
Pagi itu tampak Dina sedang gelisah duduk dikursinya. Pandangannya terus tertuju kepintu kelas,berharap orang yang sedang dirindukannya segera muncul. Tapi lagi-lagi hatinya kecewa karna Rega tak muncul juga.
Karena tak tahan menunggu akhirnya Dina berdiri untuk keluar kelas.
" Mau kemana Din kok buru-buru banget?" Terdengar suara Rega yang mengagetkan Dina.
" Engg itu mau... mau ketoilet kebelet makanya buru-buru." Dina tergagap karena kaget dan beralasan karna tak mungkin dirinya jujur alasan dia terburu-buru.
"Ya udah gue masuk dulu ya," kata Rega berlalu masuk kelas.
Rega melihat Dina yang sudah kembali duduk.
"Gimana Din udah sembuh loe?"
"Iya gue udah 100% sehat. Ehm nanti jalan-jalan yuk Re, gue pengen beli es buah sama cilok langganan kita."
"Ya lihat nanti ya Din, tapi gue nggak janji."
"Emang loe mau ada acara apa," tanya Dina heran, karena tak biasanya Rega menolak ajakannya.
"Oh ya gue belum crita ya! Sekarang gue ama Piran udah baikan dan saat ini gue lagi deket ama dia. Ini nanti gue ada janji sama Piran mau ketoko buku. Dia minta ditemenin nyari buku pelatihan soal ujian."
Seketika penjelasan Rega membuat Dina hampir tak percaya.
Rega yang selama ini tidak mudah dekat dengan orang, tiba-tiba bercerita seolah-olah saat ini dia tengah berhubungan dekat dengan Piran.
"Atau loe mau ikut juga Din,nanti pulangnya kita bisa mampir beli cilok gimana?" ajak Rega karena tidak tega melihat wajah kecewa Dina.
" Ya deh kalau loe ngajakin gue mau," jawab Dina setuju karena dia penasaran dengan kedekatan Rega dan Piran.
Teetttt...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi.
Piran sudah menunggu Rega diparkiran sambil memainkan hpnya.
"Udah lama nunggu Pir?" tanya Rega lalu duduk disebelah Piran.
"Nggak baru aja kok"jawab Piran lantas menyimpan hpnya ditas.
"Lagian kamu nunggunya kok disini sih? Disini kan panas, nih lihat kamu jadi keringetan gini," kata Rega sambil tangannya mengelap keringat didahi Piran lalu menutupi kepala piran dengan jaketnya.
Piran yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung tersenyum manis, sedangkan Dina menatap tak percaya pada kelakuan aneh Rega yang belum pernah dilihatnya.
__ADS_1
"Dina mau ikut boleh kan Pir?"
Piran hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
Mereka bertigapun segera pergi ketoko buku yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah dengan Rega yang menumpang mobil Piran.
Rega dan piran sudah masuk ketoko buku. Rega terus mengintil dibelakang Piran yang tengah memilih milih buku.
"Pir tunggu bentar! Rega menghentikan langkah Piran lalu tanpa permisi Rega berjongkok didepan Piran lalu membenahi tali sepatu Piran yang lepas.
"Ihh loe Re tinggal bilang nanti gue benerin sendiri ," kata Piran malu.
"Nggak apalah lagian kan saya yang mau."
Piran yang senangpun langsung mencubit pelan dada Rega.
"Ihh jangan dicubit disini Pir! Saya jadi geli," kata Rega tertawa geli sambil melepas tangan Piran dari dadanya.
Sementara itu, Dina yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam. Air matanya tiba-tiba saja menetes karna tak sanggup melihat dua orang yang tengah bercanda dengan mesranya.
Dina menghapus air matanya lalu berjalan mendekati mereka.
" Re gue balik duluan ya, soalnya baru aja mama ngasih tahu kalau om ama tante gue dateng kerumah."
Piran sudah berada dimobil dengan Rega.
Krucuk krucuk...
Tiba-tiba suara perut Piran terdengar nyaring.
"Wuuh udah laper ya kasihan deh ini," kata Rega sambil mengelus perut Piran.
"Laper Re tapi gue males mampir resto, udah capek." Piran menyenderkan kepalanya.
" Mau saya buatin nasi goreng telur dadar?"
Tawaran Rega membuat wajah Piran berbinar.
"Ehmm mau banget! Kita ke apartemen gue ya, deket kok dari sini."
Piran segera melajukan mobilnya ke apartemen tanpa menunggu persetujuan dari Rega.
Mobil Piran sudah terparkir diapartemen mewah milik Piran.
__ADS_1
Mereka segera naik lift menuju lantai 10. Piran membuka pintu apartemen setelah memasukkan kata sandi.
"Re kalau loe mau langsung masak dapurnya ada disitu. Gue mandi dulu ya." Piran lansung masuk kamar untuk mandi. Dia memakai baju terusan warna pink pucat.
Piran keluar dari kamar dan melihat Rega yang tengah menyiapkan nasi goreng dipiring.
"Harum banget Re jadi tambah laper nih."
"Yuk makan. Mau makan sendiri apa disuapin?"
"Makan sendiri aja ah biar cepet." Piran pun segera menghabiskan nasi goreng yang terasa enak dimulutnya.
"Enak Re, kapan-kapan buatin lagi yah."
"Iya gampang. Saya numpang mandi ya gerah nih."
Rega keluar kamar mandi dengan badan segar. Dilihatnya Piran yang tengah berselfi ria dibalkon.
Piran menoleh kebelakang saat mencium harum sabun yang lembut.
" Ehmm harumnya yang udah mandi." Piran menghirup lengan Rega yang sudah ada dipundaknya.
Rega pun juga mencium aroma rambut Piran yang membuatnya melayang.
Rega membalik tubuh Piran untuk berhadapan.
"Saya juga mau foto dong sama kamu." Rega merapatkan tubuhnya ke tubuh Piran.
Piran agak kaget, karena merasa ada sesuatu yang menusuk miliknya dibawah. Kain bajunya yang tipis, ditambah Rega yang hanya mengenakan celana kolor membuatnya makin terasa.
Rega yang merasa pun makin mendorong tubuhnya dan sedikit menggoyangnya.
"Ahhh Re." Piran yang merasa nyeri dan geli agak sedikit mendorong dada Rega.
Rega tak bergeming dia malah hanyut dengan sensasi nikmat yang tiba'tiba tercipta.
Rega pun mengeratkan pelukannya. Piran pun bisa mendengar tarikan napas yang berat dari Rega.
Piran hanya bisa ikut menikmati sesuatu yang dirasakannya saat ini, nyeri dan geli bercampur jadi satu.
bersambung....
Mohon like dan komen ya yah.
__ADS_1
gratis kok...trima kasih.