
Pukul 9 pagi, Rega sudah tiba didepan gerbang rumah Piran.
Rega segera membunyikan lonceng pagar untuk memanggil pak satpam.
Pak Marno pun segera menuju pagar setelah mendengar bunyi lonceng pagar.
"Maaf Dek, ada perlu apa ya?" tanya pak Marno ramah.
" Saya Rega, temannya Piran kemaren saya sudah bikin janji sama dia,"ucap Rega.
"Oh Mas Rega tow! Mari silahkan masuk mas, sudah ditunggu Non Piran didalem,"pak Marno pun membuka pintu pagar untuk Rega.
"Ya Pak trima kasih," ucap Rega lalu menjalankan motornya masuk kedalem.
Piran yang melihat Rega dari atas langsung turun kebawah untuk membukakan pintu.
Ting tong
Suara bel rumah berbunyi saat Rega menyentuhnya.
Ceklek
Piran membukakan pintu dengan senyum lebar.
"Sayang lama banget, aku udah nunggu dari tadi," rengek Piran manja.
Rega melihat jam yang melingkar ditangannya kemudian mengernyitkan dahinya.
" Aku kan cuma telat 10 menit sayang, masak nunggunya udah lama banget sih," ucap Rega dengan gaya yang dibuat-buat.
" Ahh pokoknya kamu tadi lama!" Piran tak mau kalah.
"Iya-iya aku tadi yang lama. Jadi gimana nih, aku disuruh berdiri terus gitu disini,"rengut Rega.
" Nggak dong ayo masuk." Piran menarik Rega menuju ruang tamu.
"Kamu mau minum apa yang biar aku buatin?"tawar Piran.
Rega hanya diam saja sambil menyilangkan tangan didadanya.
" Susu coklat mau? Tadi aku habis bikin soalnya," usul Piran.
__ADS_1
"Aku nggak suka susu yang," keluh Rega.
" Masak nggak suka yang, padahal susu bagus loh buat kesehatan dan pertumbuhan," jelas Piran.
"Iya sih yang, tapi aku sukanya cuma satu merek susu walaupun aku belum pernah nyobain. Aku sih yakin susu ini bagus banget buat jiwa raga aku," jelas Rega dengan senyum jahil.
"Susu apa tu yang? Masak belum pernah nyobain tapi udah bilang suka. Aneh kamu yang," tanya Piran yang merasa heran.
" Penasaran banget ya yang? Merek susunya asp yang," jawab Rega dengan menahan senyum.
" Apaan tu yang susu asp? Baru denger aku," Piran makin penasaran.
" Asp itu artinya air susu Piran," jawab Rega berbisik.
"Maksudnya?"
"Ya itu yang susu punya kamu yang ada 2 itu yang slalu kamu bawa kemana- mana."
"Regaaaa..." teriak Piran sambil mencubiti Rega.
" Yang udah dong yang, ini cubitan kamu berasa banget loh." Rega melindungi tubuh dengan kedua tangannya.
" Habis kamu mesum melulu. Aku nanya serius malah jawabnya bercanda!" Sebal Piran.
"Udah ah aku males kalau kamu mulai nggak jelas gini! Yuk berangkat sekarang aja aku mau ambil tas dulu." Piran menuju kamarnya dilantai atas.
Piran dan Rega sudah sampai di mall.
Rencana kencan mereka hari ini yaitu menonton bioskop.
Rega sudah membeli 2 tiket dan camilan serta minuman.
" Yuk Pir filmnya udah mau mulai."
"Emang mau nonton film apa Re?"
"Udah pokoknya kamu tinggal ngikut aja." Rega merangkul Piran masuk bioskop.
Rega membimbing Piran menuju kursi mereka.
"Duduknya disini yank." Rega mendudukkan Piran dikursi lalu dia duduk disebelahnya.
__ADS_1
Film sudah mulai diputar dan ternyata Rega mengajak nonton film horor.
Piran yang mulai ketakutan pun menyembunyikan wajahnya dilengan Rega.
" Yang kok kamu malah ngajak nonton film kayak gini sih! Nanti aku pasti jadi takut kalau sendirian," protes Piran dengan wajah yang pucat.
" Yang ini kan cuma film. Yang jadi setan aja juga manusia. Itu mukanya cuma dimake up aja biar keliatan seram." Rega menenangkan Piran lalu menggenggam tangannya agar gadis itu tidak terlalu takut.
Piran akhirnya ikut menonton juga, walaupun dia hanya mengintip dari balik tangannya.
Hingga pada pertengahan film, terdapat adegan ranjang yang memperlihatkan pasangan pemain dalam keadaan setengah telanjang.
" Yang kok ada kayak gitunya si" tanya Piran agak canggung.
"Yah namanya juga film yang, wajar aja kalau diselipin adegan kayak gitu apalagi ini film luar," jelas Rega.
Terdengar pemain wanita yang sedang mendesah membuat pasangan itu jadi panas dingin.
"Yang aku mau dong kayak gitu sama kamu," goda Rega dengan berbisik.
"Ih kamu jangan aneh- aneh deh Re." Piran memukul pelan paha Rega.
"Ih kok marah sih yang itu kan enak kata orang." Rega masih menggoda Piran yang wajahnya sudah memerah.
" Nggak mau harus nikah dulu lagian itu katanya sakit."
"Ya kan nanti aku masukkinnya pelan-pelan yang supaya kamu nggak terlalu sakit." Rega tersenyum jahil sambil mengelus paha Piran.
"Ah udah lanjut nonton filmnya." Piran memutar kepala Rega kearah layar.
"Tapi mau kan yang? Enak loh." Rega menyenggol lengan Piran sambil mengedipkan matanya.
"Ngomong lagi aku nggak akan mau kamu cium lagi," ancam Piran dengan mata melotot.
"Tapi yang waktu itu aja ditempelin enak apalagi kalau beneran dimasukin," jawab Rega yang masih belum mau mengalah.
"Regaaaa...." Panggil Piran dengan suara rendah dan panjang menandakan kalau dia sudah kesal.
Akhirnya Rega pun memilih diam dan mereka melanjutkan menonton dengan tenang.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like dan komen kalian yah.