
Devi dan Aksel beristirahat setelah pergulatan panjang keduanya. Diwaktu yang sama Seorang Anggota baru telah lahir menambah deretan panjang keturunan Firmasha.
Anggota baru sebagai pelengkap pernikahan Dede dan Reza. Tiga tahun lebih membina mahligai rumah tangga, Akhirnya tuhan mempercayai keduanya dengan menitipkan malaikat kecil yang hadir untuk memberi suka dan duka untuk hidup keduanya kedepan.
" Terima kasih sayang." Ucap Reza mencium kening Dede berulang ulang. " Terima kasih karena sudah berjuang dan bertahan." Ucapnya lagi, seolah tiada cukupnya ia berterima kasih kepada Istrinya.
Dede mengedipkan kedua matanya, diikuti anggukkan lemah untuk Reza. Dede melahirkan bayi berjenis kelamin laki laki, Dengan panjang 46,8 cm dan berat 3,2 kg.
" Nak biarkan Dede beristirahat dulu, jangan mengganggunya." Ucap papa Bastian.
" Iya Pa, Eza cuma mau mastiin Dede baik baik aja." sahut Reza.
Pintu ruangan rawat Dede terbuka, masuklah seorang wanita dengan jas putih yang melekat di tubuhnya, di ikut seorang perawat Sambil ranjang kecil yang di kelilingi kaca itu.
" Permisi Pa, Bu! bayinya sudah selesai di bersihkan, Silahkan di adzanin." Ucap wanita yang berprofesi sebagai dokter.
Reza mengangguk ia, menuju kamar mandi untuk berwudhu. setelah itu ia kembali menghampiri ranjang kecil dimana bayinya berada. Membawa bayi itu kedalam Gendongannya, Setelah menyalami anaknya, Reza Mengadzani dan Iqamah di telinga anaknya.
" Siapa Namanya." Tanya Mama Aisya begitu Reza selesai Mengadzani anaknya.
" ABIL ZHAFRAN FIRMASHA." Jawab Reza Sambil mentoel pipi anaknya.
" Nama yang bagus." ucap mama Aisya.
" Terima kasih Ma! kami beruntung Memiliki dia."
Reza menurunkan bayinya pada tempat tidur bayi yang telah di sediakan pihak rumah sakit.
Beberapa hari kemudian Dede dan bayinya sudah diizinkan pulang kerumah. Selama di rumah sakit, Devi ,Nana dan Lee selalu meluangkan waktu untuk menjenguknya. Bahkan hari ini mereka melakukan penyambutan untuk Anggota baru mereka.
" Dede udah punya anak Na! kamu kapan." Tanya Lee, ia sedang duduk bersama Devi dan Dede di kamar Yang di buat khusus untuk Anak Reza.
Kamar itu bersebelahan dengan kamarnya Daffa dan si kembar. Putra dan Nanda memiliki kamar sendiri, mereka menempati Kamar Devi dan Aksel itu, karena permintaan Aksel.
Mendengar pertanyaan Lee, Nana hanya tersenyum kecut, " Mungkin ini karma buat aku yang tidak tahu berterima kasih." Jawabannya, membuat ketiga sahabat yang sudah ia anggap saudara itu, menatap bingung Kepadanya.
__ADS_1
" Mengapa kamu berbicara seperti itu Na?" Tanya Devi.
" Iya Na." Lele pun setuju dengan kata kata Devi.
" Karena itulah kenyataannya Dev, Lee! Rasa cemburu Membuat aku buta dan terus menyakiti kamu." Nana menunjuk Devi.
" Hhmmm Huuffh." Devi menarik Nafas dalam dalam melalui hidung, kemudian menghembuskannya melalui mulut.
Devi menghampiri Nana, menggenggam kedua tangannya. " Apa yang kamu lakukan tidak sepuhnya salah kamu! Aku memaklumi hal itu, kamu hanya ingin mempertahankan posisi kamu sebagai seorang istri.
Tetapi jangan lupakan satu hal, Aku sahabatmu bahkan kamu lebih mengenal aku jauh sebelum suamimu hadir dalam hidupmu Na, tidak bisakah kamu belajar dari pengalaman Sebelumnya.
" Maaf Mak! tolong maafkan kebodohanku!" Ucap Nana membuat bibir Dede dan Lee melengkung, tentunya mereka senang jika Nana menyadari kesalahannya dan mau memperbaiki hubungannya dengan Devi. " Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan bang Gilang, aku akan kembali kekampung! dengan begitu Aku tidak akan menyakiti kamu lagi."
" Kamu bercerai hanya karena tidak ingin menyakiti aku?"
" Tidak Mak, rumah tangga aku dan bang Gilang memang sudah tidak bisa di pertahankan."
" Tetap saja, akulah alasan di balik perceraian kalian."
" Aku menceraikan bang Gilang karena dia tidak mencintaiku! lalu untuk apa aku bertahan, sedangkan anak saja aku tidak punya."
" Benar Na! kamu bertahan sudah sejauh ini." Sahut Lee.
" 4 tahun bukan waktu yang sebentar Ka! aku yakin, suatu saat Kaka Nana akan di berikan kepercayaan sama seperti kita."
" Perbaiki hubungan kamu dan bang Gilang siapa tahu dengan begitu tuhan memberikan kalian hadiah. Lagian tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini."
" Tapi Mak!"
" Nggak ada tapi tapi, kalau kamu tetap bercerai dengan bang Gilang! aku anggap akulah penyebabnya."
" Anggap saja kamu memberikan bang Gilang kesempatan kedua! sama seperti Mak." sahut Lee.
" Dede setuju sama Mak dan ka Lee."
__ADS_1
" Baiklah aku akan mencobanya! tetapi Mak jadi mau maafin aku."
" Pasti Donk." Devi dan Nana pun berpelukan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Sebagai manusia kita cuma bisa berusaha mengikuti garis takdir yang telah di gariskan kepada kita! Sama halnya dengan yang di jalani Nadia saat ini.
Disaat Devi tengah berbahagia karena dapat bersatu dengan keluarga kecilnya dan Memperbaiki hubungannya dengan Nana serta Dede yang berbahagia karena kelahiran putra pertamanya. Nadia justru sedang di uji kesabarannya.
Begitu Sampai di mansion Ray yang ada di negara J berberapa hari yang lalu, Ray masih acuh tak acuh dengan kehadiran Nadia. Ray sedikitpun tidak pernah melirik. Nadia! Inilah resikonya jika menjalani hubungan pernikahan tanpa cinta.
Pagi itu Nadia menyiapkan pakaian kerja untuk Ray, Setelah itu ia turun kebawah untuk menyiapkan sarapan.
" Nadia." Teriak Ray, saat keluar dari kamar mandi. tidak lama Nadia pun menghampirinya.
" Ada apa Ray." Tanya Nadia.
" Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh barang barang ku." Tanya Ray, Ia mengambil pakaian yang Nadia siapkan di atas tempat tidur dan melemparkannya ke dalam tempat sampah yang ada di kamarnya. " Sudah berulang kali aku katakan jangan mengurusku! karena tugas kamu di rumah ini hanya untuk mengurus Randy dan Rasty jangan melewati batasanmu."
" Maaf Ray! Aku hanya ingin membantumu."
" Aku tidak membutuh bantuanmu! Keluar." Sikap yang Ray tunjukkan kepada Nadia berbanding tiga ratus enam puluh derajat dengan yang di tunjukkan kepada Devi. " Tunggu satu." Ray menghentikan langkah Nadia. " Jangan pernah masuk kedalam kamar ku! kamu boleh masuk jika Randy dan Rasty yang memintanya. Berhentilah bersikap sebagai istri yang baik di rumah ini karena selamanya perasaanku tidak akan pernah berubah sekeras apapun kamu mencoba nya cintaku hanya untuk Dira."
" Sama halnya kamu! aku pun demikian, sekeras apapun kamu mencoba menjauhi ku perasaanku semakin besar kepada mu Ray! Aku percaya suatu saat Tuhan akan memberikan hati mu kepadaku." Suara hati Nadia, ia mengusap air mata yang keluar dari kedua sudut matanya.
Setiap hubungan pasti di uji dengan masalah yang berbeda beda! dan setiap masalah Memiliki jalan keluarnya. Jika kita yakin dan percaya tuhan akan memudahkannya untuk kita.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍