Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 48


__ADS_3

Aksel melajukan mobilnya dengan ugal ugalan di jalan, tidak tahu kemana arah tujuannya saat ini, sampai ia teringat suatu tempat di mana istrinya itu tidak akan Sudi menginjakkan kaki di tempat itu, Sebuah Club yang cukup ramai menjadi tujuan Aksel saat ini.


Begitu sampai di Club, Aksel langsung turun dari mobilnya, Sedangkan Devi hanya bisa diam di dalam mobil sambil melihat sekelilingnya.


Devi menarik nafas dalam dalam, Kepalanya iya sandarkan kebelakang. Cukup lama Devi dalam posisi itu, " Sudah cukup bermain mainnya." Ucap Devi pada dirinya.


Ia mencoba menghubungi Aksel, sayangnya Aksel tidak menjawab panggilannya, Devi terus mencoba di panggilan Terakhir Aksel langsung mengakhiri panggilan itu di dering pertama.


...💔...


...H**atiku layaknya gambar itu Aks, belum sepenuhnya menyatu untukmu. kamu marah kepadaku hanya karena aku *memberikan sedikit rasa sakit yang kamu berikan kepada aku tiga tahun yang lalu....


...Itu hanya sedikit saja yang aku berikan aks, belum semuanya! Aku mungkin hanya bermain main disini, tetapi aku harap kamu tidak lupa, pernikahan kamu sungguhan, perlakuan kamu kepada dia tepat di hadapan aku dan kenyataan kau lebih memilih menemaninya ketimbang aku itu semuanya nyata Aks, rasa sakit aku ketika terjatuh di dalam lift, semua tidak di buat buat, terlepas dari kamu di jebak atau tidaknya....


......Dulu atau pun sekarang, aku masih seorang DEVINA ALDIRA, yang nyaman dengan kesendiriannya! kalau pun aku memohon kembali kepadamu, itu semata mata hanya untuk kebahagiaan kedua anakku. Seandainya tidak ada mereka cinta kamu saja tidak akan cukup untuk membawa aku kembali, karena semua rasa sakitku nyata tanpa di buat buat.......


......Maaf karena aku sudah mempermainkan kamu, Aku pergi salam untuk Putra dan Nanda, Maaf jika mommy Kembali meninggalkan mereka. Tidak perlu khawatir soal Sevi Aks, tanpa kamu pun Sevi sudah mendapatkan* kasih sayang yang berlimpah. Assalamualaikum.......


Empat pesan yang Devi kirimkan kepada Aksel, semuanya sudah Aksel baca. Devi melangkah menyusuri jalan untuk mencari taksi.


Sepanjang perjalanan iya Mencoba menghubungi Erik.


Tut.. Tut.. Tut..


" Apa sih Ra! Ganggu aja, Aku nih cape mau Istirahat." Ucap Erik saat menjawab panggilan Devi.


" Waalaikumsalam Rik, bisa tolong Jemput aku sekarang?"


" Ee Dira ini udah jam 1, kamu keluyuran dimana lagi sih, tengah malam gini sampai minta aku jemput."


" Jangan bawel aku tunggu sekarang, nanti aku search lokasinya."


" Tapi Ra."


" Udah nggak usah banyak tapi tapinya, buruan aku cape nih."


" Nggak usah datang, kamu istirahat aja biar Dira aku yang urus." Ucap Aksel setelah merebut ponsel Devi. " Assalamualaikum selamat beristirahat." Ucap Aksel lagi sebelum mengakhiri panggilan itu.


" Apa apa sih kamu, balikin ponsel aku sekarang." Ucap Devi.

__ADS_1


" Maafkan aku yang terus menerus, menyakiti kamu." Aksel memeluk tubuh Devi, tidak peduli dengan wajah protes serta pemberontak yang Devi lakukan untuk terlepas dari dekapannya. " Jangan tinggalkan aku, bukan cuma Nanda dan Putra saja yang membutuhkan kamu, aku juga! bahkan aku lebih membutuhkan kamu dari pada mereka berdua."


" Lepas, Aks." Teriak Devi, Aksel pun melepaskan pelukannya.


" Jangan marah donk sayang, nanti cantik kamu turun ke Sevi semua." Aksel menatap dalam dalam kedua mata manik indah Istrinya itu, " Tolong Maafkan suami kamu yang bodoh ini." Satu tangan Aksel melingkar di pinggang Devi, satunya lagi menggenggam tangan Devi.


" Hmmm." Jawab Devi layaknya, orang yang tidak ikhlas memberi maafnya.


walaupun Devi menjawab dengan malasnya, tetapi itu lebih dari cukup untuk Aksel. " Maaf ya sayang." Ucap Aksel sekali lagi, ia mencium punggung tangan Devi Sebelum berpindah ke kening dan berakhir di bibirnya.


Setelah ciuman yang cukup panas di pinggir jalan itu, keduanya kembali ke parkiran Club, tempat dimana mobil Aksel berada.


" Aks aku lapar." Ucap Devi begitu selesai memasang sabuk pengamannya.


" Mau makan dimana?"


" Di situ aja. boleh kan Aks." Devi Menunjuk salah satu tempat makan, cepat saji.


"Boleh dong, Apa pun untuk kamu sayang." Aksel memutar mobilnya menuju tempat yang di tunjuk Devi.


" Ayo sayang." Ajak Aksel begitu sampai di tempat makan tiga huruf itu.


" Mau pesan apa?" Tanya Aksel Agi


" Kentang goreng, Ayam sama mineral water aja sih."


" Yakin cuma itu, salad nggak mau?"


" Nggak."


Aksel keluar dari mobilnya, masuk ke dalam, memasan permintaan istrinya. tak sampai 5 menit pesanannya sudah ada. Aksel pu Kembali ke mobil. Ia menyerahkan pesanan Devi Kepangkuannya. Aksel kembali menjalankan mobilnya menuju rumah orang tuanya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Begitu sampai di rumah, Aksel mengendong tubuh Devi, yang entah sejak kapan sudah tertidur pulas itu.


" Ma ko belum tidur." Tanya Aksel kepada mama Aisya yang sedang duduk di ruang keluarga.


" Mana mungkin mama bisa tidur, kalau anak dan menantu mama, mama nggak tahu dimana mereka." Mama Aisya menghampiri Aksel. " Aks, kamu sudah pernah menyakiti dia, Jika dia sudah memaafkan kamu dan kembali kepadamu! Jangan sakiti dia lagi, Letakkan kebahagiaannya di atas segala galanya." Ucap mama Aisya sambil mengusap rambut Devi.

__ADS_1


" Maaf ya ma, Aks masih aja buat mama khawatir padahal udah punya anak! Masih aja nyusahin mama."


" Mau kamu punya cucu sekalipun mama tetap akan mengkhawatirkan kamu. Bawah dia kekamar Aks biar bisa istirahat dengan baik."


" Iya Ma, Aks kekamar dulu ya."


Aksel pun menuju kamarnya dengan Devi, sudah lama kamar itu tidak di tempati keduanya.


Begitu sampai di kamar Aksel langsung meletakkan tubuh Devi di samping Putra dan Nanda. Aksel duduk di samping Devi, mengusap rambutnya, sesekali mengecup kening Wanita yang masih berstatus Istrinya itu, membuat tidur Devi terusik.


" Aks, ini dimana?" Tanya Devi dengan suara khas bangun tidur, matanya pun belum sepenuhnya terbuka.


" Di rumah mama sayang! Aku ganggu kamu ya?Ayo tidur lagi." Devi menggeleng kepalanya. " Kenapa?"


" Aku nggak nyaman tidur dengan baju ini Aks, tubuh aku juga lengket! Pinjaman baju Dede atau Kila ya, aku mau mandi."


" Udah larut banget ini, besok aja mandinya."


" Tapi Aks."


" Ganti baju aja, pakaian kamu masih ada disini ko, bahkan setiap mama keluar negeri atau keluar kota mama selalu beli baju buat semua menantunya termasuk kamu." Devi turun dari tempat tidur, iya berjalan kearah walk in closed.


Ternyata apa yang di ucapkan Aksel benar, semua pakaian Devi masih ada di ruangan khusus itu, bahkan ada banyak yang baru juga.


" Iya kah Aks! Bukannya mama tahunya aku udah nggak ada."


" Sssttthhh, jangan ngomong gitu lagi ya! Aku juga nggak tahu yang jelas kata mama, ada dan Nggak adanya kamu tidak ada yang bisa menggantikan posisi menantu pertama di rumah ini. Segala sesuatu tentang kamu di rumah ini tidak pernah di usik mau itu pakaian, foto sampai tempat duduk kamu di meja makan pun tidak ada yang duduki."


.


.


.


.


Bersambung.


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2