Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 20


__ADS_3

Rega dan Piran tengah duduk bersama dengan orang tua Rega diruang tamu.


"Mari nak Piran silahkan diminum," tawar bu Asih dengan ramah.


"Eh iya Buk l, nanti kalau haus saya minum," jawab Piran agak kaku.


"Ehmm Non Piran yakin pacaran dengan anak saya. Yah Non Piran tahu sendiri keluarga kami ini hanya orang biasa," tanya pak Yanto meyakinkan.


"Bapak jangan panggil saya Non, panggil Piran saja Pak. Saya serius kok Pak saya nggak peduli Rega dari keluarga apa buat saya Rega adalah pria penyayang dan dia mampu membawa dampak positif buat saya," jawab Piran sambil menggenggam kuat tangan Rega.


"Ya sudah Bapak sama Ibu cuma bisa mendoakan kalian semoga hubungan kalian bisa membuat kalian lebih semangat dalam meraih cira cita dan berpacaranlah yang sehat," kata pak Yanto menasehati.


"Ibu sama Bapak mau kedalam dulu ya, soalnya capek tadi habis kondangan mau tidur siang dulu," pamit bu Asih sambil berlalu kekamar dengan pak Yanto.


"Sayang aku langsung pulang ya soalnya nanti sore aku ada janjian sama temen mau ke mall."


"Cepet banget sih yang! Aku belum puas ni berduaan ama kamu," rengek Rega dengan cemberut.


"Ih jangan gitu ah kayak anak kecil! Ya udah nanti malem aku tidur di apartemen, kamu kesana aja."


"Oke deh yang. Oh ya ke mall mau ngapain sih?" tanya Rega kepo.


"Ini urusan kaum wanita yang! Udah ah aku pulang dulu." pamit Piran lalu mencium pipi Rega.


Piran sudah meninggalkan rumah Rega, kini tinggal Rega sendirian dikamarnya.


Rega tengah membaca buku-buku panduan berjudul kiat lolos UMPTN.


Dertttt...


Tiba-tiba hp Rega berbunyi dan tertera nama Dina disana. Rega pun menerima panggilan telfon dari Dina.

__ADS_1


" Halo Din kenapa?"


"Re tolongin gue dong, gue jatuh


dikamar mandi nih!"


" Hah loe jatuh! Emang dirumah loe


nggak ada orang?"


"Nggak ada Re, semua lagi pada


pergi. Udah cepetan loe kesini!


Udah nggak tahan nih kaki gue."


" Oke gue langsung kesana! Loe


tahan dulu yah."


Rega berlari kelantai 2 lalu berdiri sesaat didepan pintu kamar Dina.


"Din gue masuk yah," ijin Rega.


"Masuk aja Re! Gue dikamar mandi cepet Re tolongin gue!" teriak Dina dari dalam kamar mandi.


Rega pun memasuki kamar Dina lalu melangkah menuju kamar mandi.


Ceklek


Rega membuka kamar mandi dan betapa kagetnya Rega yang melihat Dina terduduk dilantai dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Rega pun langsung mengambil handuk untuk menutupi tubuh Dina lalu menggendongnya ketempat tidur. Rega merebahkan Dina dikasur dengan perlahan lalu meluruskan kakinya.

__ADS_1


"Kok loe bisa kepleset sih Din? Lagian orang rumah pada kemana kok bisa sepi gini?"


"Ya namanya juga musibah Re, ya gue mana mau kepleset! Orang rumah lagi pada pergi kekampungnya bik Nunung soalnya anaknya nikahan."


Rega hanya diam saja sambil menatap Dina kemudian mengambil selimut agar tubuh Dina tertutup semua.


"Udah loe cepetan pakai baju, gue tunggu diluar!"ucap Rega lalu keluar dari kamar Dina.


Rega menelfon tukang urut wanita yang merupakan tetangganya sendiri.


" Re gue udah selse pakai bajunya loe masuk lagi aja!" teriak Dina dari dalam.


Rega pun membuka pintu lalu memasukkan sedikit badannya sambil menghadap Dina.


"Gue tunggu disini aja! Barusan udah gue telfonin tukang urut bentar lagi orangnya kesini."


"Ngapain pakai panggil tukang urut kenapa nggak loe aja yang mijitin gue!"


Rega yang mendengar ucapan Dina hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


"Ya nggak bisa dong Din! Kita ini cuma temen, gue nggak bisa sembarangan nyentuh loe!" jelas Rega.


" La kan cuma mijit kaki doang Re kan nggak berlebihan! Yang berlebihan itu yang ciuman panas disekolahan!" sindir Dina.


Rega yang merasa tersindir pun menatap tajam kearah Dina.


"Piran itu pacar gue Din! Dan kami melakukannya atas dasar suka sama suka jadi nggak berlebihan. Dan kalau gue melakukannya di sekolahan ya gue akui gue salah. Oh ya bentar lagi tukang urutnya dateng jadi gue mau langsung pulang aja!" pamit Rega sambil berlalu meninggalkan Dina sendiri dikamar.


Dina yang kesalpun meluapkannya dengan melempar boneka boneka dikasurnya kelantai.


Padahal gue udah rela telanjang didepan loe Re! Tapi kenapa loe masih nggak mau lihat gue lebih dari temen.

__ADS_1


Gumam Dina sambil memukuli bantalnya.


bersambung...


__ADS_2