dress Piran yang jadi kusut karna ulahnya.


Setelah siap, Rega dan Piran keluar dari apartemen lalu menuju lift. Mereka tampak serasi dengan warna baju yang senada. Didalam lift Rega merangkul Pinggang Piran lalu membisikkan sesuatu ketelinga Piran.


" Gadisku, malam ini kamu kelihatan sangat manis. Gimana kalau kita nggak usah dateng dan kembali ke apartemen. Kita habiskan malam ini berdua."


"Ah sayang udah dong nanti aku berantakan lagi!" jawab Piran sambil mendorong pelan kepala Rega.


" Iya-iya! Tapi pokoknya inget loh pesen aku, jangan mabuk!"


"Iya-iya Mas Regaku sayang," kata Piran dengan nada manja hingga membuat Rega jadi blushing.

__ADS_1


****


Susasana klub J-five yang sudah dibooking para murid SMA Dirgantara tampak ramai. Bunyi dentuman musik yang dimainkan seorang Dj begitu menghentak. Banyak para siswa yang sudah melantai sambil menggerak-gerakkan tubuh mengikuti irama musik.


Piran dan Rega tampak sudah duduk dimeja paling pojok. Mona,Silvi dan Dina tampak bergabung bersama mereka. Piran menggoyang-goyangkan badannya sambil mengobrol bersama Rega dan 2orang temannya.


" Yang diem napa sih nggak usah goyang goyang gitu!"


" Iya-iya aku diem! Kamu napa sih protes mulu?"


"Pir, gue ama Mona mau turun nih loe ikut nggak?" ajak Silvi.


"Iya, gue ma..." belum sempat Piran menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah dibekap oleh Rega.


"Piran nggak ikut. Dia capek mau duduk aja," Rega menjawab Silvi.


Mona dan Silvi hanya bisa terkekeh dibuatnya.


Dina yang tadi bergabung bersama Rega pun memutuskan meninggalkan meja tersebut. Saat sedang berjalan tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan itu adalah Vino. Setelah keadaan cukup aman, Vino pun melepaskan tangan Dina.


" Ada apa sih Vin tiba-tiba loe narik tangan gue?" tanya Dina sambil mengusap tangannya yang memerah.


"Eh gimana loe udah kasih rekaman itu keRega?" tanya Vino tak sabar.


" Udah! Tapi percuma soalnya Rega udah tahu. Piran udah crita soal tantangan itu ke Rega sebelum gue, jadi gue telat," jelas Dina kesal.


" Ya udah tenang aja, sekarang tugas loe campurin ini keminumannya Rega ama Piran. Terserah gimana caranya pokoknya jangan sampai ketahuan." Vino mengeluarkan bungkusan dari celananya.

__ADS_1


"Ini apa Vin?" tanya Dina penasaran.


"Itu obat perangsang. Gue mau nidurin Piran, dengan begitu dia bakal jadi milik gue seutuhnya," jawab Vino dengan senyum seringai.


"Trus maksud loe gue juga harus tidur sama Rega gitu?"


"Trus kenapa? Bukannya waktu itu loe udah pernah akting jatuh kekamar mandi sambil telanjang supaya Rega jadi nafsu tapi ternyata nggak! Ya udahlah pokoknya loe kerjain aja." vinopun pergi sebelum ada yang melihat.


Dina kembali kemeja Rega dan tampak pasangan itu sedang bercanda ria. Dina memasang wajah cerianya lalu menghampiri mereka.


"Kalian belum pesen minum ya? Gue pesenin yah!" tawar Dina.


"Makasih ya Din. Kita pesen minum jeruk aja," jawab Rega.


Dina pun menganggukkan kepalanya lalu pergi memesan minuman. Dina menengok kanan kiri,setelah yakin tak ada yang memperhatikannya, Dina mencampur obat perangsang tersebut.


Dina tersenyum lalu membawa minuman tersebut kemeja Rega. Ternyata disana sudah ada Mona dan Silvi yang sudah kembali bergabung.


"Wuih pesen jeruk loe Pir disini?" sindir Mona lalu tertawa.


" Iya gue minum yang sehat aja," jawab Piran datar.


"Eh gimana kalau kita main game makan kentang goreng pedas. Tiap yang menang kita bakal tambahin level pedasnya sampai ada yang menang," terang Silvi.


"Kayaknya asik tuh gue ikut ya?" kata Vino yang tiba-tiba datang ikut bergabung.


"Tapi Piran nggak ikut yah! Soalnya dia nggak bisa makan pedes biar dia jadi juri aja," ucap Rega.

__ADS_1


Semuanya pun setuju dan segera memulai permainan mereka.


bersambung...


__ADS_2