Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 18


__ADS_3

Tidak sampai di ruangan itu saja, takdir mempertemukan Devi dan Aksel, melalui Usaha Aksel. Bahkan tanpa di sengaja pun takdir masih mempertemukan mereka kembali, secara tidak di sengaja.


3 jam berada di ruangan itu membuat Devi hampir melewatkan waktu makan siang dan sholat Dhuhur. " Rik, kamu udah sholat." Tanya Devi, Ketika mereka telah berada di parkiran kantor polisi.


" Udah donk Ra, tadi bareng polisi yang tanya tanya kamu itu." Jawab Erik seadanya.


" Kalian sholat dimana." Tanya Devi lagi, Erik langsung menujuk Musholla yang masih bisa di jangkau matanya.


" Tuh musholla."


" Ya udah kamu tunggu disini ya, aku mau sholat dulu." Devi mengeluarkan mukenah yang selalu iya bawah di dalam tasnya. " Awas jangan kemana mana." Ucapnya lagi.


" Iya bawel." Seru Erik, Iya menatap punggung Devi yang perlahan lahan mulai menjauh dari pandangannya, " Wanita sebaik kamu, masih juga di sia siakan, sungguh bod*h orang yang melakukan itu." Gumam Erik Padangnya terus menatap Temannya itu.


Saat Devi telah masuk kedalam musholla itu, Erik pun memutuskan masuk kedalam mobilnya, iya memilih menunggu Devi di dalam mobil.


Erik Duduk dan termenung, " Andai aku tidak bertemu dengan kamu dan mbak Nadia, pasti sampai Detik ini Penilaianku terhadap wanita masih sama." Ucap Erik di selah selah lamunnya.


Disisi lain, Devi yang baru selesai mengambil Wudhu kini Harus bertemu lagi dengan Aksel di depan tempat wudhu itu, tempat itu memang memiliki sekat pembatas untuk lelaki dan perempuan tetapi jalan menuju tempat wudhu hanya satu. jadi wajar jika keduanya kembali bertemu.


" sudah selesai Wudhukan? yuk berjamaah." Ucap Aksel tetapi tidak di hiraukan Devi. Devi bergegas meninggalkan Aksel begitu saja.


" Hei,, kalau orang ngomong itu di jawab, jangan main tinggal aja." Teriak Aksel mengikuti langkah Devi.


Langkah Aksel kini sejajar Dengan Devi, " Tahu nggak kalau kita sholat berjamaah itu pahalanya besar loh, Apa lagi yang jadi imamnya pasangan sendiri." Bujuk Aksel di selah selah langkah Keduanya.


" Pasangan? nggak salah tuh! Eee pak polisi yang terhormat, kalau halu itu jangan di bawah nyata, ngerugiin tahu nggak." Setelah mengatakan itu hal itu Devi langsung menuju musholla tempat perempuan.


Tidak tahu apa yang di ucapkan Aksel setelah itu, iya tidak peduli dan memilih menjalankan kewajibannya.


Setelah beberapa menit berlalu, keduanya kini telah menyelesaikan kewajiban masing masing, Aksel yang melihat Devi tengah merapikan mukenahnya, Langsung bergegas menunggu Devi Di depan pintu Keluar.

__ADS_1


" Hai sayang." Ucap Aksel ketika Devi sudah berada di depan pintu keluar.


" Astaghfirullah." Devi yang terkejut langsung mengusap dadanya. " Kamu nggak punya kerjaan haah?"


" Maaf ya ngagetin kamu, Aku cuma mau bilang aku nggak halu pada, kenyataannya kamu memang pasangan Aku, Istri ku dan Ibu dari anak anakku." Aksel mencoba meraih tangan Devi tetapi Devi kembali menepisnya.


" Kayanya anda harus di ruqyah deh biar sadar, Anda tahu pak Aksel Pradika Firmasha yang terhormat, menganggu kenyamanan orang lain juga melanggar hukum, Anda bisa saya laporkan ke satuan anda loh." Ancam Devi tetapi tidak membuat Aksel menyudahi semua tingkahnya.


" Terserah, Aku tidak peduli bagiku kau lebih penting dari segalanya, aku..."


"Bod*h Amat! ngomong aja sana sama tembok." Devi mendorong pundak Aksel dan berjalan melewatinya.


" Aku sangat merindukan kamu Devina Aldira, Sampai saat ini Hanya kamu yang menguasai relung hatiku." Ucap Aksel Dari lubuk hati terdalamnya.


Devi yang mendengar hal itupun, menghentikan langkahnya iya memutar sedikit tubuhnya menatap Aksel yang di belakangnya, Hal itu membuat Aksel tersenyum senang Akhirnya Devi mau memandangnya tetapi Sedetik kemudian raut wajahnya langsung berubah begitu mendengar Ucapan Devi " Terus Aku harus WOOW gitu?"


" Aku tahu aku salah tetapi sedikit saja dengarkan aku..."


Devi masuk kedalam mobil Erik," Ayo Rik kita pergi Aku udah lapar banget nih." Ucap Devi sambil memasang sabuk pengaman.


" Aku juga sama." Jawab Erik, Iya mulai menginjak gas, ketika mobil itu akan keluar dari Area parkiran, Erik kembali menginjak Rem mobilnya, " Itu Nama kamu kan Ra?" Tanyanya


" DEVINA ALDIRA FIRMASHA, MAAFKAN AKU, AKU SALAH! AKU MOHON AKU SANGAT MERINDUKAN KAMU ...."


Masih banyak lagi yang Aksel bicarakan pakai toak yang ada di mushola itu tetapi Devi tidak ingin mendengarnya, iya meminta Erik kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


" Udah nggak usah peduliin nggak penting tahu." Devi tidak menyangka, apa yang di ucapkan, justru akan Aksel lakukan, entah bagaimana Aksel menghadapi teman teman dan atasannya nanti.


" Maaf, terlalu sakit berada di sisimu, lebih baik kita hidup seperti ini. Setidaknya baik aku atau pun kamu tidak akan tersakiti lagi dengan takdir ini, walaupun pada kenyataannya lain." Devi merem*s baju di bagian dadanya sambil melihat ke luar jendela mobil. Sakit itulah yang dia rasakan.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


Siang Itu Dokter menelpon Mama Aisya memberitahu kan mama Aisya jika hasil Tes DNA yang iya lakukan kemarin sudah keluar dan Dokter meminta Mama Aisya Kerumah sakit untuk mendengarkan hasil tes genetik itu.


Mama Aisya meminta dokter untuk mengirimkan hasil itu kerumahnya, tetapi sebelum itu iya minta dokter untuk membaca hasilnya terlebih dahulu, Dokter itupun menurut dan membacakan hasilnya melalui telepon🍁 Holang kaya mah bebas ya kan😜😜


Menurut dokter yang membaca hasilnya DNA itu, mama Aisya memiliki kecocokan genetik dengan ketiga anak itu sebanyak 25% Untuk Nanda dan Putra sedangkan 30% untuk Sevi, dari Hasil itu membuktikan kalau hubungan mama Aisya dan ketiga Anak itu adalah cucu dan Nenek.


Mama Aisya tidak berhenti mengucapkan syukur ketika mendengar hal itu, selama ini dia begitu menginginkan cucu perempuan maka dari itu dia masih menahan Heni dan Anaknya di rumah itu, Dengan harapan Dia bisa segera di berikan cucu perempuan.


" Akan ku jadikan dia ratu di Istana sederhanaku ini." Ucap mama Aisya membayangkan wajah Sevi.


" Bagaimana hasilnya ma? Apa sudah keluar?" Tanya Kila.


" Sayang kamu tahu, ternyata gadis kecil itu juga cucu mama, keponakan kamu!" ucap mama Aisya sambil memeluk tubuh Kila.


" Ada apa ini ko senang banget Ma?" Tanya Gilang yang baru saja datang entah dari mana.


" Nggak ada apa apa ko sayang, mama hanya senang aja, dapat Arisan hari ini, rencananya mama mau ngajak kalian semua jalan jalan dengan uang itu." Dusta Mama Aisya yang tidak ingin Gilang mengetahui tentang Sevi.


" Oh gitu, kira in apa! ya udah Gilang kekamar dulu ya ma." Pamitnya pada mama Aisya.


" Iya sayang."


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


πŸ€ Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka πŸ‘


__ADS_2