
Piran mengerjapkan matanya lalu melihat kearah kaca dimana sudah ada sedikit cahaya yang masuk kekamarnya. Piran menolehkan wajahnya kesamping dan tampak Rega yang masih memejamkan matanya dengan lelap dan terlihat damai. Piran memperhatikan wajah Rega yang hampir setahun tak dilihatnya. Dengan perlahan Piran mendekatkan wajahnya lalu mengecup sekilas bibir Rega lalu menyingkirkan tangan dan kaki Rega yang bertumpu diatas badannya. Piran berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri karna dia harus cepat pergi. Piran mulai melepaskan seluruh pakaiannya lalu berdiri dibawah shower untuk membersihkan diri.
Rega membuka matanya perlahan karena mendengar suara gemericik air. Rega pun merasa heran dengan Piran karena pagi-pagi begini sudah mandi. Akhirnya Rega beranjak dari tempat tidur setelah melilitkan handuk ditubuhnya. Rega sedikit menyipitkan matanya karena pintu kamar mandi yang tak tertutup dengan rapat.
"Sayang kamu mandi tapi kok nutup pintunya kurang rapat yang!" panggil Rega pelan yang terdengar seperti masih mengantuk.
"Sayang..." panggil Rega lagi karena Piran tak menjawab sahutannya.
Rega pun nekat masuk kekamar mandi karna khawatir kalau terjadi sesuatu. Tapi ternyata diluar dugaannya, karena justru kini yang ada dihadapannya sebuah pemandangan indah yang tak mungkin dia lupakan. Rega memandangi tubuh polos Piran yang tengah mandi dengan mulut ternganga lalu menelan salivanya menahan sesuatu. Rega segera merapatkan pintu kamar mandi dan berlalu pergi karna khawatir jika dirinya tak bisa menahan diri. Rega tiduran disofa setelah menggunakan baju dan celananya sambil menunggu Piran selesai mandi. Tiba-tiba ponsel disaku celananya bergetar lalu Rega mengambilnya dan terlihat nama Dina dilayarnya.
"Halo Din kenapa?"
"Kamu pulang jam berapa Mas ini udah pagi loh?"
"Ya belum tahu, mungkin nanti jam sembilanan. Ya udah aku tutup telfonnya ya, nggak enak ni sama temenku nanti tidurnya keganggu."
"Iya Mas, ya udah nanti pulangnya hati-hati."
__ADS_1
Rega menutup telfonnya dan kaget saat mendapati Piran sudah ada disampingnya.
"Ehmm ini...ini Dina Pir! Dia cuma nanya kapan aku pulang,"jelas Rega khawatir.
" Kamu nggak usah gugup gitu jelasinnya. Dia kan istri kamu ya wajar aja kalau dia telfon kamu," kata Piran sambil beranjak pergi.
Rega mengikuti langkah Piran lalu memeluknya dari belakang"Aku tahu kamu cemburu yang, tapi percayalah pernikahanku dengan Dina hanyalah sebatas status. Bahkan semenjak menikah aku sama sekali tidak menyentuhnya."
"Kamu pria normal Re, mengapa kamu nggak nyentuh dia bahkan kalian pasangan yang sah tidak seperti kita!"
Rega membalikkan badan Piran dan menatap tajam kearah Piran dan berkata," Itu karna aku tidak mencintainya Pir dan aku hanya akan melakukannya dengan orang yang aku cintai."
Piran beranjak kedapur lalu memasak 2 porsi mie instan dan telur goreng. Tak lupa Piran juga membuat susu untuk minumnya. Rega yang sudah selesai mandipun mendekati Piran yang tengah memasak.
"Wah sayangku sekarang udah pinter masak," kata Rega sambil memeluk Piran dari belakang.
"Nggaklah Re, masih kalah sama kamu. Ini cuma masak mie instant aja."
__ADS_1
Setelah siap, Piran menyajikannya dimeja makan. Rega menarik Piran kepangkuannya lalu menyuapinya seperti dulu. Piran hanya tersenyum dengan sikap manis Rega yang tak berubah.
"Re habis ini aku pulang karena besok aku harus balik ke London."
"Besok!" kata Rega tak percaya.
" Iya Re, karena semakin lama aku disini ini tidak akan baik untuk kita. Setelah ini pulanglah pasti Dina sudah menunggu kamu pulang."
"Tapi kita akan ketemu lagi kan yang?"
"Yah mungkin suatu hari nanti. Mungkin ini kepulangan terakhirku hingga aku lulus."
"Tapi yang..."
"Selesaikanlah masalahmu Re dan maaf aku tidak bisa ikut campur."
"Ya semoga akan ada kebenaran yang ditunjukkan untuk aku dan aku percaya itu."
__ADS_1
Mereka berduapun berpelukan sebelum berpisah lagi.
bersambung...