Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 31


__ADS_3

" Kenapa diam Hmm! Apa ada kata kata aku yang salah." Tanya Devi sikapnya begitu tenang.


Aksel menarik nafas dalam dalam, iya berulang kali menelan Silvananya. Berat memang tetapi sudah saatnya kedua orang ini menghadapi masalahnya.


Aksel berdiri dari duduknya, iya mengulurkan tangannya kepada Devi. 5 menit dalam posisi yang sama tetapi Devi tidak menyambut uluran tangan Aksel.


10 menit.


15 menit, " Ikutlah denganku! Agar kamu bisa meluapkan amarahmu padaku tanpa takut itu akan membangunkan mereka." Aksel menatap ke tiga anaknya yang masih terlelap.


" Dengan penampilan aku yang seperti ini." Devi menujuk dirinya. Aksel mengedipkan kedua matanya di sertai anggukan kecil.


" Hhhnmmm hhfuuuuh." Devi berdiri menyambut uluran tangan Aksel. Setelah itu keduanya melangkah keluar kamar menuju taman kecil yang berada tak jauh dari kamar mereka.


Dari tempat mereka berdiri Devi bisa melihat perumahan mewah yang lainnya. Aksel mulai mendekap tubuh Devi dari belakang, " Aku mohon sebentar saja." Ucap Aksel saat Devi mencoba melepaskan pelukannya. " Aku minta maaf, aku tahu kata maaf aku tidak bisa mengembalikan semuanya yang telah berlalu, Rasa sakit kamu, waktu kamu bersama putra dan Nanda, Saat kamu melewati masa masa kritis kamu dan juga kebahagiaan kamu. Aku mohon maaf untuk semua itu, Aku memang tidak layak mendapatkan maaf darimu tetapi bolehkan aku berharap kamu kembali menghiasi rumah ini dengan senyum dan tawamu, menjadi pemandangan paling indah di saat aku membuka mataku."


Mendengar kata kata Aksel membuat Devi tersenyum kecut, iya bebalik, membuat posisi keduanya tidak sampai sejengkal, dari posisi ini Aksel bisa merasakan Nafas Devi begitu pun sebaliknya.


" Semua yang terjadi di antara kita berdua begitu cepat Aks, pernikahan, cinta dan Anak semua terjadi dalam waktu yang begitu singkat. Aku tidak menyalahkan hal itu Aks, apalagi sampai menyesal semuanya, tidak sedikit pun." Devi menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya itu. Terserah orang mau mengatakannya apa, bagi Devi dia hanya mengikuti kata hatinya.


Mendapati Devi yang seperti ini, Aksel langsung mencium kepala Devi, " Aku sangat mencintai kamu." Ucap Aksel Iya mengeratkan pelukannya, melepas rindu yang begitu menyesakkan dadanya.


" Ketika hatiku tersakiti mungkin susah untuk Aku gambarkan, hanya setetes air mata yang membasahi pipi sebagai tanda dari rasa sakitku."


" Maaf, Maafkan aku."


" Apa kamu tidak memiliki kata kata lain selain maaf maaf dan maaf." Ucap Devi dengan mendorong tubuh Aksel sehingga pelukan Keduanya terlepas.

__ADS_1


" Beribu ribu kata mau ku, tidak akan cukup untuk menebus dosaku padamu."


" Cukup basa basinya Aks, Sekarang katakan, kenapa kamu membawa aku kesini?" Devi melipat kedua tangannya di dada, menyandarkan punggungnya pada pagar pembatas yang terbuat dari kaca itu.


" Kamu ingat kasus pemerkosaan yang aku tangani Saat pulang dari luar kota waktu itu." Tanya Aksel.


" Ya aku tahu disitulah kamu menikahinya."


" Sebenarnya Aku ingin menceritakan semuanya kepadamu! tetapi perasaan cemburu membuat aku lupa tujuanku, Aku tidak bermaksud menyalahkan kamu, karena memang pada dasarnya akulah yang salah." Aksel menatap Devi untuk melihat responnya.


" Sore itu setelah mendapat kesaksian dari adiknya, Aku membuat rekaman video dan menyimpan semuanya di ponsel. Selesai mengantar Adiknya pulang Aku mengambil ponsel pada saku celana denim yang aku pakai dan sialnya aku meletakkan pin pengenalan aku di situ juga sehingga ketika aku meraih ponsel pin itu ikut terjatuh dan di temukan ayah mereka. ayahnya tahu itu tanda pengenal aku sebagai Anggota Intel, Sebab dia menunjukkan kepada salah seorang petinggi polisi yang bertugas di desa itu, dari situlah mereka mengatur untuk menjebak Aku, karena aku telah menyebabkan anak mereka mendekam di penjara."


" Awalnya Ayah Heni meminta


agar aku menikah dia sambil menunjukkan pin itu pada ku, tetapi Aku menolaknya, Ayah nya tetap menahan pin aku, tetapi aku tidak peduli, yang aku tahu tugas aku sudah selesai. Besoknya aku memutuskan untuk pulang, walaupun kata atasan, aku harus menunggu sampai acara KKN itu berakhir, agar tidak menimbulkan kecurigaan warga, tetapi aku tidak peduli, Mendengar aku akan kembali, malamnya ayah mereka mengundang aku kerumah mereka untuk minum teh sekaligus mengembalikan pin aku dan meminta maaf atas sikapnya beberapa hari ini, Begitu kata mereka. Pin itupun di kembalikan. Aku begitu bersyukur setidaknya besoknya aku sudah bisa bertemu kamu.


Ayahnya bersikap begitu ramah, sehingga aku tidak curiga sedikitpun kepada mereka, bodoh ya aku memang bodoh, Dengan santainya aku minum teh buatan mereka tanpa curiga sedikitpun dan setelah itu aku tak tahu kelanjutan ceritanya, Aku terbangun jam 2 malam, saat itu semua warga telah berada di hadapan aku, mataku melihat sekeliling aku baru tersadar kalau aku berada di sebuah kamar dan dia berbaring di sampingku Aku tidak terlalu perduli dengannya tetapi yang aku tahu aku tidak menggunakan apapun saat itu, hanya sebuah kain yang menutupi bagian perut sampai paha aku, sungguh Dev, aku tak tahu apa yang terjadi. karena tidak mau memperburuk keadaan saat itu, aku memutuskan untuk menikahinya secara siri.


" Dia meminta Nafkah batin! Aku tak begitu saja mengabulkan permintaan dia, satu hari, dua hari dan tiga aku berpikir akhirnya aku memutuskan untuk menyanggupi apa yang dia minta. Ya Aku menyanggupinya tetapi tidak melakukannya. Jangan percaya kalau kamu tidak mempercayai aku, Tetapi Aku berani bersumpah demi nama mama dan diri aku sendiri kalau aku tidak melakukan hal itu dengannya.."


"Jika kamu tidak melakukan hal itu, kepada dia bisa hamil, Emang kamu pikir kecobong kamu bisa di download gitu! Kalau pun kamu tidak melakukan hal itu, mana mungkin kamu bisa pulangkan?"


" Ya, kamu benar! tetapi tidak seterusnya suami kamu ini akan terus Bersikap bodoh."


" Tapi kenyataannya kamu memang bodoh Aks."


" Tidak sayang, kamu salah." Ucap Aksel Sambi mengusap pipi Devi " Mau tahu tidak kenapa sampai aku bisa pulang padahal aku tidak melakukannya." Devi mengangguk.

__ADS_1


" Karena kamu."


" Bohong."


" Awalnya aku memang bingung, sampai aku benar benar ingin melakukannya, lumayan untuk menghilangkan pening." Goda Aksel Sambil tersenyum Devil. " Aku melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan kepadaku di apartemen, bedanya kamu pakai obat perangsang sedang aku pakai Obat tidur jadinya Kita 1 sama."


" Kalau di ingat ingat aku jahat juga yank, sama dia."


" Kenapa nyesal ngak dapat jatah enak enak ha."


" Bukan sayang."


" Terus."


" aku pakai ini buat solo karir dan melepaskan kecobong kecobong itu, di atas sarun yang dia pakai." Ucap Aksel iya membalikkan ponsel kepada Devi, Terpampang jelas di layar ponsel itu, Devi yang hanya menggunakan selimut yang menutupi tubuh polos nya.


" Breengseek kamu Aks."


BHUUK.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2