
▪》Lama tak terdengar, mantan model ternama ini tampil memukau di mata dunia dalam acara fashion kelas dunia.
▪》Eirene Lovely, sosok istri Jala yang kembali jadi perbincangan hangat.
▪》10 potret mantan artis ini saat menjadi ibu Jala_s3na.
▪》JFC, sosok cantik ini kembali mencuri perhatian dunia dengan kiprahnya.
▪》Sederet nama model kelas dunia dengan bayaran fantastis ini, salah satunya adalah asal nusantara yang sekarang menjadi istri prajurit marinir berpangkat kapten.
Beberapa artikel itu dibubuhi foto-foto Eyi, entah darimana mereka dapatkan itu. Yang jelas saat Eirene tengah memakai baju seragam birunya pun turut hadir meramaikan jagat raya, bahkan berita macanegara pun menyorot sosok Eyi di sampul majalahnya saat liputan JFC kemarin dalam balutan pakaian defile yang mengagumkan, sontak saja mereka pasti tau siapa Eyi. Eyi tak ubahnya berlian, tertimbun arang sekalipun ia tetap bersinar.
Beberapa kali Rayyan mengumpat di kantornya, saat linimasa kembali diramaikan oleh potret cantik Eirene. Jagat dunia maya kembali heboh setelah nama Eirene sempat tenggelam, berkali-kali pula honey mengabarinya jika dering ponselnya di dominasi oleh tawaran pekerjaan untuk Eyi. Ingin sekali Rayyan meminta yah bit Afrian untuk menghilangkan semua berita itu dari surat kabar dan membombardir situs pemberitaan serta kantor percetakan majalah. Ia sadari jika semakin kesini ia semakin tak suka Eyi-nya jadi konsumsi publik, posesif? Mungkin. Yang jelas ia tak mau Eyi menjadi bahan fantasi nakal para kaum adam di luar sana.
Macam anak gadis yang sedang mens truasi, Rayyan membawa kekesalan hingga ke kantin, berharap segelas es jeruk atau minuman dingin dapat meredakan rasa panas di hati serta otaknya. Untung saja fakta Eyi yang sedang mengandung selalu dapat meredakan rasa kesal, ternyata begini rasanya cemburu.
"Eyi udah balik Ray?" tanya Langit ikut bergabung bersama Pram, duduk di samping dan kursi depan Rayyan, mengambil minuman kemasan dingin yang tersedia lalu meneguknya.
"Udah, sore kemaren. Kenapa?" tanya nya ketus, kini semua orang menanyakan dan mencari istrinya itu macam orang nyariin nasi, tiap hari ditanyain. Pamor Eyi begitu populer sekarang di markormar, wanita itu juga sering dicariin para tetangga ibu Jala yang sekedar belajar make up atau yoga dan senam bersama.
"Mau minta oleh-oleh ah!" jawab Langit berkelakar.
"Oleh-oleh apaan, yang ada Eyi malah mual--muntah sampe pingsan, ngga sempet belanja oleh-oleh," balas Rayyan mendengus kesalnya ada--tapi senengnya pun mendominasi, sontak saja alis kedua temannya ini berkerut. Jangan katakan mereka tak mengerti, karena memang pada kenyataannya, mereka tak mengerti dengan yang namanya morning sickness.
"Sakit?"
"Masuk angin?" tanya keduanya.
Jaya terkekeh saat baru saja bergabung, ia bahkan sudah menggeplakan baretnya pada punggung kedua juniornya itu dan menggusur bangku untuk ia duduki, "angin yang bawa kecebong si Ray lah! Lo berdua makanya kawin! Biar ngerti!" Jaya menghempaskan pan tatnya di kursi ikut bergabung.
"Bini gue hamil bro!!!" ucapnya berseru, membagikan kabar gembira ini pada kedua temannya, ya---ngga bisa bagi-bagi duit minimal bagi-bagi kabar bahagia, siapa tau kedua ubur-ubur jomblo ini ngebet buat nyusul, "kebukti kan, bibit unggul mah tokcer! Takut keburu tua, ngga ada generasi penerus," cibirnya terkekeh mendapatkan tatapan sinis Pramudya dan Langit, "kamvrett, bilang aja lo lagi nyindir,"
"Itu tau!" tembak Rayyan.
"Temen gue jadi calon bapak juga akhirnya, gue kira lo ngga bakal kawin Ray, ngga pernah serius sama cewek. Emang playboy kamvrett lo, pacaran sama rekan kawin sama model!" Langit menepuk-nepuk pundak Rayyan tanda ikut bahagia, meski akhirnya jorokin juga. Baru sedetik kemudian ia menyadari, bahwa sebentar lagi ia akan memiliki keponakan tak seda rah.
"Akhirnya pecah telor, umur kepala 3 udah jadi calon bapak!! Awas karma lo dibales anak lo!" tawa Pram.
__ADS_1
"Si alan! Terus lo berdua kapan?!" desis Rayyan.
"InsyaAllah segera!"
"Udah ada calonnya?" tanya Jaya.
Langit menggeleng, "belom bang,"
"Kalo udah jadi calon bapak, kurangi mandangin pan tat junior, kurangi juga marah-marah sama bawahan!" keduanya malah bertos ria.
"Lo berdua yang gitu, gue mah kagak! Enak aja," jawab Rayyan.
"Makan-makan dong ya?! Buat selametan," Pramudya menaik turunkan alisnya, membuat Rayyan eneg.
Apes sekali ! Tau bakalan di ejek dan dimintai traktiran begini, tadi ngga usah ngomong sekalian!
Hahhh! Rayyan menghembuskan nafasnya kasar.
"Ngga usah alesan ngga punya duit, gue sama Pram tau kalo lo orang kaya, si alan lo ngga bilang-bilang kalo orang kaya dari dulu. Takut dipinjemin duit nih pasti!"
"Ck, ngga percaya gue mah!" cebik Pramudya.
"Kalo gitu gue mau minta Eyi aja, Eyi mah pasti kasih, ngga pelit kaya lakinya!" goda keduanya.
"Oke--ntar gue traktir, cafe Route 78 sepuas lo!"
Keduanya bertos ria, sekali-kali morotin anak sultan ngga bakalan kena sidang PM kan?!
"Simpen makan-makannya buat entar! Bentar lagi surat tugas bakalan turun lagi," ujar Jaya enteng.
"Ck, baru juga balik bang?! Ngga kasian sama gue gitu lagi anget-angetnya nengokin anak!" jawab Rayyan merana. Ketiganya tertawa, "jangan sering lo tengokin, ntar anak lo benci," jawab Pramudya berseloroh.
"Hamil muda jangan terus lo tengokin!" lanjut Jaya, Tapi sejurus kemudian tawa keempatnya terhenti saat seorang prajurit datang menghampiri.
"Ijin menghadap ndan!"
"Liq? Ada apa?" tanya Rayyan bernada santai.
__ADS_1
"Maaf bang, barusan saya berpapasan sama ibu. Katanya hape abang ngga aktif,"
"Ah, masa?!" tak percaya, membuat Rayyan merogoh ponsel di sakunya, ia pencet tombol power dan ternyata memang benar, batrenya habis.
"Oh bener. Ada apa sama bini gue, Liq?"
"Beliau minta tolong sama saya, suruh kasih ini buat abang--" Maliq menyerahkan sepucuk surat dari Eirene yang telah ia tulis tangan tadi saat bertemu Maliq di dekat lapangan, daripada mesti cape-cape ke kantor mendingan ia titip pesen aja.
"Halah, pake surat-suratan kaya idup jaman apaan. Kenapa ngga pake telegram atau telepati sekalian?!" karena penasaran Langit melongokkan kepalanya ikut melihat isi surat. Magic! Isinya adalah daftar yang Eyi tulis atas saran dan perintah google tentang apa saja yang dapat menguatkan kandungan, bahan-bahan makanan yang harus ada untuk nutrisi sang jabang bayi.
"Ini apa?" tanya Rayyan menaikkan alisnya kebingungan, membaca satu persatu hingga netranya ikut beringsut turun segaris demi segaris.
Kacang polong, yogurt, kacang ijo, alpukat, dan sederet makanan lain yang mengandung asam folat, protein, kalsium yang dibutuhkan untuk asupan kehamilannya.
"Apaan nih, bini gue mau masak buat se-rt apa gimana. Atau mau adain posyandu gratis pake ada kacang ijo segala?!"
"Ibu bilang, abang yang disuruh belanja itu buat persediaan di rumah, katanya biar sekalian keluar markas buat ke rumah orangtua abang ngambil mie Aceh dari ibunya kapten Rayyan," cicit Maliq dengan suara yang semakin mengecil.
"Gue?! Becanda nih Eyi, kenapa ngga belanja sendiri---" cebik Rayyan.
"Ha-ha-ha! Ayo pak belanja, biar nutrisi anak terpenuhi!" ejek Langit.
"Lo aja lah Liq yang belanja, gue males ke pasar!"
Maliq melongo dibuatnya, sebenarnya ini anak siapa?
.
.
.
.
.
.
__ADS_1