Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 42


__ADS_3

Dina mendorong Vino yang sedang ******* bibirnya. Vino terpaksa melepas tautan bibirnya sambil memandang wajah Dina dengan penuh tanda tanya. Deruan napas keduanya yang tak beraturan pun masih terdengar.


" Sorry Vin, gue mau pulang," kata Dina dengan raut wajah tak menentu.


" Oke! Maaf ya Din, gue nggak bermaksud..." ucap Vino yang menggantung kalimatnya.


" Udah lupain aja! Gue pulang dulu!" kata Dina sambil berlalu pergi.


Vino sebenarnya ingin mengantar Dina pulang tapi wanita itu menolak tawarannya. Vino masih duduk diatas kasurnya sambil melamun.


Apa yang gue lakuin tadi? Bisa-bisanya gue nyium Dina! Tapi tadi gue beneran nggak bisa nahan diri.


Vino bergumam dalam hati.


Sementara itu, Dina yang sudah sampai dirumahnya langsung masuk kamar. Dina memegang jantungnya yang masih berdegup kencang karena ciuman Vino tadi.


"Kenapa gue malah bales ciuman Vino sih! Dan kenapa juga gue malah menikmatinya? Apa karna dia yang pertama buat gue sampai saat ini?" Dina berbicara sendiri sambil meraba bibirnya yang masih terasa panas dan basah. Tiba-tiba Dina mendengar suara Arfan yang sedang bernyanyi. Dia pun langsung membuka pintu kamar untuk menyambut Arfan.


" Wah anak Bunda sudah pulang sekolah," ucap Dina sambil membelai-belai wajah Arfan.


Muka Arfan bener-bener mirip Vino.


Gumam Dina dalam hati.

__ADS_1


"Loh kok Bunda udah pulang?" tanya Arfan kaget.


" Iya sayang, tadi bunda kurang enak badan makanya Bunda ijin pulang," jelas Dina.


" Ya udah sekarang Bunda tiduran aja biar Arfa temenin," ucap Arfa lalu menggandeng tangan bundanya masuk kamar.


****


Siang itu tampak Piran sudah keluar dari ruang rapat bersama sekretarisnya. Piran tersenyum lebar karena hari ini dia berhasil mendapatkan proyek besar untuk pertama kalinya setelah menjabat sebagai CEO diperusahaan ayahnya.


" Tasya, saya mau makan diluar, apa kamu mau ikut?" tanya Piran.


" Sebelumnya saya ucapkan trima kasih Bu untuk tawarannya, tapi maaf saya tidak bisa ikut karena saya juga sudah ada janji," jelas Tasya.


Piran segera memacu mobilnya menuju restoran yang menyajikan bakso favoritnya. Setelah sampai,Piran segera memesan menu makanannya. Begitu baksonya tersaji,Piran langsung makan dengan lahap. Maklum saja, semenjak pulang dari London,Piran belum sempat mampir kerestoran ini.


Selesai makan, Piran menuju toilet untuk cuci mulut serta merapikan penampilannya. Bagaimana pun juga dia sekarang adalah CEO yang harus selalu menjaga penampilannya. Selesai dengan urusannya, Piran langsung keluar namun tiba-tiba ada yang menabraknya dari depan sampai badannya terbentur tembok.


" Auww..." ringis Piran.


" Ehh maaf Mbak, saya nggak sengaja!" ucap lelaki yang menabrak Piran.


" Iya Mas nggak apa-apa tapi lain kali tolong hati-hati."

__ADS_1


" Iya Mbak sekali lagi saya minta maaf. Oh ya Mbak ini tasnya."


Piran menerima tasnya lalu mendongak untuk melihat wajah orang yang menabraknya.


Duarrr...


Keduanya kaget saat melihat wajah masing-masing.


" Piran...Kamu udah kembali sayang," ucap pria yang ternyata adalah Rega.


" Iy...iya. Oh ya Re, aku harus pergi sekarang," jawab Piran sambil berlalu pergi.


" Tunggu Pir! Kamu jangan pergi dulu!" teriak Rega lalu mengejar langkah Piran yang cepat.


Rega langsung meraih bahu Piran lalu membalikkan tubuh Piran hingga menghadapnya.


"Apalagi Re? Aku bener-bener banyak kerjaan!" ucap Piran tegas.


" Ya udah, aku biarin kamu pergi sekarang! Tapi nanti malam kita ketemu di apartemen kamu ya," kata Rega lalu mencium kening Piran tanpa malu.


Rega pun membukakan pintu mobil Piran. Rega menatap kepergian mobil Piran hingga tak terlihat.


Terima kasih sayang karna kamu kembali lagi dihidupku walaupun mungkin hubungan kita ini akan semakin rumit.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2