
Tidak terasa ujian telah tiba.
Semua siswa tampak serius mengerjakan soal-soal ujian karena ini adalah perjuangan terakhir yang harus ditempuh setelah mengenyam 3tahun pendidikan di SMA.
Piran keluar dari ruang ujian dengan menghembuskan napas panjang.
Dirinya lega setelah mengerjakan ujian dihari terakhir.
Belajar bersama dengan Rega membuat Piran sangat terbantu.
Piran berjalan menuju taman belakang, disana sudah terlihat Rega yang rupanya juga sudah keluar dari ruang ujian.
" Uhh akhirnya selse juga ya Re. Lumayan lah bisa rehat sejenak," kata Piran sambil mendudukkan diri didekat Rega.
"Iya-iya yang udah lega.Tadi lancar kan ngerjain soalnya?" tanya Rega lalu merebahkan kepalanya dipaha Piran.
" Ih apaan sih Re! Buruan bangun nanti ada yang lihat," ucap Piran panik.
Rega tertawa melihat kepanikan Piran. Dia pun langsung bangun saat kepalanya didorong Piran.
" Habis setelah waktu itu bobok sama kamu pengennya jadi glendotan terus,"ucap Rega sambil mengedipkan matanya genit.
"Rega kamu nyebelin." Gemas Piran lalu mencubit dada Rega.
" Ahh sayang udah aku bilang jangan cubit disini, itu bagian sensitif aku," keluh Rega manja.
" Biarin aja habis kamu nyebelin!" keluh Piran sambil mencebikkan bibirnya.
"Ih awas bibirnya digituin lagi nanti aku cium," ancam Rega.
"Ih nggak mungkin beranilah kamu nyium aku disekolahan," kata Piran menantang.
Tanpa basa-basi, Rega langsung meraih tengkuk Piran lalu mendaratkan bibirnya di bibir manis kekasihnya itu.
Piran terkejut mendapat serangan mendadak dari Rega dan berusaha mendorong dada Rega.
Rega menenangkan Piran lalu membisikkan sesuatu ketelinga Piran.
" Tenang sayang, disini sepi nggak akan ada yang lihat kita," bisik Rega lalu kembali ******* bibir Piran.
Piran yang sudah terbawa suasanapun hanya bisa menikmati ciuman dari Rega sambil berpelukan.
Dina yang juga sudah selse mengerjakan lembar ujiannya pun langsung keluar.
__ADS_1
Dina memutar kepalanya kekanan dan kekiri, tapi orang yang dicarinya tidak ada.
"Pasti Rega dibelakang nih gue samperin aja ah," gumam Dina lalu melangkahkan kakinya.
Setelah sampai dibelakang sekolah, Dina begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Matanya melotot dan air beningpun mulai membasahi pipi Dina.
Dina tengah memergoki Rega dan Piran yang sedang bermesraan.
Dina yang tidak kuatpun langsung berlari meninggalkan halaman belakang sekolah.
Dina terus berlari hingga tanpa sengaja dirinya menabrak Vino saat berbelok.
Bughhh...
Mereka berduapun langsung terjatuh dilantai.
" Lihat-lihat dong! Gue jadi jatuh kan! Lagian ngapain sih pake lari-lari dikoridor!" bentak Vino lalu berdiri.
"Sorry Vin gue nggak sengaja," ucap Dina pelan.
Vino pun kaget saat melihat Dina dengan muka yang sembab.
"Gimana kalau nanti ngobrol dikafe, soalnya gue rasa ada yang perlu kita bahas soal Rega sama Piran," ajak Vino.
"Ya lihat nanti deh," jawab Dina.
"Kalau loe mau, nanti malem gue tunggu di starcafe jam tujuh malem. Ini nomor gue nanti loe hubungin gue," kata Vino sambil menulis nomor hpnya dikertas.
Rega melepas bibirnya karena nafas Piran yang sudah tersenggal -senggal.
Setelah nafas mereka sudah normal Rega kembali mendekatkan bibirnya namun langsung dihalau Piran.
" Udah dong Re kan tadi udah lama juga!" protes Piran.
"Habis bibir kamu manis yang, rasanya jadi pengen lagi," jawab Rega dengan senyum menggoda.
" Ah dasar mesum. Udah yuk aku mau pulang suntuk nih."
"Aku pulang sendiri aja Pir soalnya nanti mau langsung diajak bapak kepasar."
"Ya udah, kalau gitu aku pulang dulu. Nanti kamu hati-hati."
__ADS_1
Setelah itu mereka berduapun berpisah setelah saling cium pipi.
****
Pukul tujuh malam, Dina sudah sampai dikafe sesuai dengan janjiannya dengan Vino tadi siang.
Dina celingak-celinguk mencari Vino hingga pandangannya tertuju pada seorang cowok yang tengah melambaikan tangan kearahnya.
Dina segera menghampiri Vino lalu dia pun duduk berhadapan dengan Vino.
Vino segera memanggil waitres untuk memesan makanan.
"Pesen makan apa loe Din?"tanya Vino.
"Gue pesen jus mangga aja deh sama kentang goreng" jawab Dina.
" Loe nggak pesen makanan besar?"
" Tadi gue udah makan malam dirumah."
"Ya udah, Mbak saya pesen jus mangga,kentang goreng,capucino sama nasi goreng seafood," Vino menyebut pesanannya.
"Sudah saya catat pesanannya, kalau begitu silahkan ditunggu sebentar."
"Mau ngomongin apa sih loe Vin sebenarnya?" tanya Dina penasaran.
"Gue tahu apa yang loe rasain sekarang. Sebenarnya sih gue juga suka sama Piran, tapi gue nggak mau kalau terlalu kelihatan gue deketin dia. Yah pokoknya maksud gue ngajak loe ketemuan disini karna gue mau ngajak loe kerja sama," jelas Vino.
"Oke gue tahu maksud loe trus apa rencana loe sekarang?" tanya Dina yang mulai tertarik.
"Untuk rencana, nanti gue susun dulu yang mateng biar nggak ketahuan Piran. Loe tunggu aja nanti kabar dari gue, gimana?"
"Oke deh! Gue tunggu kabar baik dari loe."
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.
Mereka pun menikmati makanan sambil saling curhat.
bersambung...
Hey readers maaf ya baru update lagi soalnya kemaren-kemaren baru ada kesibukan.
Pokoknya terus minta dukungannya dengan memberi like dan comment.
__ADS_1
Makasih semuanya....