
Ray berjalan menghampiri Nadia dan Devi, " Ini buat kamu Ra." Ucap Ray menyerahkan pepar pag yang sejak tadi ia pegang.
" Apa ini Ray?" Tanya Devi, tangannya terulur menerima paper bag pemberian Ray itu.
" Itu hadiah kecil untuk kamu! Bukalah Ra, aku harap kamu menyukainya."
Devi mulai membuka pepar bag, ia mengeluarkan benda berbentuk kotak itu. Untuk sesaat Devi di buat terkejut dengan pemberian Ray, sebuah kotak perhiasan berwarna biru navy, Tidak sampai di situ saja, mata Devi kembali di manjakan Dengan isi kotak itu, Kalungnya terbuat dari berlian putih untuk mainannya berbentuk hati yang di taburi butiran Ruby pada Sekitarnya, Cincin, Gelang dan Anting tidak kalah mewahnya.
" Ray ini terlalu berlebihan." Devi menutup kotak itu, Ia ingin mengembalikan kepada Ray, tetapi di tahan oleh Nadia.
" Aku yang meminta Ray untuk membelikannya kepadamu."
" Untuk apa?"
" Agar kamu tidak cemburu karena aku menikahi Nadia." Jawab Ray terlalu percaya diri.
" Dengan siapapun kamu menikah aku tidak akan pernah cemburu Ray! jadi kamu tidak perlu repot repot apalagi sampai menghamburkan uang seperti ini, alangkah baiknya kalau uangnya kamu simpan untuk masa depan Randy dan Resty."
" Aku belum semiskin itu sampai kamu meminta aku untuk menghemat."
" Tapi Ray hidup manusia itu seperti roda kadang di atas kadang di bawah."
" Apapun alasannya, aku tidak terima penolakan Loh Ra."
" Terima ya Ra." Pintah Nadia.
" Karena kalian memaksa, aku akan menerimanya! tetapi jika suatu saat kalian membutuhkan bantuan kalian harus memintanya kepadaku."
" Iya! cerewet sekali." Ray mencubit hidung Devi.
" Aduuhh sakit Ray." Devi menepis tangan Ray dari hidungnya. " Sekarang Ceritakan kepada aku bagaimana kamu melamar mbak Nadia! Atau begini aja Ray. Kamu memberi contoh dengan melamar aku di depan cafe menggunakan cincin pemberian kamu itu! Tapi hanya contoh ya."
" Baiklah, Jangankan contoh, sungguhan aku dengan senang hati akan melakukannya." Seperti biasa kata kata terakhir hanya mampu iya ucapkan dalam hatinya.
" Mbak Nadia bolehkan?" Tanya Devi, Nadia sejak tadi hanya diam, Iya Tersenyum menutup perih di dadanya.
"Tentu saja Ra." Jawab Nadia.
" Yuk kita keluar." Devi menarik tangan Nadia, keluar dari ruangannya, di ikuti Ray. " Ray aku mau di lamar pakai lagu sebagai ungkapan perasaan kamu ke Nadia ya." Ucap Devi lagi.
" Hmmm." Ray berdehem.
__ADS_1
...πππππ...
Devi dan Nadia berdiri menatap Ray, yang kini tengah bersiap siap untuk mengungkapkan perasaannya.
πΌπΆAku hanya ingin kau tau, Lagu yang Ray pilih untuk mewakili perasaannya Kepada Devi. Saat membawakan lagu itu Ray begitu menghayati setiap kata kata yang tersusun pada lirik lagunya, seolah menggambarkan perasaannya saat ini.
Devi mungkin pandai dalam hal lain, tetapi iya tidak peka dengan perasaan orang lain kepadanya! sama seperti saat ini, Devi Tahu lagu yang di bawakan Ray untuk Nadia! Tapi pada kenyataannya lagu itu Ray nyanyikan untuk menunjukkan perasaannya kepada Devi.
Begitu masuk ke Reff, Ray menghampiri Devi sambil membawa kotak kecil di tangannya, iya berjongkok di hadapan ibu tiga anak itu. Membuat cafe itu begitu Riuh dengan Suara pelanggan.
" Mau kah kamu menikah dengan ku? menjadi ibu bagi Randy dan Resty juga Adik adiknya Sevi nantinya." Tidak Romantis seperti di novel atau drama percintaan tetapi cukup mewakili ungkapan perasaan Ray saat itu.
" Aku harap sikap dan Rasa sayang kamu kepada Sevi tidak akan pernah berubah sekarang atau pun nanti." Ucap Devi sambil mengulurkan jari tangannya kepada Ray.
" Itu pasti Ra." Ray langsung menyematkan cincin itu di jari manis Devi, Keduanya pun berpelukan.
" Tolong jangan pernah sakiti mbak Nadia! jika kamu menyakiti mbak Nadia itu sama artinya kamu menyakiti aku juga Ray, mbak Nadia sudah aku anggap kakak aku sama seperti ka Anwar." Bisik Devi.
" Jika kebahagiaan Nadia adalah kebahagiaanmu! maka aku akan membahagiakannya untukmu." Devi bingung dengan ucap Ray, saat ingin protes, Devi di kejutkan dengan suara yang begitu Familiar di telinganya.
" Apa kamu sedang membalasku?" Entah itu sebuah tuduhan atau pertanyaan! yang jelas kalimat itu membuat Devi spot jantung.
Ray langsung melepas pelukannya, iya menatap Devi, Devi hanya mengedipkan matanya sebagai kode. " Tidak apa apa." untuk Ray.
" Kenapa." Aksel mengulang pertanyaannya! tetapi Devi tetap tenang, jika Aksel tidak tersulut emosinya sendiri mungkin dia bisa menyadari senyum di bibir Devi.
" Ya Karena hubungan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi Aks."
Ray meminta Erik dan Nadia untuk menutup Cafe, sebab dia tidak ingin pelanggan melihat Drama yang di mainkan Devi saat ini.
" Kenapa tidak bisa, bukankah setiap orang mempunyai kesempatan kedua! terus kenapa aku tidak mendapatkan kesempatan itu, Tuhan saja mau memaafkan kesalahan umatnya sebanyak apapun dia berbuat salah! mengapa kamu tidak Dev."
" Tapi Aku bukan tuhan Aks, aku juga bukan malaikat, Aku hanya manusia biasa! aku juga ingin bahagia Aks! seandainya aku menerima kamu lagi, aku takut suatu saat itu akan menyakiti kita berdua lebih dari ini." Devi menyentuh pipi Aksel, " Kamu tahu Aks! Sebuah kepercayaan itu sangat penting dalam sebuah hubungan, jika kamu sedikit saja merusaknya, itu akan Sulit untuk di perbaiki kalau pun bisa semua itu tidak seperti dulu lagi."
Ray tidak tega dengan Aksel, dia terus memohon meminta kesepakatan kedua dari Devi, tetapi Devi tetap Kekeh dengan pendiriannya. Jika Devi tidak menajamkan matanya untuk Ray dan Nadia, mungkin mereka sudah mengatakan yang sebenarnya.
Devi meninggalkan Aksel begitu saja. Saat Aksel ingin mengikuti langkah Devi Ray menahannya bukan karena dia merasa menang tetapi murni karena dia peduli sebagai lelaki yang sama sama mencintai wanita yang sama.
" Waktu aku bersamanya mungkin lebih banyak dari waktu kamu bersama dia! Tetapi Aku yakin kamu yang lebih mengenal dia dari pada aku." Aksel melirik Ray Sekilas, " Kalau kamu tulus mencintai dia harus kamu menerima keputusannya bukan memaksakan kehendak mu."
" Kamu berani berbicara seperti ini, karena dia memilih mu.."
__ADS_1
" Kalau pun dia tidak memilihku, aku akan tetap berbicara seperti ini, sebab mencintai bukan berarti harus memiliki." Tangan Ray langsung di Tepis oleh Aksel. " Seandainya dia memilihku, aku pasti tidak akan menahanmu, sebab aku tahu kamu butuh waktu untuk melepaskannya." Ucap Ray dalam hatinya.
Begitu Aksel pergi Ray langsung masuk kedalam ruangan Devi. " Ra, apa yang kamu lakukan?"
Devi Tersenyum, " Kebetulan udah basah Ray, Kenapa nggak mandi aja sekalian! Iya Nggak." Devi menaik turunkan Alisnya.
" Aku binggung Ra! Kamu itu orang yang seperti apa jelas jelas kamu mencintai dia dan ingin kembali! tetapi kenapa kamu malah menyakitinya?"
" Jangan bahas dia lagi, katakan kapan kamu sama mbak Nadia Nikah?"
" Bulan Depan kalau nggak ada halangannya."
" 3 Bulan lagi, bisa nggak Ray! jangan bulan Depan."
" Tapi kerjaan aku nggak bisa di tunda lagi Ra! Udah numpuk."
" Gini aja, kamu balik dulu, urusan pernikahan serahkan kepada aku dan Mbak Nadia, nanti satu Minggu atau tiga hari sebelum pernikahan baru kamu datang, terus kalau boleh pas nyetak undangan, satu undangan khusus nama kita berdua! boleh ya Ray please." Ray mengerut keningnya.
" Terserah kamu aja Ra." Ucap Ray Sambil memijit pelipisnya.
Ceklek.
Pintu Ruang Devi Terbuka, Erik masuk kedalam ruangan itu, " Oh jadi tadi pagi kamu ngajak mbak Nadia beli cincin itu buat lamar si Dira? Eh Ray kamu sadar nggak sih! si Dira itu masih ada suaminya." Ucap Erik sambil menunjuk Ray. " Kamu juga Ra, ganjen banget! kalau kamu nggak mau balik sama dia jangan nyakitin dia kaya gitu.."
" Udah jangan bawel bikin tambah pusing, mending kamu temui mbak Nadia." Potong Devi Sebelum Erik menyelesaikan Omelannya dengan mendorong Erik keluar dari ruangannya. Ternyata bukan Aksel saja yang salah paham Erik pun kena.
.
.
.
.
Bersambung.
Vi_via mau ngomel dulu.π€π€
Sebenar aku tuh bukan orang yang gampang baperan ya sama komen kalian readers aku yang tercinta dan tersayang, cuma aku rasa aku harus sedikit ngomel disini, biar aku legah dan nulisnya juga lancar jaya, walaupun aku belum pandai dalam membuat cerita dan merangkai kata.
Komentar kalian itu adalah semangat buat aku. Disini kenapa aku Flashback biar kalian nggak bertanya tanya kenapa Ray bisa nikah sama Nadia? bukannya yang di lamar itu Devi ya? dan masih banyak lagi pertanyaannya, Aku mau minta maaf buat kalian kalau aku ngecewain, mungkin dengan ceritanya yang kurang nyambung atau banyak typo bertebaran di mana mana! Maklum Vi_via baru belajar nulis cerita, Sebab cerita halu terlalu menumpuk di otak aku jadi aku salin disini biar nggak tambah Peak ya!
__ADS_1
Udah gitu aja! takut kalian bosan sama aku.πππ
π Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka π