
Setelah menyelesaikan Urusan Heni di rumah Sakit Erik memutuskan untuk kembali ke cafe membantu Devi. Tetapi sayangnya begitu Erik tiba disana, Devi langsung menitip cafe kapada Erik, sebab hari ini Nanda dan Putra terus merengek ingin jalan jalan. Devi dan Aksel Sudah menolak secara halus, mengingat di cafe tidak ada yang mengontrol, tetapi namanya anak kecil pasti akan terus merengek Devi tidak sampai hati melihat Nanda dan putra seperti itu. Ia mengiyakan permintaan mereka ketika melihat Erik yang baru saja datang, Erik di buat melongo mendengar permintaan temannya ini.
" Andai saja Devi bukan temannya, pasti lelaki bertulang lunak itu sudah menolak mentah mentah permintaan Devi sambil menjambak rambutnya. " Dasar wanita berotak separuh, pantas saja dia tidak berperasaan." Erik kesel tetapi itu hanya di bibir saja, buktinya begitu Devi dan Aksel pergi bersama anak anaknya. bibir Erik langsung melengkung melihat kebahagiaan di wajah ketiga anak yang hidup terpisah dari orang tua mereka itu.
Sekali pun anak anak itu mendapatkan kasih sayang dari orang orang di sekitar mereka tetap saja itu tidak akan sebanding dengan kasih sayang langsung dari orang tuanya sendiri.
Aksel mengajak Devi dan ketiga Anaknya ketaman, mengingat waktu yang sudah hampir sore. Ketiga Anak itu asyik dengan permainan yang di sediakan di taman itu, sedangkan Devi dan Aksel hanya memantau mereka sambil duduk di bangku taman yang tidak jauh dari mereka.
" Apa." Tanya Devi saat Aksel meletakkan punggung tangannya diatas paha kanan Devi. Aksel mengambil tangan Devi, meletakkan tangan Devi diatas tangannya. Jari jari cantik Devi masuk pada selah selah jari tangan Aksel.
" Aku cape Aks." Ucap Devi sambil menatap Anak anaknya yang tengah bermain. Aksel berjongkok di hadapan Devi tanpa melepaskan tangannya. Ia mencium punggung tangan Devi,Aksel tahu maksud dari Ucapan Devi.
" Sekarang kamu maunya gimana?" Tanya Aksel sambil mengusap pipi Devi.
" Aku ingin berhenti dan mengejar kebahagiaan ku sendiri." Devi melihat jelas raut kekecewaan di wajah Aksel, " Itu jika aku egois, tidak memikirkan perasaan dan kebahagiaan mereka." Pandangannya beralih dari Aksel, Sekarang ia menatap kearah tiga anaknya.
" Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau kembali dan bertahan Demi mereka?" Disini bukan Devi saja yang lelah dengan keadaan mereka saat ini, bahkan Aksel jauh lebih leleh terhadap situasi yang ada. Tetapi dia sadar, Ini semua terjadi atas kesalahannya yang terlambat jujur, hanya saja, semua begitu terasa sulit untuk dikembalikan pada tempatnya. " Aku butuh kepastian dari kamu, tolong beri aku satu kesempatan saja aku mohon." pinta Aksel penuh harapan kepada Devi.
" Bagaimana jika kamu melakukan kesalahan yang sama."
" Itu tidak akan terjadi, terkecuali mereka menjebak ku." Ucap Aksel begitu yakin tetapi keraguan tetapi menyelimuti hati Devi.
" Apa kamu begitu bodoh, sampai harus terjatuh kedalam permainan yang sama." Devi menatap wajah Aksel. " Jangan meminta harapan jika kamu tidak bisa menjaganya."
" Kali aku tidak akan, membiarkan mereka mempermainkan hubungan kita lagi. Aku mohon sekali saja." Aksel terus membujuk Devi.
" Kamu saja ragu, bagaimana aku bisa memberikan kesempatan itu, sedangkan
__ADS_1
kamu terlalu ragu ragu dalam bertindak." Aksel Berdiri, ia menarik Devi untuk berdiri juga, kedua tangan Aksel iya letak pada pipi Devi.
" Kali ini aku tidak akan mengecewakan kamu dan Dengarkan aku, besok aku janji sama kamu, semua masalah ini akan aku selesaikan di rumah mama." Aksel menjeda ucapannya, " Saat semuanya jelas, aku minta sama kamu, tolong kasih aku kepastian." Pintah Aksel sedikit mengiba.
Devi tidak tega melihat Aksel yang terus saja memohon kesempatan darinya membuat ia menganggukkan kepalanya. Aksel begitu senang ia langsung memeluk dan mencium kedua pipi Devi saat ingin mengecup bibir Devi, Devi langsung memhindar. " Ayo kita susul mereka." Ucap Devi. Setelah itu Keduanya, menemui Sevi, Nanda dan putra. Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Aksel.
Mereka bermain bersama! tidak terasa langit sudah gelap. Aksel dan Devi menyudahi Anak anaknya untuk bermain di taman itu. Aksel mengajak anak dan istrinya untuk makan malam bersama Sebelum pulang kerumah. Makan cepat saji adalah pilihan dari Nanda dan putra, Aksel dan Devi pun menurut saja, toh Devi tidak protes.
Selesai makan mereka pulang kerumah, begitu sampai di rumah ketiga anak itu langsung tertidur setelah mencuci wajah dan kaki tangan mereka. mungkin karena terlalu lama bermain sehingga ketiganya mengantuk.
...ππππππ...
Pagi harinya Devi bangun seperti biasanya begitu juga dengan si kecil Sevi sedangkan Aksel dan kedua anaknya, jangan di tanya.
Devi tidak langsung kekamar mandi seperti biasanya, iya memilih membangunkan Nanda dan Putra terlebih dahulu sedangkan Devi kebagian membangunkan ayahnya.
" Sayang bangun dong, udah pagi nih." Ucap Devi begitu selembut, sambil menoel pipi kedua anaknya itu secara bergantian. cukup lama dan memerlukan kesabaran ekstra Sebelum kedua anak itu membuka kedua matanya.
" Aku ngantuk mom."
" Iya aku juga." protes keduanya.
" Habis ini boleh tidur lagi ko." Ucap Devi, tetapi kedua anak itu tidak bergerak mereka semakin mengeratkan pelukannya pada guling depan mereka. " Ya udah kalau nggak mau ngak papa tidur aja, besok mommy pergi nggak balik lagi." Saat Devi hendak berdiri kedua anak itu langsung memeluk tubuhnya.
" Mommy jangan pergi lagi, Nanda janji besok Nanda bangunnya cepat."
" Putra juga, tapi mommy janji ya jangan tinggalin kita lagi." Sungguh drama yang membuat hati Devi ikut teriris, niat hati ingin membuat kedua anaknya itu bangun tetapi Mala membuat iya merasa bersalah kepada mereka.
__ADS_1
" Maafkan mommy, mommy janji tidak akan meninggalkan kalian koh." Sekarang kita mandi ya.
Kedua anak itu mengangguk, Devi langsung menggendong mereka ke kamar mandi, walaupun sedikit kualahan.
Aksel sebenarnya sudah bangun ketika dia mendengar Sevi membangunkan kedua anaknya itu, iya memilih untuk pura pura tidur saat drama itu berlangsung.
Waktu berlalu begitu cepat, Setelah Aksel dan Sevi mengantar Nanda dan Putra kesekolah mereka langsung kembali kerumah untuk menjemput Devi, hari ini mereka akan kerumah keluarga Firmasha seperti yang di janjikan Aksel kemarin.
Hari ini Aksel hanya mengunakan jeans dan kemeja berwarna putih, tangan bajunya di lipat sampai kesiku, sedangkan Sevi mengunakan Dress putih senada dengan dress yang di gunakan Devi mommynya.
Begitu sampai di rumah keluarga Firmasha, Devi, Aksel dan Sevi langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah besar nan mewah, Devi terlihat begitu santai saat Aksel merangkul pinggangnya.
Begitu sampai di ruangan tamu Devi di buat terkejut. karena bukan cuma mama Aisya dan papa Bastian saja yang ada disitu, Lee, Gibran, Gilang, Nana, Reza, Dede, Heni, bahkan Anwar dan Abbah juga ada disitu.
" Ada apa ini."
.
.
.
.
Bersambung.
π Untuk dua atau tiga hari kedepan aku sibuk karena besok ada tahlilan di rumah aku jadi belum bisa update, kalau bosan nunggu baca Aja cerita aku yang lain atau bisa juga baca Cerpen yang aku tulis tentang Sevi klik aja Profil aku.
__ADS_1
Love love sekebon Deh buat kalianππππ
π Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka π