Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 46


__ADS_3

Rega berjalan mendekati Arfa dengan membawa satu cup es krim aneka rasa. Rega tampak penasaran dengan seorang wanita yang duduk disamping Arfa dan mereka kelihatan sangat akrab.


Ehm mungkin wanita itu yang dimaksud Arfa dengan tante cantik.


Begitu sampai didekat Arfa, Rega langsung menyerahkan satu cup es krim.


" Ini es krimnya udah dapet, dimakan dulu ya!"


Arfa pun menoleh kearah ayahnya sambil menerima es krim.


" Eh Ayah udah datang! Ayah kenalin ini tante cantik yang Arfa critain," kata Arfa sambil menarik tangan ayahnya agar bersalaman dengan tante cantik sedangkan Piran masih sibuk mengelap mulutnya dengan tisu.


" Tante cantik kenalin ini ayahnya Arfa."


Piran yang mendengar ucapan Arfa pun langsung mengulurkan tangannya sambil mendongakkan wajahnya keatas.


Duarr


Piran dan Rega sama-sama kaget saat melihat wajah masing- masing.


"Piran!"


"Re...ga!"


Arfa tampak bingung dengan wajah kaget dua orang dewasa yang ada disampingnya saat ini. Wajahnya menoleh kekanan dan kekiri.


" Ayah kenal sama tante cantik ya?"


Rega pun bangun dari keterkejutannya setelah mendengar suara Arfa.

__ADS_1


"Kenal dong sayang, tante cantik ini dulu temen sekolah Ayah waktu SMA."


" Wah ternyata ayah temennya tante, betul ya Tante?" tanya Arfa sambil menoleh kearah Piran.


Piran pun hanya diam lalu menganggukkan kepalanya. Dirinya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata anak kecil yang menyita perhatiannya itu adalah anak dari Rega.


" Yah, tante cantik baik loh! Ini Arfa dikasih kado mainan!" ucap Arfa antusias sambil memperlihatkan mobil mainan dari Piran.


" Ya udah setelah es krimnya habis, Arfa boleh nyoba mainannya. Tapi disitu aja ya, jangan jauh-jauh."


Arfa pun menghabiskan es krimnya lalu mencoba mobil mainannya.


Rega menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Piran hingga tak ada jarak diantara mereka.


" Re, agak sana dong! Jangan dekat-dekat ada Arfa disini!" kata Piran sambil mendorong badan Rega.


" Biarin aja lagian Arfa lagi sibuk bermain. Aku nggak nyangka ternyata kamu tante cantik yang dimaksud Arfa. Nggak heran sih kalau Arfa bilang gitu karena kamu emang cantik banget," kata Rega sambil menoel-noel dagu Piran.


" Haha, tenang aja kamu bukan orang pertama yang bilang gitu jadi nggak usah gugup," kata Rega sambil mengusap punggung Piran.


Setelah cukup lama berada ditaman, Rega pun berpamitan pada Piran untuk pulang karena sudah memasuki jam tidur siang untuk Arfa.


" Pir, aku dan Arfa pulang dulu ya! Kamu hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya."


"Iya, kamu juga hati-hati."


" Oh ya Pir, nanti malam aku ke apartemen kamu yah?"


Piran pun belum menjawab dan terlihat bimbang.

__ADS_1


"Pokoknya nanti malam aku ke apartemen kamu! Ya pliss ya?" ucap Rega dengan nada memohon.


"Udahlah terserah kamu!" ucap Piran sewot lalu menuju mobilnya.


****


Sedangkan Dina saat ini tengah berada di apartemen Vino setelah Vino menjemput dan memaksanya ikut ke apartemen.


Dina tengah membuat kopi untuk Vino sambil melamun. Tiba-tiba sepasang tangan melingkar diperut Dina sambil memeluk erat.


" Din, maafin aku ya karena selama ini aku udah jahat sama kamu. Aku udah melempar tanggung jawabku keRega dan meninggalkan kamu dan anak kita. Aku mohon Din, tolong bawa aku untuk bertemu dengan Arfa," kata Vino dengan sedih.


Dina membalikkan badan lalu meanatap dalam kearah Vino yang juga menatapnya.


" Dalam hal ini kita sama-sama salah Vin karena aku lebih menginginkan Rega yang bertanggung jawab dan membiarkan kamu pergi karna aku nggak peduli dan..." Dina tak meneruskan kalimatnya karena Vino menutup mulut Dina dengan telunjuknya.


" Ya udah Din, mari kita perbaiki kesalahan kita dan memulai dari awal. Aku ingin kamu menerima cerai dari Rega dan aku akan membahagiakan kamu."


Mereka berdua pun kembali berpelukan dengan erat. Vino mendekatkan bibirnya kebibir Dina lalu ********** secara lembut dengan penuh cinta. Dina pun sudah tak ragu lagi untuk membalas ciuman Vino.


"Gimana kalau sekarang kita buat adik untuk Arfa," bisik Vino ditelinga Dina lalu menggendongnya menuju kamar.


Vino segera melucuti pakaian Dina dan pakaiannya sendiri. Vino segera menindih Dina lalu memberikan kecupan diseluruh tubuh Dina.


"Kamu udah siap sayang?" tanya Vino dengan suara parau.


Dina pun tak menjawab tapi raut wajahnya menandakan kalau dia sudah siap.


Vino pun tersenyum dan mulai melakukan penyatuan. Mereka melakukan aktifitas panas dengsn penuh semangat disaat hari menjelang siang.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2