Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 19


__ADS_3

" Nggak ada apa apa ko sayang, mama hanya senang aja, dapat Arisan hari ini, rencananya mama mau ngajak kalian semua jalan jalan dengan uang itu." Dusta Mama Aisya yang tidak ingin Gilang mengetahui tentang Sevi.


" Oh gitu, kira in apa! ya udah Gilang kekamar dulu ya ma." Pamitnya pada mama Aisya.


" Iya sayang."


Setelah kepergian Gilang mama Aisya Begitu legah, Iya dengan Akhila kembali berpelukan. " Aku Senang banget Ma, aku nggak sabar pengen ketemu ka Devi dan Sevi mama." Ucap Akhila.


Mama Aisya melepaskan pelukannya dengan Akhila, " Mama juga sayang."


" Ayo ma, kita kasih tahu kabar gembira kepada ka Aksel."


" Iya bener juga! saking bahagianya mama sampai lupa untuk kasih tahu kakak kamu."


Mama Aisya pun berjalan menuju Telpon rumah yang ada di ruangan itu, iya mengangkat ganggang Telpon dan menekankan beberapa digit Angka yang tertera pada telpon rumah itu.


Tuuut.. Tuuut.. Tuuut.


Assalamualaikum, Jawab Aksel dari seberang sana.


Waalaikumsalam, Aks! kamu dimana? Tanya mama Aisya.


Aks, lagi di jalan pulang Ma! Ada apa ma? Nanda dan Putra baik baik saja kan?


Iya sayang! mereka baik baik saja. Tetapi ada yang ingin mama bicarakan sama kamu, kamu bisa kerumah mama sekarang.


Maaf ya Ma aku nggak bisa, Aks capek banget, Aks ingin istirahat.


Tapi ini penting sayang, ini tentang Devi.


Ucap mama Aisya membuat Aksel menginjak Rem mobilnya. tubuh Aksel terdorong kedepan karena mobilnya yang berhenti secara mendadak, menyebabkan ponselnya terjatuh.


Aks! Aksel,, Aksel. Teriak mama Aisya, sambil menggenggam kuat ganggang Telpon jadul itu, tubuhnya bergetar, wajah wanita paruh bayah itu langsung pucat, ketika mendengar benda terjatuh dari seberang sana.


" Ma ada apa? kenapa wajah mama begitu pucat? apa mama sakit?" Akhila yang berada tak jauh dari tempat Mama Aisya, mulai melayangkan beberapa pertanyaan saat melihat perubahan di wajah mamanya.


" Kaka kamu.... Kaka ka.."


Hallo Ma! Suara dari seberang telepon memotong ucapan mama Aisya, membuat wanita paruh itu bernafas lega.


Ya Allah Aks, kamu buat mama hampir jantungan.


Maaf Ma, tadi ponsel Aks jatuh! Tadi mama mau ngomong apa soal Devi?

__ADS_1


Ehh iya itu, Ternyata Anak kamu itu 3 bukan 2.


Maksudnya apa sih ma, anak 3 Aks nggak ngerti.


Hhhnmmm kamu tu ya, Anak kamu kembar kan.


Iya ma kenapa emangnya.


Ternyata Anak kamu itu kembar 3, dan Anak perempuan yang bersama Devi, itu juga anak kamu.


Mama tahu dari mana, mama jangan ngarang! Sebab waktu itu cuma putra dan Nanda yang di dorong keluar dari ruangan operasi itu, Aksel lihat sendiri ko.


Dasar bodoh, pantas saja istri dan putri kamu di bawah pergi di depan mata kamu tetapi kamu tidak menyadarinya. Mama berani berbicara seperti ini karena mama punya buktinya dan jika kamu masih ragu, malam ini kita ketempat praktek dokter Nisa.


Tapi untuk apa Ma?


Untuk membuktikan kebodohanmu. Ucap Mama Aisya dengan kesalnya, Iya langsung memutuskan sambungan telepon dengan Aksel begitu saja tanpa mendengar ucapan Anaknya itu.


" Mama Kenapa sih? tadi wajahnya tegang sampai pucat, sekarang kesal." Tanya Kila


" Udah lah mama pusing, mama mau Istirahat!" Mama Aisya langsung berlalu meninggalkan Kila begitu saja.


Disisi lain Aksel yang baru saja di Telpon mama Aisya, Nampak bimbingan dengan perasaannya sendiri, Hatinya membenarkan ucapan mamanya tetapi otaknya berpikir keras untuk menolak hal itu.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


" Gosip apa Rik?" Tanya Nadia begitu antu siaas! Bukan karena mereka yang suka bergosip tetapi, Nadia tahu ketika Erik mengatakan gosip itu pasti seputar mereka bertiga saja.


Karena Mereka bukan lah orang yang suka mencampuri urusan orang lain, mau masalah itu seheboh dan sebesar apapun mereka akan bersikap bodoh amat, lain ceritanya, jika itu menyangkut masalah diantara mereka sendiri.


" Tuh bibir, bisa nggak, nggak lambe sehari aja." Ucap Devi, sudah dia pastikan Erik akan menceritakan tentangnya dan Aksel siang tadi.


" Ihh kamu kenapa! Sewot amaat lagian aku nggak ceritain kamu, Aku cuma Mau bilang sama mbak Nadia, tadi siang ada Pak polisi yang ngungkapin perasaannya pake toa musholla." Ucap Erik dengan sengaja.


" Tuh sama aja saraap." Devi langsung memukuli Erik dengan bantal sofa yang ada di pangkuannya.


" Pantas aja lu di laporin, dikit dikit main pukul , kalau gue lupa ingatan gimana?"


" Bodoh amaat, makanya punya mulut tu di jaga ya, jangan lambe sana sini."


Nadia yang melihat tingkah kedua temannya itu hanya bisa memijit pelipisnya.


" Mau bibir aku lambe kaya gimana pun, yang penting aku nggak gosipin kamu."

__ADS_1


" Asataga manusia bergenre Men ngakunya women! tadi itu kamu gosipin aku." Teriak Devi tepat di telinga Erik.


" Dasar wanita berotak separuh, Tidak tahu bersyukur udah di kasih otak utuh sama tuhan, malah di angkat separuhnya. Jadinya ginikan negatif tingking sama aku " Erik menjeda ucapannya, iya melipat kedua tangan di dada dan menatap kepada Devi " Eeh Rosalinda Ayamor, emank tadi aku ada sebut nama kamu? nggak kan?."


" Ngeles aja terus kaya bajaj, lama tuh bibir aku sulam." Ucap Devi sambil mendorong kening Erik dengan jari telunjuknya.


" Mau Donk Ra, Bibir aku di sulam."


" Iya entar aku sulam pake jarum sama benang wol."


" Tuh Diranjut Dira sayang." Protes Erik.


" Bodoh amaat aku istirahat." Devi pun meninggalkan Erik dan mbak Nadia. Kedua Temannya itu tersenyum sambil menggeleng kepalanya menatap punggung Devi.


" Polisi itu kayanya suaminya deh mbak." ucap Erik.


" Masa sih Rik? bukannya suami dia yang sering ke cafe itu ya?"


" Iya itu orangnya"


Nadia membulatkan bibirnya sambil mengangguk angguk, Orang kedua orang itu terus berlanjut.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Di ruangan yang di dasari warna putih dan berbagai poster Kehamilan serta bagian Reproduksi wanita terpasang di dinding ruangan itu. Kini Duduk Aksel dan mama Aisya yang berhadapan langsung Dengan seorang Dokter cantik, dokter yang turut serta dalam operasi Devi hampir 4 tahun lalu.


" Ada yang bisa saya bantu." Tanya Dokter Nisa seprofesional mungkin.


" Tidak perlu berbasah basih, anda pasti tahu siapa kami." Jawab mama Aisya.


" Ya saya tahu Ibu adalah mertua dan suami dari almarhumah ibu Devi..."


" Tutup mulut Anda, Istri saya masih hidup! dan saya bisa saja melaporkan dokter karena telah menipu keluarga kami." Aksel mengebrak meja Dokter Nisa tetapi tidak ada raut ketakutan sedikit pun di wajah dokter cantik itu.


Dokter Nisa tersenyum penuh Ejekan kepada mama Aisya dan Aksel, " Anda menuduh saya atas ketidak pedulian anda terhadap istri anda sendiri? Tuan dan Nyonya Firmasha yang terhormat kemana saja kalian selama? Setelah sekian lama baru kalian Sadar dan mencari tahu semuanya?"


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2