Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 50


__ADS_3

Setelah sekian lama, Kursi yang di biarkan kosong, Akhirnya ada yang mendudukinya lagi. Pagi itu Anak dan cucu keluar Firmasha sarapan bersama! walaupun belum lengkap Pormasi lengkap semuanya.


Setidaknya anak dan menantunya bisa kumpul lagi, itu sudah lebih dari cukup! Hari ini mungkin Sevi belum bisa bergabung bersama mereka! Mungkin di lain waktu mereka bisa sarapan bersama gadis kecil itu.


" Aku Heran deh sama kamu! masih betah aja tinggal disini, padahal kamu bukan siapa siapa kita." Ucap Akhila saat melihat Heni.


" Kila." Tegur Devi.


" Tapi Ka, orang yang nggak punya malu kaya dia itu, harus sering di ingatkan biar sadar." Akhila masih keke Dengan mode judesnya.


" Setelah sekian lama! Akhirnya kita bisa sarapan bersama, masa mau kamu rusak hanya karena dia." Timpal Dede.


" Iya juga sih Ka! tapi aku muak aja lihat dia di rumah kita terus! entah sampai kapan benalu ini akan ada di rumah ini, Dasar parasit." Kila terus saja mengatai Heni, tetapi Semua omongannya bagaikan Angin lalu untuk Heni, masuk telinga kanan keluar telinga kiri.


" Sudah jangan hiraukan dia! Sebaiknya kamu habiskan sarapan mu! Setelah itu temani ka Devi sama Kaka Nana belanja." Ucap mama Aisya.


" Belanja buat apa ma?" Tanya Devi.


" Hari ini mama undang teman teman kamu buat makan malam bersama, teman kamu yang baru nikah juga mama undang." Jawab mama Aisya.


" Tumben mama bikin acara kaya gini, jangan bilang mama mau jodohin Kila lagi." Ucap Reza.


" Emangnya Kila pernah di jodohin? kapan! ko aku nggak tahu?" Devi menyuarakan rasa ingin tahunya.


" Dua bulan setelah kamu pergi sayang, tetapi lelaki yang mau di jodohkan malah lari sama cowoknya." Jelas Aksel.


" Haah, Serius."


" Iya sayang! lelaki itu anaknya sahabat papa." Devi membulatkan bibirnya membentuk huruf O. " Makanya Kila bisa lanjut kuliah di luar negeri sesuai keinginan dia! ya bisa di bilang itu cara papa minta maaf kedia." Bisik Aksel.


" Sudah bisik bisiknya sebaiknya habiskan sarapan kamu! terus temani Istri Kamu belanja! malam ini buka cuma teman teman dia yang mama undang! tetapi om Hendro dan Istrinya juga Ada."


" Mama." Teriak Nana, Gilang, Reza, Dede, Aryan, Jasmin dan Aksel secara bersamaan.


" Kalian kenapa sih." Tanya Devi yang memang tidak tahu menaung.


" Ma! Kila nggak mau ya di jodohin lagi, sama orang yang nggak normal itu."


" Siapa bilang kamu mau jodohin! Orang papa cuma ngundang om Hendro buat makan malam aja! Udah lama juga papa nggak ketemu sahabat papa itu." Sahut papa Bastian. " Jadi Anak ko bawaan nya suuzon terus sama papa."


" Bukan Kila mau suuzon sama papa! tapi Kila cuma antisipasi aja."


" Emangnya papa belum pernah ketemu sama anaknya om Hendro?" Tanya Devi.

__ADS_1


" Belum nak!"


" Foto dia nggak ada?" Tanya Devi lagi.


" Oh iya ya! kenapa papa bisa lupa." Papa Bastian menepuk jidatnya. " Nanti papa telepon om Hendro! kalau datang sekalian bawah foto anaknya itu."


" Buat apa sih pa." Protes Kila.


" Biar kalian nggak penasaran."


" Idiiih Kila mah ogah penasaran dengan orang kaya gitu."


" Ogah ogahan gitu kadang kadang jodoh loh." Sahut Yasmin. Membuat Kila semakin kesal. Melihat wajah Kila yang cemberut, Yasmin un berhenti menggodanya.


Selesai sarapan, Nana, Kila dan Devi pergi kepasar untuk belajar sesuai note yang di tulis mama Aisya. Sebenarnya Mama Aisya menyarankan untuk pergi Mall atau Supermarket terdekat! tetapi Devi yang menyarankan untuk Pergi ke pasar tradisional, disana sayur dan bahan bahan lain masih Fresh.


Dan mereka bertiga pun disini, berdesak desakan dengan pembeli yang lain. Kila dan Devi begitu menikmati belanja di pasar tradisional itu, berbeda dengan Nana yang terlihat tidak nyaman berada di situ, sepanjang mereka berjalan di pasar itu, Nana terus saja mengomel, mungkin karena suasana hatinya yang kurang baik atau masalah rumah tangganya dengan Gilang yang belum menemukan titik terangnya. Membuat Nana terus saja bersungut sungut tidak jelas.


Begitu selesai berbelanja, Devi meminta Kuli panggul untuk mengantarkan belanjaan mereka ke mobil yang ada di parkiran pasar itu.


" Cape ya sayang." Tanya Aksel, sambil menyerahkan Tissue dan Air mineral kepada mereka bertiga. Aksel sendiri sudah menawarkan diri untuk menemani mereka belanja tetapi Devi menolaknya! Alhasil Aksel hanya menunggu di mobil.


" Sedikit." Jawab Devi.


" Jangan Aks, aku keringatan nih! Bau pasti."


" Nggak papa! Namanya juga cinta, Seburuk apapun kamu! aku tetap nyaman dan sayang sama kamu."


" Aks jangan buat aku muntah ya." Protes Devi, Saat Aksel mengeluarkan gombalan recehnya.


" Aku serius Loh Yank."


Devi Tersenyum paksa kepada Aksel," Aku Dua rius! Udah buruan Panas nih Aks." Devi Masuk kemobil tanpa memperdulikan ocehan Aksel yang di Penuhi gombalan Receh itu.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Begitu tiba di rumah, Nana dan Kila langsung bergegas masuk kedalam rumah, " Sayang masuklah! biar aku sama security yang bawah semua belanjaan ini." Seru Aksel saat Devi ingin membantunya.


" Nggak papa Aks, sini Aku bantu! biar kalian nggak bolak balik." Talok Devi.


" Udah sayang, biar aku aja! kamu pasti cape."


" Tapi.."

__ADS_1


" Udah masuk, jangan bawel! dosa loh membantah ucapan suami."


" Ko bawa bawa dosa sih Aks."


" Makanya masuk."


Devi berjalan masuk kedalam rumah sambil menghentakkan kakinya, membuat ia terlihat semakin menggemaskan di mata Aksel.


Begitu melewati ruang tamu dan ruang keluarga keadaan begitu sepi tidak seperti biasanya, hal itu membuat Devi binggung sendiri, " Bukannya sebentar malam mereka akan makan malam bersama, terus pada kemana semua pelayan rumah ini." Pikir Devi.


" Kenapa bengong?" Tanya Aksel membuat Devi Terkejut.


" Astaga Aks." Devi mengusap dadanya, " Untung aku riwayat penyakit tumor bukan jantung." Entah sadar atau tidak Ucapannya barusan. membuat raut wajah Aksel langsung berubah.


" Kenapa kamu ngomong seperti itu." Tanya Aksel.


" Habisnya kamu kagetin aku sih."


" Apapun alasannya, aku nggak suka kamu sebut sebut tentang penyakit kamu lagi." Bentak Aksel.


" Maaf."


" Lupakan! maaf sudah membentak kamu! Aksel mendekap erat tubuh Devi. " Aku sayang sama kamu! jangan sakiti lagi, Aku dan anak anak sangat membutuhkan kamu."


" Maaf ya Aks."


" Aku juga minta maaf." Devi membalas pelukan Aksel. " Aku mandi dulu ya." Ucap Devi Setelah mengurai pelukannya.


Devi kembali ke kamar mereka di ikuti Aksel di belakangnya. Saat membuka pintu kamar mata Devi langsung di manjakan dengan berbagai hadiah, yang tersusun rapi di atas tempat tidur. " Happy birthday my wife."



.


.


.


.


Bersambung.


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2