
Rega yang sudah sampai rumah segera membuka pintu. Rega menuntun Arfa masuk sambil tangan sebelahnya menenteng tas dan mainan Arfa. Arfa segera masuk kamar bundanya untuk memperlihatkan mainan barunya. Namun saat pintu terbuka, Arfa hanya menemukan ranjang yang kosong.
Arfa masuk berjalan kearah kamar mandi namun saat menengok ternyata di kamar mandi juga kosong.
Arfa keluar dari kamar untuk menemui ayahnya yang sedang berkutat didapur untuk menyiapkan makan siang.
" Ayah, bunda kemana ya kok nggak ada dikamarnya?"
" Mungkin bunda lagi lembur. Udah sana kamu cuci tangan dan kaki dulu terus istirahat, nanti Ayah panggil kalau makan siangnya udah siap."
" Yah, padahal Arfa pengen nunjukin mainan baru dari tante cantik," ucap Arfa dengan wajah kecewa.
Rega menghentikan sejenak kegiatan masaknya lalu berjongkok didepan Arfa.
" Arfa nggak usah bilang bunda. Nanti takutnya bunda marah karna Arfa nerima hadiah dari orang asing. Ya udah sana Arfa ke kamar dulu, Ayah mau lanjut masak dulu."
Arfa pun menuruti perintah ayahnya lalu berlalu kekamar.
****
Disebuah kamar mewah, tampak sepasang kekasih yang baru saja menyelesaikan aktifitas panas mereka.
Vino tampak ambruk diatas tubuh Dina dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Udah Vin cabut aja, aku udah nggak kuat," kata Dina yang merasa badannya remuk redam akibat serangan Vino. Vino hanya terkekeh mendengar keluhan dari Dina.
"Haha...itu artinya aku perkasa sayang," goda Vino sambil kembali menggerakkan pinggulnya untuk menjahili Dina.
"Vino stop!" Dina yang kesal pun langsung memukul dada Vino.
" Iya-iya ini aku cabut," kata Vino lalu beranjak dari tubuh Dina.
Vino pun berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri. Melihat Vino yang sudah menghilang, Dina pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah seperti terkena sengatan tawon akibat bibir Vino yang tak bisa diam.
Pukul tiga sore, Dina baru pulang kerumahnya. Dina membuka pintu rumah yang tak terkunci.
__ADS_1
Dina masuk kekamar Arfa dan didapatinya Arfa tengah tidur siang dengan Rega.
Dina kembali menutup pintu kamar Arfa lalu berjalan menuju kamarnya.
Dina menjatuhkan dirinya diatas ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya.
Re, gue minta maaf. Gue nggak bermaksud mengkhianati pernikahan kita. Tapi gue juga pengen Re merasakan menjadi wanita yang dicintai. Dan gue berharap loe mau memaafkan kesalahan gue dan Vino yang udah menjebak loe.
Dina tersadar dari lamunannya saat mendengar suara blender yang menyala. Dina berjalan kedapur untuk mengecek dan itu ternyata adalah Rega yang sedang membuat jus.
"Eh kamu udah bangun Mas?"
" Iya, ini aku lagi buat jus mangga. Kamu pulang jam berapa?"
" Oh...ini aku baru aja pulang Mas."
" Kita kekamar Din, ada yang mau aku bicarain ama kamu!"
Dina pun mengikuti langkah Rega dari belakang. Begitu sampai dalam kamar, Rega langsung mengunci pintu.
" Mau bicara apa Mas?"
" Aku mau melanjutkan pembicaraan kita tadi pagi Din. Aku sudah memikirkannya matang-matang dan aku sudah yakin untuk menceraikan kamu." Rega menjeda kalimatnya sambil menatap Dina yang masih menunduk.
" Mas, aku mau menjelaskan so..."
" Soal tanda merah dileher kamu? Kamu nggak perlu menjelaskannya Din! Disini aku juga ikut bersalah karna aku tidak bisa memenuhi kebutuhan biologismu. Kita sama-sama tahu Din kalau nggak pernah ada kebahagiaan batin dalam pernikahan kita. Aku menceraikan kamu bukan hanya karna untuk diriku Din, tapi juga untuk kamu. Karena aku juga ingin melihat kamu bahagia dengan laki-laki yang mencintai kamu dan itu bukan aku Din."
Dina menangis sesenggukan, dia merasa tertekan dengan rasa bersalahnya.
Rega mendekati Dina ,mengusap punggung Dina agar merasa tenang.
"Maaf Din kalau aku tidak bisa mencintai kamu, tapi percayalah aku lakukan ini juga untuk kebaikan kita berdua."
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Siapa?" teriak Rega
" Ayah,ini Arfa!"
Rega pun berdiri lalu membuka pintu.
"Eh Bunda udah pulang," kata Arfa lalu mendekati bundanya.
" Ya sayang, kamu tahu-tahu kok udah mandi padahal tadi pas bunda lihat kamu masih tidur."
" Ya soalnya Arfa mau main sama Ciko dirumahnya sekarang."
"Ya udah hati-hati, tapi harus pulang sebelum jam 5 yah!"
"Oke Bunda! Arfa main dulu ya, dadah Ayah dadah Bunda."
Setelah kepergian Arfa, Rega pun keluar dari kamar Dina untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri, Rega langsung mengecek pekerjaan kantor yang ia bawa pulang.
"Om...Om Rega!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan anak kecil dari luar.
Rega yang mendengar namanya dipanggil pun langsung keluar.
"Eh Ciko tow, Om kira siapa. Kenapa manggil Om teriak-teriak gitu?"
" Ar...Arfa Om, Arfa!" ucap Ciko gugup.
" Tenang Ciko, emangnya Arfa kenapa?"
" Arfa kecelakaan Om! Arfa ditabrak motor!"
"Apa? Arfa kecelakaan?"
__ADS_1
bersambung....