Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KHS 21


__ADS_3

Devi dan Raihan saling berpelukan dan cipika cipiki di hadapan Aksel. Membuat Aksel marah, tangannya mengepal wajahnya begitu merah karena menahan kemarahannya.


Reval yang tidak tahan dengan apa yang di lihatnya langsung berdiri dari duduknya, Reza dan Gibran juga tidak tinggal diam, mereka menahan Aksel agar tidak bertindak bodoh dan mempermalukan dirinya.


Aksel menatap sahabat dan adiknya itu, " Duduk Aks." Ucap Gibran.


" Tapi kenapa dia istriku, aku tidak akan membiarkan lelaki itu menyentuh istriku begitu saja." Seru Aksel. " Bagaimana jika Lee di perlakukan seperti itu? apa kamu akan membiarkannya?" Tanya Aksel lagi. membuat genggaman tangan Gibran terlepas dari pergelangan tangannya.


" Baru saja, Kamu sendiri yang mengatakan, kalau seseorang bisa saja berubah dalam waktu sebulan! apalagi 3 tahun tidak bertemu! apa kamu lupa Aks? Mungkin saja Devi sudah tidak mengenali kamu dan bisa saja kan kalau lelaki itu adalah suaminya yang sekarang." Ucap Gibran membuat Aksel langsung membantahnya.


" Itu tidak mungkin, Aku tahu Devi seperti apa, sekeras kerasnya dia, dia nggak mungkin menikah, di belakang aku!" Tegas Aksel membuat Lee menggeleng kepalanya.


" Kamu aja bisa kenapa Mak nggak bisa, udah mendingan kamu duduk deh, jangan bertindak bodoh sebelum kamu mengetahui semuanya. Ucap Lee. " Makanya kalau punya istri tuh di jaga! bukan di sia sia ini, kalau udah gini nyesalkan? Sama kaya aku yang nyesal bantu kamu waktu itu." Lee kembali mencibir Aksel.


" Jangan ngomong gitu donk yank, kesannya kamu nyesal Nikah sama aku." Maksud hati ingin menyindir Aksel tetapi justru Gibran yang tersinggung. masih teringat jelas di benak Gibran waktu itu, niat mereka ingin menjebak Devi tetapi justru dia dan Lee juga di seret masuk kedalam jebakan yang mereka buat sendiri.


Disaat Aksel dan yang lainnya tengah berdebat. Devi dan Raihan bersama anaknya yang duduk tidak jauh dari meja mereka justru kini tengah berinteraksi dengan hangatnya. membuat Aksel yang tangah Melihat semua semakin marah kali ini dia mencoba menahannya.


Devi sendiri tidak bermaksud untuk membalas perbuatan suaminya itu, Dia hanya ingin menunjukkan kepada Aksel dan yang lain, bahwa dia benar benar tidak mengenali mereka, jadi sebisa mungkin dia membalas hangat perlakuan Raihan.


" Bagaimana kabar kamu?" Tanya Raihan, tangan kanannya mengusap pipi Devi dengan Jempolnya, sedangkan tangan kiri merapikan Anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya karena menunduk.


" Alhamdulillah Aku baik Rai, tapi kenapa kamu datang tidak memberitahu Aku! Setidaknya Aku dan Sevi bisa menjemput kalian." Berada di zona yang cukup menegangkan membuat Devi melupakan jika dialah yang memutuskan komunikasi dengan Rai dan Anak Anaknya.


Sedangkan Rai, yang di tanya seperti hanya bisa tersenyum lalu berkata, " Kejutan! Aku hanya ingin memberi kejutan untuk kamu dan sibungsu."


Devi tercekat ketika mendengar Rai mengatakan sibungsu, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, seolah kata itu baru dia dengar.


" Kamu sakit?"

__ADS_1


" Haah, apa?" Tanya Devi yang kebingungan dan terdiam dalam lamunannya itu.


" Kamu kenapa sih Ra, ko kaya beban gitu pas lihat aku sama anak anak datang." Tanya Rai sambil mengusap tangan Devi.


" Kamu ngomong apa sih Ray, ngaco deh." Untuk kesekian kalinya Raihan hanya tersenyum menanggapi ucapan Devi.


Tanpa Devi maupun Raihan sadari lelaki yang sejak tadi menatap kedua begitu marah hingga melampiaskan semua pada benda yang terbuat dari kaca itu, menyebabkan tepak tangan Aksel terluka karena menggenggam Gelas dengan kuatnya.


" Maaf jika Aku telah mengganggu kenyamananmu, Aku titip Esty ya." Bisik Raihan membuat Devi semakin salah tingkah di buatnya.


Bukan karena Devi yang memiliki perasaan yang sama dengan Rai tetapi dia sedikit terkejut dengan perlakuan Raihan yang terlalu blak blakan, Selama tinggal bersama, Raihan tidak pernah seperti ini. Raihan pun meninggalkan Devi yang masih terdiam.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Terlalu lama larut dalam lamunannya membuat Devi tidak sadar jika Raihan sudah tidak ada di hadapannya dan kini berganti dengan Aksel.


" Maaf kan aku, aku tahu aku salah tetapi bisa kah kamu jangan menghukum Aku seperti ini." Ucap Aksel yang kini sudah tersungkur di lantai tepat di hadapan Devi.


Wanita yang telah iya nikah dengan segala paksaan dan tipu muslihat kini bagaikan orang asing! Devi yang selalu mengutamakan perasaan orang orang di sekitarnya kini tiada lagi bahkan suara Dede dan Lee yang memanggil namanya seolah tak terdengar di telinganya. Seolah kehadiran Raihan mengubah segala sesuatu yang masih terlihat baik baik saja kemarin.


Disisi lain Devi yang tengah duduk menopang dagunya dengan satu tangan, Kembali di kejutkan dengan suara Nadia.


" Ra, maaf jika mbak lancang, karena mencampuri urusan kamu! kamu tidak baik bersikap seperti itu sama suami kamu Ra?" Ucap mbak Nadia.


" Terus aku harus gimana mbak?"


" Mbak juga nggak Ra, sebab nggak tahu cerita kamu dan suami kamu seperti apa? banyak hal yang ingin mbak Tanyakan sama kamu tapi mbak sadar itu privasi kamu tetapi kalau mbak boleh Jujur mbak hanya ingin kamu menentukan sikap, kamu pilih suami kamu atau Raihan! Jangan memberikan harapan kepada keduanya yang menyebabkan keduanya semakin terluka Ra! Sebab Dira yang mbak kenal bukanlah wanita yang egois tetapi wanita yang hebat juga cerdas." Ucap Nadia panjang lebar.


" Aku sih pengennya nggak milih siapa pun, sebab aku sangat nyaman seperti ini mbak."

__ADS_1


" Huuus Jangan ngomong seperti itu, nggak baik."


" Udah ah nggak enak bahas mereka Mulu, tapi ngomong ngomong, Resty dimana mbak." Tanya Devi. yang tidak melihat keberadaan Esty sejak tadi.


" Biasa lah Ra, lagi bantu in si Erik jadi pelayan cafe." Jawab Nadia, " Aku tuh suka bingung kenapa setiap Anak anak yang datang pasti berakhir dengan membantu Erik?." Sambung Nadia lagi, Devi pun hanya menggeleng kepala sambil menaikkan bahunya. sebelum keduanya saling menatap dan tertawa bersama sama.


Sedangkan di luar cafe itu Aksel dan yang lainnya memilih pulang, karena Devi tidak kunjung keluar dari ruangan Nadia. Dari wajah mereka terpampang jelas raut kekecewaan.


Saat mereka berada di pintu cafe, mereka bertemu dengan Rara dan Sevi yang Hendak masuk kedalam Cafe itu.


" Mbak Rara." Panggil Dede.


" Iya De, apa kabar lama ya nggak ketemu?." Ucap Rara begitu rama keduanya pun saling berpelukan. Sedangkan gadis kecil yang berada di samping Rara, masih betah menunjukkan wajah cemberutnya karena belum mendapatkan jawaban dari Rara.


" Dia?" Tanya Dede.


Rara mengangguk kecil setelah itu menyebabkan nama Sevi.


AMIRA AKSEVINA FIRMASHA.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2