
Dina beserta bayinya sudah dibawa pulang dalam keadaan sehat. Dina sedang menidurkan bayinya sambil memberikan asi.Rega masuk kedalam kamar sambil membawa makanan dan segelas susu untuk Dina.
"Makan dulu Din, biar Arfa aku gendong dulu," kata Rega lalu mengambil Arfa dari pangkuan Dina.
"Iya,kamu udah makan Mas?"
Rega pun hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar kamar. Dina mengerti dengan sikap Rega yang masih dingin, tapi setidaknya sampai saat ini Rega masih mempertahankan pernikahan mereka. Dina yakin suatu saat pasti Rega bisa melupakan Piran dan menerima kehadirannya, apalagi kini sudah ada anak diantara mereka.
Rega memandangi wajah bayi Arfa yang kini ada dipangkuaannya. Rega merasa tak ada sedikitpun kemiripan diantara dirinya dan baby Arfa. Tapi Rega berpikir mungkin saja belum kelihatan karena kata orang wajah anak bayi masih berubah-ubah dan apapun itu Rega tetap menyayangi baby Arfa.
****
Piran sudah tiba di Indonesia dengan selamat. Dengan perlahan, Piran turun dari pesawat dengan membawa tas kecil. Dirinya nampak cantik dengan rok jeans dan atasan pink bahan rajut tak lupa kacamata hitam yang melindungi mata indahnya. Dari jarak agak jauh Piran sudah melihat pak Tono yang merupakan supir pribadi keluarganya.
__ADS_1
"Selamat datang Non, mari silahkan masuk,"kata pak Tono lalu membuka pintu belakang mobil.
"Iya Pak makasih." Piran pun masuk mobil dan melanjutkan perjalanan kerumah.
Setelah dua jam, akhirnya Piran sudah sampai dirumahnya. Rani yang melihat kedatangan putrinya langsung memberikan pelukan hangat untuk Piran.
"Ih Mama seneng sayang akhirnya kamu mau pulang."
"Iya Mamaku sayang,oh ya papa mana kok nggak nyambut aku pulang?"
Piran pun naik kekamarnya untuk beristirahat karena badannya benar-benar terasa pegal.
Pagi itu Piran baru saja dari kantor papanya untuk menandatangani beberapa berkas pengalihan nama. Setelah sedikit membantu pekerjaan papanya dikantor, Piran pun memutuskan untuk pulang. Dia tak bisa menemui dua sahabatnya karena mereka sedang berlibur bersama keluarganya. Ditengah perjalanannya, Piran memutuskan mampir kemini market untuk membeli beberapa kebutuhan pribadinya. Saat sedang sibuk memilih beberapa barang, tiba-tiba tangannya dipegang seseorang. Piran yang kagetpun menolehkan kepalanya kesamping dan Piran langsung memelototkan matanya begitu tahu siapa orang itu.
__ADS_1
"Rrr rega..." ucap Piran bergetar lalu menarik tangannya.
Rega yang tak menyangka bertemu Piran langsung memeluk erat Piran untuk menyalurkan rasa rindunya. Piran yang menyadari hal itu pun langsung mendorong dada Rega. Piran langsung pergi kekasir yang kebetulan tak ada antrian. Selesai membayar, Piran langsung menuju mobilnya tapi saat hendak membuka mobil tangannya langsung ditarik Rega menuju samping mini market yang terlihat sepi. Rega langsung kembali memeluk Piran sambil meneteskan air matanya.
"Sayang aku kangen banget sama kamu. Tolong jangan tinggalin aku lagi yang."
Piran pun hanya mampu berdiri kaku dengan air bening yang jatuh dipipinya.
"Re ini salah Re, kamu udah nikah kita nggak boleh kayak gini!" kata Piran sambil berusaha melepaskan pelukan Rega tapi tak berhasil.
"Pir aku nggak cinta sama Dina. Aku yakin kalau aku nggak meniduri Dina kamu harus percaya aku Pir!" Rega menggenggam erat tangan Piran didadanya dan Piran hanya diam tak tahu harus berkata apa.
Rega menarik tangan Piran menuju mobilnya. Rega mengambil alih kemudi mobil dan membawa Piran ke apartemennya dulu. Sesampai di apartemennya, Rega segera memasukkan nomor sandi dan pintu pun terbuka. Piran menuju kebalkon kamarnya dan menikmati angin yang bersemilir. Rega memeluk Piran dari belakang lalu menghirup aroma tubuh Piran yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
"Sayang aku tahu ini salah tapi aku juga nggak bisa menahannya." Rega membalik tubuh Piran dibelainya wajah cantik Piran yang makin mempesona. Perlahan Rega mendekatkan bibirnya hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Piran. Dengan cepat Rega ******* bibir manis Piran. Rega memainkan bibir bawah Piran dengan lembut,Piran yang sudah terbuai pun membuka bibirnya membalas ciuman Rega yang terasa hangat dan lembut. Mereka berpelukan erat dengan tautan bibir yang masih belum terlepas. Biarlah dia dan Rega melakukan kesalahan dan menunggu apa yang terjadi besok. Jujur saja Piran juga sangat merindukan sosok yang kini sedang memeluknya.
bersambung...