Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 14


__ADS_3

" Mommy." Resty terus memanggil Devi, Tubuhnya menggigil dengan panasnya mencapai 38,4 Celcius, sudah di beri obat penurun panas tetapi semua itu terasa percuma.


Dokter Helena sudah ketiga kalinya mengecek tubuh Resty tetap saja tidak ada perubahan, Dokter wanita itu berdiri, iya berjalan menghampiri Rayhan yang sedang berdiri di ambang pintu.


" Sebaiknya Anda menghubungi Ibunya." Ucap Dokter itu kepada Rayhan membuat Ray semakin kalut dan Frustasi.


Pasalnya Semenjak Devi pergi baik Rayhan maupun kedua anaknya tidak bisa menghubungi Devi, yang menyebabkan Resty terus merengek sampai sakit seperti ini.


Rayhan terus mundar mandir layaknya setrikaan, Iya sesekali mengusap wajahnya dan menjambak ujung rambut sendiri.


Drrrrt drrrrt Drrrrt


Getaran ponsel disertai Deringnya, membuat Pikiran Rayhan teralihkan, kepada benda yang ada di atas nakas samping tempat tidur anaknya.


" Anwar." Ucap Rayhan saat melihat layar ponselnya, seolah mendapat angin segar Rayhan langsung menerima panggilan itu.


Assalamualaikum Bang, Lagi sibuk nggak? Ucap Anwar dari Sebrang sana.


Waalaikumsalam An, Nggak ko! Ada apa?


Syukur deh kalau bang nggak sibuk! Aku kangen sama adik aku bang, udah beberapa hari ini aku nggak bisa hubungi dia. Ucap Anwar membuat Rayhan kaget, hampir saja benda pipih itu terjatuh dari tangannya.


Jangan bilang Devi tidak bersama kamu An.


Apa maksud kamu bang? Aku nitip mereka berdua sama Abang kenapa berbicara seperti itu. Anwar mulai menaikkan nada bicaranya.


Iya emang mereka sama aku, tetapi 5 hari yang lalu Devi pergi dari rumah bersama Sevi, bahkan aku sendiri tidak tahu karena Devi tidak pamit padaku An...


Abang jangan becanda, dia pergi kemana bang? Tanya Anwar sebelum Rayhan menyelesaikan ucapannya.


Dia ada di negara yang sama denganmu An, aku sudah mengecek namanya di bandara, hari itu dia langsung pulang ke negaranya.


Astaga Devi. Teriak Anwar dari sebrang sana membuat Ray sedikit menjauhkan ponselnya. Bagaimana mana keadaan Resty bang? Tanya Anwar lagi.


Belum ada perubahan An, Dokter menyarankan untuk Resty di pertemukan dengan Devi. Tetapi aku bingung mau cari Devi dimana, sedangkan kamu saja tidak tahu.


Bawah Resty kesini bang, aku akan mencari keberadaan Devi dan aku pastikan sebelum Abang sampai di sini Devi sudah aku temukan.


Baiklah An, nanti Abang kesitu, bersama Resty dan Randy setelah mengurus surat izin mereka, dan menyerahkan urusan kantor kepada Assiten Abang.


Jangan lama bang, kasian Resty! Assalamualaikum. Rayhan pun mengiyakan dan menjawab salam Anwar sebelum mengakhiri Panggilannya.

__ADS_1


Setelah mengakhiri Panggilannya dengan Anwar Ray kembali meletakkan ponselnya di tempat semula, setelah itu iya menghampiri Resty dan berbisik di telinga putrinya itu.


" Esty Bobo dulu ya, besok Daddy antara ketempat Mommy." Ucap Ray, bagai sebuah mantra sihir, Tubuh Resty tidak lagi menggigil, iya pun terlalap dengan senyum diwajahnya walaupun panasnya belum sepenuhnya turun.


Sebuah keluarga tidak selamanya tentang darah, tetapi cinta yang tulus juga dapat menciptakan keluarga, begitu juga dengan ikatan ibu dan anak, bukan mereka yang melahirkan saja yang mempunyai ikatan dengan Anak, tetapi dia yang mencintai dengan tulus bisa membuat ikatan tersendiri di antara mereka.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Di Cafe.


Setelah melihat foto Devi Mama Aisya yakin wanita itu adalah menantunya, kini iya tinggal mencari bukti untuk membawa pulang menantunya, dan satu hal lagi yang harus iya cari tahu tentang Anak yang di bicarakan anak anaknya.


" Putri kamu cantik ya." Ucap mama Aisya sambil menatap Sevi yang tengah bersama Erik.


" Makasih Tante, dia itu anak angkat saya, mamanya yang tadi saya ceritakan." jelas Nadia.


" Oh yang cafe ini." Nadia pun mengangguk. " Berapa umurnya?" Tanya Mama Aisya lagi.


" Tiga tahun lebih Tante."


" Boleh Tante berkenalan Dengan dia?" Wanita paruh Bayah itu terus bertanya seputar Devi dan Sevi tetapi Nadia tidak sedikit pun menaruh curiga kepadanya, entah dia yang terlalu polos atau bodoh. 🍀Aku juga tidak tahu.😧


" Boleh Dong Tante! bentar aku panggil ya." Ucap Nadia, Mama Aisya mengganguk dan Tersenyum kepada Nadia.


Sevi pun berlari kearah Nadia, " Iya ndaa." jawab Sevi. Nadia pun mengangkat Sevi ke pangkuannya.


" Kenalan dulu sama Nenek." Pintah Nadia kepada anak angkatnya itu. dia kembali menurunkan Sevi setelah mencium kedua pipinya.


" Hai Ne Atu Sevi." Ucap Sevi menghampiri mama Aisya dan mencium punggung tangannya.


" Masih sekali, nama kamu sama seperti kamu." Mama Aisya mencium kening cucunya. " Ya Allah aku menampung anak dari wanita itu di rumahku, memberikan kasih sayang yang berlimpah kepadanya karena cuma dia cucu perempuan ku! Tanpa sengaja aku telah menelantarkan cucuku sendiri." Ucap mama Aisya dalam hatinya, Iya menahan sesak di dada, sebisa mungkin iya menaha agar air matanya tidak jatuh.


Mama Aisya memeluk dan mengusap rambut Devi. " Auuhh." Jerit gadis kecil itu saat mama Aisya mencabut beberapa helai rambutnya.


" Kenapa sayang." Tanya mama Aisya dan Nadia secara bersamaan.


" Satit." ucap Sevi sambil mengusap kepalanya.


" Maaf sayang, nenek terlalu gemas sama kamu." Seru mama Aisya dengan raut penyesalannya.


" Ta papa." Jawab Sevi, Setelah itu iya berlari ke arah Erik meninggalkan Mama Aisya dan Nadia.

__ADS_1


" Tadi siapa namanya? Tante lupa, mungkin faktor umur kali ya." Tanya mama Aisya sedikit bergurau.


Nadia pun tersenyum. " Nama Lengkapnya, Amira Aksevina Firmasha."


" Prrangg."


Saking terkejutnya mama Aisya tidak sengaja menyenggol gelas minumannya, membuat benda itu terjatuh dan pecah. membuat semua mata pengunjung menatap kearahnya. Begitu juga seorang lelaki yang duduk membelakangi mereka.


Lelaki itu tersenyum dan berdiri dari duduknya. iya telah berada di situ semenjak Nadia memanggil Sevi.


" Tante ngak papakan." Tanya Nadia, iya memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan gelas.


" iya.."


" Kenapa Anda begitu terkejut Nyonya Firmasha yang terhormat." Ucap Lelaki itu, memotong ucapan mama Aisya. Kali ini bukan mama Aisya saja yang terkejut tetapi Nadia juga.


" Amira, dalam bahasa Arab putri, Aksevina gabung dari nama ibu dan bapak nya dan Firmasha tentu anda tahu dari mana nama itu berasal." Sambung Lelaki itu lagi.


" Akhirnya kamu menunjukkan rupamu setelah sikian lama bersembunyi." sindir mama Aisya membuat lelaki itu tertawa.


" Anda lucu sekali nyonya Firmasha yang terhormat! Untuk apa saya bersembunyi dari Anda dan keluarga Anda." balas lelaki itu penuh Ejekan.


" Jika kamu tidak bersembunyi lalu mengapa kamu tidak pernah menemui kami, sepecundang itu kah kamu." cibir mama Aisya tak kalah pedasnya dengan lelaki itu.


" Untuk apa saya menemui keluarga yang menyiksa dan memberikan luka kepada Adikku hingga dia tiada."


" Kamu pikir saya bodoh." Ucap mama Aisya tidak terima jika harus di bodohi Anwar lagi.


" Jika anda tidak bodoh, Anda tidak akan di bodohi oleh wanita itu dan anak anda."


.


.


.


.


Bersambung.


🍀 Jangan minta double, Mak mau nyuci dulu. Maaf jika banyak typo.😧😧

__ADS_1


🍀 Tinggalkan jejak ya jika kalian suka 👍


__ADS_2