
Devi yang sibuk dengan ketiga Anaknya dan Aksel membuat iya lupa kepada Rendy dan Resty, Jangankan menemui mereka sekedar memberi kabar lewat via telepon saja Devi tidak melakukan, Padahal kedua anak itu Begitu semangat untuk menemui Devi! walaupun awalnya semua baik baik saja, tetapi Devi tetap manusia yang memiliki sisi Egois.
Tentu saja Nanda, Putra dan Sevi lebih penting di atas segala galanya. Setiap hari Rasty terus merengek minta ingin bertemu Dengan Devi tetapi Devi tidak pernah ke cafe selama iya tinggal di rumahnya bersama Aksel.
Disinilah kehadiran Nadia begitu berpengaruh untuk kedua anak itu. Sikap keibuan Nadia, mampu meluluhkan hati Randy dan Resty! Saat mereka ke cafe mencari Devi, Nadia begitu telaten mengurus mereka! menyuapi mereka, menemani bermain dan mendengar cerita mereka, dari hal kecil ini, membuat kedua Randy dan Resty semakin hari semakin nyaman bersamanya, walaupun sesekali kedua anak itu masih mencari Devi. Tetapi Nadia selalu punya cara untuk menenangkan mereka.
" Daddy, kalau mommy nggak mau jadi mommy kita! kenapa nggak Bunda aja." Ucap Randy saat Ray hendak menidurkan mereka.
" Emangnya Kaka Udah nggak sayang lagi sama mommy?" Tanya Ray! sebentar dia terkejut dengan pertanyaan Randy tetapi sebisa mungkin Ray menetralkan keterkejutannya.
" Esty juga nggak papa ko Daddy! kalau Bunda yang gantiin mommy! yang penting Esty punya mommy sama seperti teman teman Esty yang selalu diantarin sekolah sama mommy mereka." Ray semakin di buat bingung dengan perasaan kedua Anaknya! Seandainya iya mempunyai perasaan yang berubah ubah seperti kedua anaknya! mungkin semuanya tidak akan se Sulit ini.
" Randy sayang sama mommy, Daddy! tapi Randy dan Adik cuma ingin punya mommy sendiri."
" Iya Deddy! Esty juga sayang sama mommy dan Dede Sevi koh?"
" Kalian berdua mungkin bisa terima bunda! tetapi bagaimana Dengan Daddy nak? hati Daddy sudah di penuhi dengan Mommy kalian." Gumam Rayhan. " Sekarang kalian tidur dulu ya? sudah malam." Rayhan menyelimuti tubuh Randy dan Resty, mengecup kening mereka secara bergantian.
" Selamat malam Daddy, mimpi yang Indah ya." Ucap Resty, Rayhan Tersenyum kepada putra putrinya." Kalian juga."
Rayhan mematikan lampu di kamar itu, menyisakan lampu tidur yang ada di atas nakas tetep menyalah.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Pagi harinya Ray mengajak Anwar untuk bertemu! Ia ingin membicarakan permintaan Randy dan Resty.
" Ada apa Ray?" Tanya Anwar mereka kini tengah duduk Di ruang tamu rumah Anwar. " Tumben kamu mau bertamu kerumah Adikmu ini."
" Aku sedang binggung! makanya aku Kesini."
" Binggung kenapa?"
" Randy dan Resty begitu merindukan sosok seorang ibu.."
__ADS_1
" Ya berikanlah! aku yakin Kamu bisa mendapatkan ibu untuk Randy dan Resty! terus apa masalahnya?"
" Masalahnya? Aku menginginkan Devi yang menjadi Ibu sambung mereka."
" Aku juga setuju jika Devi yang menjadi ibu sambung Randy dan Resty! Tetapi Adikku itu bukanlah orang yang gampang berpaling ke lain hati, orang yang tidak mengenalnya mungkin akan salah mengartikan sikapnya, dia itu penyayang sama seperti Amma dan keras seperti Abbah." Anwar mengambil Laptopnya, iya memutar video Devi dan Raaz. " Dia adalah mantan pacar Devi, Dia meninggal karena kecelakaan! Lima tahun kepergiannya tidak ada satu orang Lelaki pun yang mampu Menganti posisinya. Aksel dengan sikap pemaksanya mampu menaklukkan hati Devi. Raaz yang sudah meninggal saja butuh lima tahun untuk Devi, apalagi Aksel yang jelas jelas tidak sepenuhnya bersalah dan masih berada di sekitarnya? Jangan sia siakan waktumu Ray! cari lah wanita penganti Devi untuk Rendy dan Resty." Ray diam iya memikirkan kata kata Anwar.
" Kalau kamu tetap memaksa, itu hanya akan membuatnya semakin menjauh dari kalian Ray! Jangan pikiran perasaan kamu saja Pikiran Randy dan Resty juga. sekali pun Devi tidak menjadi ibu sambung Randy dan Resty! Devi tetap akan menyayangi mereka." Ucapnya Anwar lagi.
" Bagaimana Jika aku menikahi Nadia?" Tanya Ray Setelah beberapa saat terdiam.
" Nadia juga wanita yang baik, Dia tidak punya siapa siapa selain Devi dan Erik! Anaknya meninggal karena leukemia beberapa tahun lalu. Aku yakin dia akan mencintai Randy dan Resty sepenuh hati, tetapi jika kamu tidak bisa mencintainya, sebaiknya jangan Ray."
" Iya An makasih! Aku balik dulu." Ray pun pergi meninggalkan rumah Anwar. Dalam perjalanan menuju Apertemennya Ray terus memikirkan kata kata Anwar.
Begitu sampai di Baseman Apertemennya, Ray turun dari mobilnya, Ia berjalan Kearah lift! masuk kedalam lift itu begitu pintu lift terbuka dan tertutup kembali begitu Ray berada di dalamnya.
Tidak butuh waktu lama Ray sudah berada di depan apartemen, Ia menekan kode untuk membuka pintu Apartemennya! begitu pintu terbuka Ray sedikit terkejut dengan kehadiran Nadia di Apartemennya! ini bukan pertama kalinya Nadia datang ke Apertemennya tetapi entah mengapa kehadiran Nadia selalu membuatnya tidak nyaman lain halnya dengan Randy dan Resty yang begitu senang dengan kehadiran Nadia.
" Sudah lama Nad?" Tanya Ray sekedar basa basi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Setelah seharian bermain bersama Randy dan Resty! Nadia pun pamit pulang setelah membantu Rasty dan Randy tidur.
" Ray Aku pamit ya!" Pamit Nadia kepada Ray yang tengah duduk di ruang tamu.
" Bisa duduk dulu! ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." sahut Ray.
" Ada apa?" Nadia duduk di sofa tepat di hadapan Ray.
" Aku tidak ingin basa basi! Kamu tahukan Randy dan Resty begitu menyukai kamu sama seperti mereka menyukai Devi?"
" Iya Ray! Apa kamu tidak suka?"
__ADS_1
" Bukan."
" Lalu?"
" Jadilah Ibu sambung mereka, aku akan membayar kamu setiap bulannya! kamu juga bisa memiliki keluarga sendiri tanpa harus bersandar kepada Erik dan Devi lagi."
" Maksud kamu apa Ray?"
" Menikahlah denganku, tetapi hanya untuk menjadi ibu sambung Rasty dan Randy! kamu cukup mengurus mereka berdua layaknya anak kamu dan jangan mengharapkan kasih sayang dariku sebab aku atau pun kamu tahu hatiku ini untuk siapa?" Ray melihat Nadia terdiam, ia tampak berpikir! sambil memilin jari jari tangannya. " Kamu boleh berpikir terlebih dulu."
" Aku mau Ray!" Tanpa Ray duga, Nadia menerima tawarannya.
" Apa kamu yakin?"
" Ya aku yakin."
" Alasannya?"
" Seperti katamu aku akan memiliki keluarga! mungkin dengan begini Devi dapat menentukan pilihannya dan suatu saat Erik akan memiliki keluarga sendiri bukan! Asalkan, suatu hari kamu tidak mencampakkan aku di jalanan."
" Itu tidak akan pernah terjadi, Selama kamu tidak berkhianat kepada aku." Ray menjeda ucapannya sesaat. " Tapi ingat jangan pernah mencintaiku, karena itu hanya akan membuat kamu terluka! Aku tidak ingin anak anakku tersakiti hanya karena perasaan kamu yang tidak terbalas." Mungkin Ucapan Ray sedikit kejam, Tetapi itu jauh lebih baik dari pada Ray harus membohongi Nadia.
" Baiklah, aku pamit dulu, Kamu terlambat memberi tahu aku Ray, karena aku sudah sejak lama mencintai kamu! Semoga dengan menjadi istri kamu Tuhan bisa melembutkan hatimu untuk menerima aku." Nadia melangkah keluar aperteman Ray.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍