Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 43


__ADS_3

Nanda dan putra begitu bahagia ketika melihat Devi, mereka berlari ke arah Devi sambil terus mengucapkan kata mommy. Devi merentangkan tangannya menyambut kedua anaknya. Nanda dan Putra langsung memeluk tubuh Devi dengan begitu eratnya.


Seperti biasanya Nanda dan putra secara bergantian menunjuk hasil belajar mereka Kepada mommy mereka, Menceritakan Keseharian mereka di sekolah dan Masih banyak lagi.


" Mommy Kapan mommy pulang?" Tanya Nanda, mereka kini tengah duduk di bangku yang ada di depan kelas Nanda dan Putra.


" Iya mommy! kenapa mommy dan ayah marahannya lama sekali." Putra pun Ikut menimpali.


" Kalau mommy sama Ayah udah baikan! mommy pasti pulang, yang penting Nanda sama putra harus belajar yang rajin dan jangan kasih tahu Ayah atau siapapun kalau mommy ketempat kalian! Oke."


" Tapi kenapa mommy?" Tanya Nanda.


" Nanti mommy nggak bisa ketemu kalian lagi. Emangnya kalian mau nggak ketemu mommy lagi?" Nanda dan Putra kompak menggeleng kepala mereka. " Bagus, kalian emang anak anaknya mommy! sekarang kalian makan dulu sebentar lagi kalian di jemput."


Devi membuat tempat makan yang telah iya siapakah untuk kedua putranya, Ia menyuapi Nanda dan putra secara bergantian.


Tidak lama setelah itu Pak Memet supir yang di tugaskan untuk menjemput mereka datang, Devi mencium pipi dan kening mereka secara bergantian " Jangan nakal ya sayang! Dengar apa kata nenek, Aunty Dede dan Aunty Kila ya." Ucapnya Sebelum meninggalkan mereka.


Begitu mobil yang membawa Nanda dan Putra meninggalkan halaman sekolah itu, Devi langsung bergegas keluar dari persembunyiannya, ia masuk kedalam mobilnya kembali ke Cafe.


Jika biasanya Devi selalu Melewati pintu belakang untuk menghindari Aksel, kali ini ia tidak melakukannya. Iya bertekad untuk menemui Aksel Setelah menyiapkan hatinya.


Begitu tiba di Cafe, Devi di buat terkejut dengan penampilan lelaki yang masih berstatus suaminya itu, Bulu halus yang tumbuh di pipinya mulai panjang penampilannya pun tidak Serapi dulu. " Sebentar Devi, hanya sebentar kamu harus tahan! " Ucap Devi pada diri sendiri, Iya berulang kali menarik nafasnya, kemudian menghumbusnya lagi. " Bismillah." Devi mulai mendekat kepada Aksel.


" Kenapa kamu jadi seperti ini Aks?" Tanya Devi.


Mendengar suara Devi Aksel langsung Tersenyum, Tidak ada yang membahagiakan bagi Aksel, selain bisa melihat wajah wanita egois dan keras kepala ini lagi.


" Terima kasih sudah mau menemui Aku." Ucap Aksel memeluk tubuh Devi. Devi ingin menolak tetapi dia tidak sanggup untuk melakukannya.


Devi mengurai pelukannya dengan Aksel, " Jangan terlalu senang dulu, aku menemui kamu hanya untuk menyerahkan ini." Devi melekatkan undangan kepada Aksel.


" Itu tidak mungkin Dev! Sedangkan aku belum mencerainkan kamu." Bentak Aksel.


" Maka ceraikan aku agar semua menjadi mungkin." Ucap Devi, yang tidak peduli seperti apa kondisi Aksel saat ini. " Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Aks! Aku harap kamu datang." Devi kembali akan masuk ke dalam mobilnya, tiba tiba tangan Aksel sudah melingkar di pinggangnya, membuat langkah Devi terhenti. Aksel mulai mencium tengkuk leher Devi, menghirup aroma tubuh yang selama ini selalu ia rindukan.


Devi yang di perlakukan seperti ini mulai merasa tidak nyaman serta malu karena di lihat pengunjung cafe dan pengguna jalan yang lewat.


" Lepaskan Aks." Pintah Devi, Ia mencoba melepaskan tangan Aksel yang melingkar di pinggangnya, Semakin Devi Mencoba semakin Aksel mengeratkan pelukannya.


" Berikan aku alasan kenapa kamu ingin menikahi dia, Jika kamu mencintainya, maka aku akan melepaskan kamu." Tanya Aksel.


" Jangan mempersulit aku Aks, apa kamu lupa dulu kita menikah pun tanpa di dasari cinta."


" Tapi aku mencintaimu Dev."


" Sayang nya aku tidak Aks dan Ray pun sama seperti kamu! Lepaskan." Pintah Devi tetapi sekali lagi Aksel tidak mengindahkan Ucapan Devi.

__ADS_1


Devi yang mulai jengah, menginjak kaki Aksel serta menyikuhnya membuat Aksel meringis, pelukannya pun terlepas. Devi langsung masuk kedalam mobilnya, menutup pintu dan kaca jendela mobilnya.


Tangan Devi bergerak mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang. Aksel yang tengah meringis merasakan ponselnya bergetar. Ia meraih ponsel yang ada di saku celananya, mengeser Ikon berwarna hijau setelah itu menempel benda pipi itu pada telinganya.


"Aku harap kamu hadir di acara resepsi pernikahan itu jika kamu sampai tidak datang, akan Aku pastikan hak asuh Putra dan Nanda akan berpindah ke tangan ku."


"kamu tidak bisa melakukan itu Dev."


"Kenapa tidak bisa aku ibu mereka aku berhak atas mereka."


" Aku pun sama! aku tidak akan membiarkan kamu mendapatkan mereka apapun caranya."


" Jika kamu tidak ingin kehilangaan mereka berdua, datanglah ke Resepsi pernikahan ku"


" AAAHHKKKK." Teriak Aksel Ia melempar ponselnya. ponsel itu langsung hancur seketika. Panggilannya pun terputus, Devi tidak peduli iya langsung malajukan mobilnya meninggalkan Aksel.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam itu tepatnya di salah satu ballroom hotel mewah yang ada di ibukota, di adakannya Resepsi pernikahan setelah pagi tadi ijab qobul di salah satu mesjid dengan di hadiri Keluarga serta kerabat dari kedua belah pihak saja.


Malam ini Devi begitu terlihat cantik dan anggun, tubuhnya di baluti gaun berwarna putih tulang dengan rendah yang sedikit terbuka di bawahnya, Gaun tanpa lengan dengan Aksen dada Rendah Membuat Semua mata tertuju kepadanya! Ballroom itu sudah di penuhi tamu undangan yang tidak terhitung jumlahnya.


Ucapan selamat terus berdatangan kepada kedua mempelai. Walaupun hari semakin larut, Tepat pukul 10 malam semua Anggota keluarga hadir di acara itu, Lee dan Gibran pun turut hadir.


" De, kita ngucapin selamat aja! habis itu balik ya! Malas ka Lee lama lama disini." Ucap Lee.


Semuanya pun mengangguk tanda setuju, mereka langsung berjalan kepelamina tempat pasang yang tengah berbahagia itu duduk.


Devi memang duduk di pelaminan itu, tetapi bukan sebagai mempelai wanita, melainkan sebagai pendamping mempelai wanita. Nadia ada anak yatim piatu iya tidak mempunyai sanak saudara kecuali anak dan mantan suaminya Sebelum bertemu dengan Erik dan Devi, itu lah mengapa Erik dan Devi duduk di pelaminan saat ini.


" Ra, Keluarga suami kamu." Bisik Erik sambil menunjuk Keluarga Firmasha.


" Biarin."


Dengan rasa bingung dan perasaan bertanya, mereka mulai menyalami kedua orang tua Anwar, Ray dan Nadia! begitu juga dengan Devi dan Erik.


Ingin bertanya tetapi kondisinya tidak tepat, Erik mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan yang telah tersedia.


Disisi lain Aksel yang baru saja datang, memutuskan untuk bergabung dengan keluarganya. Bukan tidak ingin mengucapkan selamat tetapi Aksel butuh waktu untuk menyiapkan hatinya. Baik mama Aisya maupun yang lainnya tidak ada yang memberitahu Aksel.


🎼🎢 Terlalu indah dilupakan


Terlalu sedih dikenangkan


Setelah aku jauh berjalan


Dan kau 'ku tinggalkan

__ADS_1


Betapa hatiku bersedih


Mengenang kasih dan sayangmu


Setulus pesanmu kepadaku


Engkau 'kan menunggu


Andaikan kau datang kembali


Jawaban apa yang 'kan 'ku beri


Adakah cara yang kau temui


Untuk kita kembali lagi?


Betapa hatiku bersedih


Mengenang kasih dan sayangmu


Setulus pesanmu kepadaku


Engkau 'kan menunggu


Andaikan kau datang kembali


Jawaban apa yang 'kan 'ku beri


Adakah cara yang kau temui


Untuk kita kembali lagi?


Suara yang begitu Familiar di telinga Aksel, kata perkata dari lirik lagu yang di bawakan, seakan menggambarkan apa yang di rasakan saat ini.


.


.


.


.


Bersambung.


Yang masih mau komen pedas tentang Devi silahkan 😝😝😝


Readers; Ko Devi belum cerai udah mau nikah sama Rayhan Thor kenapa bisa Devi kan bukan cowo.

__ADS_1


Vi_via : Ya bisalah kalau Aksel yang jadi wali nikahnya. 😝😝😝😝😝


πŸ€ Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka πŸ‘


__ADS_2