Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 30


__ADS_3

Usia kehamilan Dina sudah memasuki usia 9bulan. Selama itu pula hubungan Dina dan Rega masih belum ada peningkatan namun sikap Rega sudah tak sedingin diawal pernikahan. Malam itu Rega sedang mengerjakan tugas dari kampus diruang tamu. Wajahnya nampak serius memandang laptop sambil tangannya mengetik. Dina yang melihat suaminya sedang sibuk pun langsung membuatkan teh.


"Ini Mas tehnya mumpung masih panas." Dina meletakkan teh diatas meja.


"Iya makasih nanti aku minum " kata Rega yang masih tetap sibuk dengan laptopnya.


Dina pun berdiri lalu memijit bahu Rega tapi tangannya langsung ditepis Rega.


"Nggak usah Din, aku nggak capek kamu tidur aja ini kan udah malem."


Dina pun lalu duduk kembali tapi tangannya tak diam dan malah merayap kecelana Rega."Aghh..." Rega yang kaget pun langsung berdiri dan menatap Dina.


"Sudah berapa kali aku bilang Din, jangan menyentuhku!" bentak Rega.


"Kenapa Mas? Kita suami istri yang sah. Aku juga ingin melakukannya!" teriak Dina tak mau kalah.


Rega menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Din ini terakhir kali dan aku sudah tidak ingin membahasnya lagi. Sebaiknya kamu fokus dengan kelahiran kamu yang sudah mendekati HPL." Rega membereskan buku-bukunya yang dimeja kemudian masuk kamar.


****


Kegiatan Piran sehari-hari hanyalah kuliah. Pulang kuliah pun, Piran langsung pulang ke apartemennya. Dirinya hanya pergi keminimarket apabila persediaan makanannya menipis. Dirinya benar-benar berubah tak banyak bergaul dan centil seperti dulu. Dia hanya fokus kuliah dan mendapatkan nilai baik disetiap ujian.

__ADS_1


Piran tengah memakan mie instan sambil menonton tv. Dia tak terlalu sibuk dengan tugas tugas kuliah karena sedang liburan semester. Piran memang sengaja tak pulang ke Indonesia karna dia takut akan bertemu Rega dan membangkitkan kenangan buruknya.


Dertttt....


Tiba-tiba ponsel berbunyi. Piran tersenyum memandang nama mama dilayar ponselnya.


"Hallo Mah apa kabar? Piran kangen banget nih!"


"Mama baik sayang,apalagi mama juga kangen banget sama kamu makanya kamu pulang dong nengokin Mama sama Papa."


"Ah Piran masih males pulang Mah."


"Tapi kamu harus pulang sayang, soalnya papa butuh tanda tangan kamu buat urusan perusahaan. Udah kamu pulang ya, Mama tunggu dirumah. Bye bye.


Mama Rani langsung menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari Piran.


****


Siang itu Rega tampak terburu-buru karena baru saja dia mendapat kabar kalau Dina akan segera melahirkan. Rega langsung menuju rumah sakit menggunakab ojek online. Sampai dirumah sakit, Rega segera menuju ruangan tempat Dina melahirkan. Disana sudah tampak orang tua dan juga mertua Rega.Rega menghampiri ibu mertuanya yang terlihat cemas.


"Gimana mah Dina?" tanya Rega khawatir.


"Kamu langsung masuk aja Re pasti Dina butuh dukungan kamu saat melahirkan."

__ADS_1


Rega langsung masuk keruang persalinan dimana 2orang suster langsung memandanginya.


"Saya suaminya sus."


"Oh ya Pak silahkan kemari untuk mendampingi istri anda. Ini sudah bukaan 10, "jelas bidan.


Rega langsung menuju brangkar tempat Dina terbaring. Tampak wajahnya yang memerah sambil berteriak kesakitan. Rega menggenggam tangan Dina dan mencoba untuk menenangkannya.


"Aku udah disini Din, aku akan menemani kamu melahirkannya."


Dina hanya menganggukkan pelan kepalanya. Dina fokus mengikuti instruksi bidan .Keringatnya membasahi wajahnya karena terus mengejang dan menahan sakit.


"Ayo Bu sedikit lagi ini sudah kelihatan kepalanya."


Dengang mengejang sekali lagi keluarlah bayi yang dikandung Dina selama 9 bulan lebih.


Oek oek oek...


Akhirnya terdengar tangisan sang bayi. Kelegaan nampak menghiasi wajah Dina dan Rega.


"Selamat ya Bapak dan Ibu atas kelahiran bayi laki lakinya." Bidan pun menaruh bayi diatas dada Dina. Dina nampak bahagia lalu membelai anaknya.


Suster pun mengambil bayi Dina untuk dibersihkan dan dipakaikan baju.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2