
Setelah kejadian Gelang itu, Devi dan Aksel mulai sedikit posesif terhadap putri mereka mungkin bisa di bilang lebih disiplin lah ya.
Mengingat mereka belum tahu siapa pemilik gelang itu. Bahkan kedatangan Aksel keperusahan HOSLIMANT CROP beberapa hari yang lalu, tidak mendapatkan hasil sama sekali, Buku tamu pun Telah Aksel periksa, tetapi tidak ada tamu yang bernama Arsen. Wajarlah Arsenkan anak yang punya Acara.
Sejak saat itu Sevi berada dalam pengawasan Akhila, Mommy, Nenek serta Aunty Auntynya. Mungkin terdengar berlebihan di telinga orang tetapi untuk cucu perempuan satu satunya dari keluarga terpandang tentu sah sah saja.
Jika kalian berpikir dengan begitu Devi merasa legah, tentu saja kalian salah karena bagi Devi selama ia belum tahu, siapa lelaki kurang ngajar yang sudah berani mecium putrinya itu, Hidupnya tidak akan pernah tenang.
" Ini semua tuh karma atas perbuatan kamu." Ucap Devi kepada Aksel di depan seluruh Anggota keluarga Firmasha. Mereka yang tengah pusing memikirkan siapa orang yang telah berani mencium Sevi, Kini tatapan mereka beralih Kepada Aksel dan Devi, menunggu ibu tiga anak itu untuk menyelesaikan ucapannya. " Seandainya dulu waktu kita pertama kali bertemu, bibir kamu tidak main nyosor sembarangan, pasti putriku tidak akan di lecehkan seperti sekarang ini."
" Kenapa jadi aku yang salah, sih yank! pake bawah bawah karma segala. Lagian kalau waktu itu aku nggak inisiatif kaya gitu, mana mau kamu sama aku." Sahut Aksel tak ingin moment terindahnya untuk mendapatkan Istrinya itu di jadikan sebagai hukum untuk putrinya.
" Alaah bilang aja modus, pake ngancam Nggak pulangin Nana dan Dede segala." Bukannya tenang Devi masih saja mengingatkan Aksel akan ulahnya dulu .
" Setidaknya dengan begitu aku mendapatkan istri dan Anak anak yang begitu aku cinta melebihi dariku Sendiri." Mungkin kata kata Aksel terdengar seperti sebuah gombalan belakang, Tetapi apa yang ia ucapkan jujur dari lubuk hatinya. walaupun untuk saat ini Devi tidak membutuhkan ucapannya.
" Mama heran dengan kali berdua, disaat ada masalah yang penting seperti sekarang ini kalian berdua masih sempat juga bernostalgia seakan akan diruangan ini hanya ada kalain berdua saja." Devi dan Aksel langsung menghentikan perdebatan mereka. Fokus keduanya kini kembali kepada Sevi yang sedang duduk di pangkuan Yasmin.
" Sevi sini Sayang." Panggil Devi. Gadis kecil itu menurut ia turun dari pangkuan aunty nya dan langsung naik ke pangkuan sang mommy.
"Sevi, sayang dengar kata kata mommy ya!" Pinta Devi sambil mengusap Kepala Sevi penuh sayang, sesekali mengecup keningnya. " Mulai sekarang Yang boleh mencium Sevi itu mommy, Kakak, Abang dan Ayah! Lain dari itu harus izin dulu Sama mommy! Ingat ya sayang."
" Setali pun sayang." Tanya Gadis Kecil itu.
" Hu'um." Devi mengangguk.
" Apa kamu tidak terlalu berlebihan Mak." Tanya Nana.
" Nggak! ini lebih baik dari pada kepolosan anakku harus dimanfaatkan oleh orang itu lagi." Jawab Devi.
" Terserah kamu saja mak! tapi ingat, jangan sampai rasa takut kamu membuat Sevi kehilangan masa kecilnya."
__ADS_1
" Iya Na! makasih ya udah peduli sama Sevi."
" Untuk apa berterima kasih mak, Sevi kan keponakan aku juga."
" Iya mak! kamu tidak perlu takut seperti itu, kita semua akan menjaga Sevi tanpa mengurangi kebebasannya." Sahut Luna.
" Iya." Suara Yasmin dan Dede bersama sama.
" Kakak tidak perlu khawatir, kita semua akan, menjaganya dengan baik percaya deh sama kita." Reza turut menyakinkan Devi begitu juga Dengan, Gilang, Aryan dan Gibran.
" Baiklah, tapi bagaimana dengan gelangnya?"
" Simpan aja nak! siapa tahu gelang itu akan berguna untuk Sevi suatu hari nanti." Ujar mama Aisya, Devi menurut saja, ia akan menyimpan gelang pemberian Arsen dengan baik begitu sampai di rumahnya nanti.
Setelah pertemuan keluarga waktu itu, yang menghasilkan keputusan untuk menjaga Sevi bersama.
Hari ke minggu dan bulan ke tahun, paman dan Aunty Aunty benar benar menepati ucapan mereka dengan menjaga Sevi dengan baik dan di limpahkan kasih sayang. Tidak ada pelecehan ataupun gangguan dari orang yang memiliki gelang itu, rasa cemas dan takut perlahan sirna bahkan kini keluarga besar itu telah melupakan perihal gelang itu.
Sevi kecil kini tumbuh dengan baik menjadi Gadis remaja, begitu juga dengan kedua kakaknya.
***End
Terima kasih sudah mendukung aku selama ini, rasanya ucapan terima kasih pun tak cukup. Tetapi aku tetap mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya buat kalian, semoga kebaikan kalian di balas dengan Rejeki yang berlimpah serta*** ***kesehatan untuk kalian semua.πππ
Bagi kalian yang menginginkan cerita Sevi dan Arsen atau Ray dan Nadia ! Komen aja, Insyaallah setelah cerita Luna tamat langsung aku publikasikan. Agar tidak ada cerita aku yang mengantung lagi kaya jumuran.πππ
Tapi pilih ya Ray dulu atau Arsen.
Bonus Visual 15 tahun kemudian.
Arsen Givano Aldrich
__ADS_1
32 tahun***
Amira Aksevina Firmasha.
17 tahun.
Ananda Fradev Firmasha.
18 tahun.
Putra Viksel Firmasha.
18 tahun.
Daffa Yusran Firmasha.
17 tahun.
See youπππ
πTinggalkan jejak ya kalau kalian suka π
__ADS_1