
Begitu malam tiba, Piran dan Rega beserta seluruh keluarganya telah siap berada dihotel Avarist untuk melaksanakan resepsi.
Sepasang pengantin nampak berjalan menuju kursi pelaminan. Rega terlihat tampan dengan tuxedo warna krem sedangkan Piran juga nampak anggun dengan gaun pengantin warna krem yang simpel namun terlihat elegan.
Para tamu mulai berdatangan dan memenuhi ball room. Mereka terdiri dari para sahabat, kerabat dan kolega bisnis. Piran menyalami para tamu dengan posisi berdiri yang sudah tidak tenang.
" Kamu kenapa sih yang? Kok nggak bisa diem gitu?"
" Kaki aku pegel banget yang. Capek berdiri terus dari tadi!"
" Ya sabar yang, ntar lagi juga udah selesai."
Piran pun mengerucutkan bibirnya karna sebal.
" Udah bibirnya jangan ditungguin, pengen dicium yah?" kata Rega menggoda Piran.
" Ishh kamu nyebelin!" balas Piran sambil mencubit perut Rega.
Pukul sebelas malam acara baru berakhir. Rega segera mengajak Piran menuju kamar hotel yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Begitu masuk kamar, mereka segera membersihkan diri.
" Sini yang biar aku pijit kaki kamu?" kata Rega sambil menepuk ķasur disebelahnya.
Piran pun duduk disebelah Rega lalu menyelonjorkan kakinya. Dengan telaten, Rega memijat kaki Piran.
__ADS_1
" Ya gitu yang, enak banget yang."
" Kamu enak yang, aku yang pegel."
" Aduh yang jangan digituin malah jadi sakit!"
" Nggak apa-apa yang, kalau diginiin malah jadi cepet enak."
Dua orang yang mendengar pembicaraan pasangan pengantin baru itu pun senyum-senyum sendiri karena mengira sedang terjadi adegan malam pertama.
" Ihh Pah nggak nyangka ya ternyata mantu kita yang kalem itu ganas juga?" kata Rani sambil tersenyum.
" Hehe iya mah, bisa cepet punya cucu kita. Udah Mah ngupingnya, mending sekarang kita kekamar aja bikin adek buat Piran."
" jangan macem-macem ya Pah! Udah tua juga!"
" Ih tua gimana Mah! Gini-gini masih bisa bikin Mamah teriak keenakan."
Sementara itu Rega yang sudah selse memijat Piran pun langsung tertidur karena kecapean. Tengah malam pun Rega terbangun karena kehausan. Selesai minum Rega kembali keranjangnya.
Saat menyibak selimut, tanpa sengaja Rega melihat dress tidur Piran yang tersingkap hingga mengekspos paha mulusnya. Rega pun melepas seluruh bajunya lalu mendekati Piran.
Rega memelorotkan dress dan dan dalaman Piran secara perlahan. Rega tampak kagum melihat tubuh polos istrinya lalu menindih Piran yang masih dalam keadaan tidur. Rega memainkan benda kenyal istriya hingga membuat Piran menggeliat Piran.
__ADS_1
Piran yang merasa tidurnya terganggu pun membuka matanya dan alangkah terkejutnya Piran yang melihat Rega sudah berada diatas tubuhnya.
" Yang, kok kita udah telanjang sih?"
" Hehe, rahasia dong! Udah sekarang saatnya kita melakukan malam pertama kita," sahut Rega lalu ******* bibir istrinya dengan nafsu.
Ciuman dan sentuhan Rega benar-benar membuat Piran melayang hingga bibirnya terus mengeluarkan suara kenikmatan hingga tiba saatnya Rega akan memasukkan miliknya.
" Yang, aku masukin yah?" tanya Rega dengan suara seraknya menahan gairah.
" Pelan-pelan ya yang, aku takut," kata Piran sambil memeluk erat Rega.
Rega mulai melakukan tugasnya dengan berhati-hati karna takut menyakiti istrinya. Rega memasukkan miliknya secara perlahan dengan sedikit dorongan.
" Auuwww sayang sakit!" kata Piran mencengkram erat lengan Rega.
Setelah berusaha keras, akhirnya Rega bisa membobol milik istrinya. Rega mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo sedang.
Semakin lama rasa sakit yang Piran rasakan sudah hilang dan berganti dengan rasa nikmat yang terus menerjang dirinya.
Malam itu dilewati pasangan pengantin baru itu dengan penuh kebahagiaan. Rega tak peduli dengan tubuhnya yang sudah bermandikan keringat dan terus mengulang hingga tiga kali pelepasan.
Piran yang sudah tak berdaya pun hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya.
__ADS_1
bersambung...