Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 64


__ADS_3

Rega menggendong bayi laki-lakinya yang baru saja ia adzani kemudian menyerahkan bayinya pada Piran untuk disusui. Piran tersenyum melihat anaknya yang menyedot susunya dengan sangat kuat.


" Yang, Rindra nyusunya kenceng banget ya? Padahal nggak ada yang mau minta nenennya."


" Mungkin Rindra takut nenennya kamu rebut yang,hehe..."


" Ayah nggak akan ngrebut ***** kamu Rindra. Cuma kita berbagi aja, kan ini punya Ayah juga," kata Rega sambil mengelus pipi baby Rindra.


Disaat mereka sedang bercanda, datanglah orang tua Rega juga orang tua Piran.


" Wah-wah Pak Yanto lihat! Cucu kita tampan sekali," ucap David.


" Iya Pak David. Bener-bener mirip Rega waktu bayi."


"Kamu kasih nama siapa bayi laki-lakimu nak?"


" Aku kasih nama Garindra Putra Winata Buk! Ada gabungan namaku juga Piran."


Semua orang diruangan tersebut tampak bahagia dengan kehadiran baby Rindra.


Sudah hampir seminggu baby Rindra berada di rumah. Piran pun memutuskan untuk mengasuh bayinya sendiri tanpa bantuan pengasuh. Rega sendiri juga sangat mendukung keinginan istrinya itu.


Rega sering pulang awal bahkan ikut terjaga dimalam hari demi membantu istrinya mengurus Rindra. Seperti siang ini, Rindra akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama Piran.

__ADS_1


Rega masuk kedalam kamarnya sambil membawa nampan berisi sepiring nasi porsi besar,sayur bayam,telur bacam dan juga ikan goreng. Tak lupa Rega juga membawa satu gelas susu khusus ibu menyusui.


" Yang kamu udah pulang?" Piran menghampiri Rega lalu mencium tangan Rega.


" Iya baru aja datang. Makan dulu yuk!" kata Rega lalu membawa Piran duduk di balkon untuk makan.


" Yang kamu pasti capek banget. Kalau capek nggak masalah kalau kamu mau makan siang dikantor."


" Nggak masalah kok yang. Lagian aku emang pengen pulang buat main sama Rindra sebentar. Ya udah ayo makan, ntar keburu dingin."


Rega menarik Piran kepangkuannya lalu mulai menyuapkan makanan kemulut Piran juga untuk dirinya. Selesai makan, Rega menghampiri Rindra yang sedang tidur di box bayi.


Setelah mencium Rindra, Rega mendekati Piran lalu memeluknya dari belakang. Rega meletakkan dagunya dibahu Piran lalu tangannya mulai mengelus paha Piran dibalik dress.


" Gimana kalau sekarang kamu manggil aku mas dan aku manggil kamu dek," pinta Rega sambil terus menciumi bahu Piran.


" Iya Mas, aku mau. Tapi ini lepasin dulu Mas nanti takutnya kebablasan. Mas ingat kan kalau aku belum ada 40 hari."


" Iya Dek, Mas inget. Mas cuma pengen nyiumin kamu aja. Mas nggak semangat karna 2 minggu nggak nyentuh kamu."


Rega membalikkan badan Piran dan langsung menjilati leher jenjang Piran tanpa meninggalkan bekas merah. Rega mengalihkan ciumannya kebibir Piran yang manis.


Rega memainkan bibir Piran dengan ******* kecil hingga Piran merasakan milik suaminya yang sudah berdiri.

__ADS_1


Piran yang kasihan dengan penderitaan suaminya pun langsung melepas celana suaminya.


Piran berlutut didepan Rega lalu mulai memainkan senjata suaminya yang sudah menegang. Piran memijat dan mengulum milik suaminya seperti sedang memakan es krim.


Rega yang terkejut dengan perlakuan Piran pun hanya bisa merem melek menahan kenikmatan hingga akhirnya dia mengeluarkan cairannya.


"Makasih sayang kamu hebat banget! Nanti kapan-kapan lagi ya."


"Ihh maunya!"


Rega segera membersihkan diri dan merapikan penampilannya.


Tak lama Arfa, Vino dan Dina datang berkunjung untuk menengok anak Piran yang baru lahir. Dina juga membawa bayi perempuannya yang baru berumur dua bulan.


" Ayah, ini Arfa bawain mainan juga baju buat dedek Rindra."


"Iya makasih sayang, pasti dedek Rindra seneng banget."


Mereka pun berbincang-bincang dengan hangat seolah melupakan masalah yang sudah terjadi diantara mereka.


Mereka sudah saling memaafkan dengan Arfa yang menjadi penyatu diantara dua keluarga kecil tersebut.


The End....

__ADS_1


__ADS_2