
Rega terbangun dari tidurnya karena merasa ada yang mengguncangkan lengannya. Perlahan Rega membuka sedikit matanya yang masih terasa berat. Dilihatnya Arfa yang kini sydah arfa dihadapannya sambil memamerkan deretan giginya.
"Jam berapa ini sayang? Kenapa kamu udah bangunin Ayah?" tanya Rega sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Ini udah jam enam pagi Yah! Bukannya Ayah udah janji, kalau hari minggu ini Ayah mau ngajak Arfa lari pagi," ucap Arfa mengingatkan ayahnya.
" Maaf ya jagoan, tapi Ayah rasanya kurang enak badan." Rega melihat aura kecewa diwajah putranya itu.
" Ya udah deh kalau Ayah lagi sakit. Arfa panggilin Bunda ya Yah, biar dirawat supaya Ayah cepat sembuh." Arfa turun dari tempat tidur dan hendak memanggil Dina tapi langsung dicegah oleh ayahnya.
" Nggak usah Arfa! Setelah Ayah istirahat sebentar pasti nanti sembuh. Nanti siang kalau badan Ayah udah enakan, kita jalan-jalan."
"Bener Yah?"
"Iya jagoanku, ya udah Arfa sarapan dulu sana."
Arfa pun berlalu ke ruang makan untuk sarapan karena perutnya juga sudah lapar.
Setelah menemani Arfa sarapan, Dina pun menghampiri Rega sambil membawa bubur. Dilihatnya Rega yang masih meringkuk dibawah selimutnya. Dina meletakkan bubur diatas meja lalu duduk dipinngir ranjang.
" Mas sarapan dulu ya, ini aku udah bawain bubur," kata Dina sambil membuka selimut yang menutup tubuh Rega.
Rega pun menarik kembali selimutnya sembari menatap tajam pada Dina.
" Aku belum lapar. Kalaupun lapar nanti aku bisa ambil sendiri, mending kamu keluar aja!" ketus Rega tanpa menatap Dina.
" Mas...aku minta maaf, tapi aku hanya ingin membantumu tadi malam. Apa aku salah Mas?"
" Tidak usah beralasan lagi Din! Sekarang kelurlah atau aku yang akan pergi!"
Dina pun keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
****
__ADS_1
Siang itu, Vino dan Piran tengah berjalan-jalan di mall. Vino meminta Piran untuk menemaninya membeli beberapa baju kerja sambil menemani makan siang. Setelah lelah berpindah dari toko satu ketoko lainnya , akhirnya Vino mendapatkan beberapa baju pilihannya yang tentu saja dibantu Piran. Vino melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB.
"Pir makan dulu yuk, udah laper nih!" kata Vino sambil memegangi perutnya.
"Oke deh Vin," sahut Piran agak malas karena dia sudah bosan menemani Vino dari tadi.
Akhirnya mereka masuk disalah satu restoran fastfood yang ada didalam mall.
"Loe duduk aja Pir biar gue yang antriin."
Piran pun hanya menurut lalu menunggu sambil bermain game diponselnya. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Vino datang dengan membawa dua porsi nasi ayam dan minuman soda.
"Ayo Pir makan dulu." Tanpa menjawab,Piran langsung mulai makan.
"Vin habis ini gue pulang ya, gue capek."
"Kok langsung pulang Pir, emang loe nggak mau beli apa gitu?"
"Gue lagi nggak pengen apa-apa kok Vin."
" Ehmm Vin nanti turunin gue di mini market depan ya!"
Vino pun menatap heran kearah Piran. Piran yang menyadari hal itu langsung memberikan alasannya.
"Gue mau beli perlengkapan pribadi vin,jadi loe langsung pulang aja!"
"Trus loe nanti pulangnya gimana kalau loe nyuruh gue duluan?"
"Gampang, nanti gue bisa nyuruh supir gue buat jemput," kata Piran sambil turun dari mobil Vino lalu melambaikan tangannya.
****
Hari minggu ini, Arfa terpaksa jalan-jalan ditemani pengasuhnya karena Rega sedang sakit dan Dina ada laporan yang harus segera dikerjakan. Tuti membawa Arfa ke mini market karena tadi Rega menyuruhnya membeli beberapa biskuit,susu dan jajanan untuk Arfa.
__ADS_1
" Mbak Tuti," panggil Arfa sambil menarik-narik baju Tuti.
" Kenapa? Arfa mau beli sesuatu?"
Arfa menggelengkan kepalanya lalu menunjuk sesuatu diluar. Tuti mengarahkan pandangannya pada telunjuk Arfa.
"Arfa mau naik odong-odong?" tanya Tuti yang diangguki Arfa.
Tuti pun membawa Arfa naik odong-odong sambil menyuapi biskuit kemulut Arfa.
Setelah membayar blanjaannya, Piran segera keluar. Piran duduk dibangku sambil menunggu supir yang akan menjemputnya.
"Tante cantik!" panggil Arfa saat melihat orang yang pernah menolongnya di taman.
Piran pun menoleh lalu mencari suara anak kecil yang memanggilnya. Piran tersenyum saat mendapati bocah menggemaskan sedang tersenyum kearahnya. Piran pun mendekati Arfa yang sedang naik odong-odong.
"Halo tampan, kita ketemu lagi."
"Halo juga Tante cantik! Tante sendirian?"
"Iya, Arfa sama mbak Tuti aja?Arfa udah makan belum?"
" Ayah Arfa lagi saki Tante jadi nggak bisa nemeni Arfa jalan-jalan. Arfa nggak mau makan Tante soalnya ayah juga nggak mau makan," ucap Arfa polos.
"Nggak boleh gitu dong! Arfa harus makan biar nggak sakit kayak ayahnya. Ehmm gimana kalau Tante traktir Arfa makan bubur ayam trus nanti Arfa bisa bungkus satu buat ayah Arfa pasti nanti ayah kamu mau makan," bujuk Piran.
" Beneran Tante? Kalau gitu Arfa mau deh!"
Piran pun membawa Arfa dan Tuti kewarung langganannya dulu waktu SMA. Piran tersenyum senang karena warung bubur ayam itu masih jualan. Piran segera turun dari mobil lalu masuk kewarung. Tak berapa lama, mereka pun menikmati bubur ayam.
"Tante cantik makasih ya, Tante baik banget," kata Arfa sambil memamerkan senyumnya.
Piran pun mengangguk sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Kenapa gue ngrasa muka Arfa mirip Vino ya? Tapi nggak mungkinlah, Vino aja belum nikah. Ya mungkin ini salah satu kembarannya Vino tapi versi anak-anak.
bersambung...