Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 15


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Mama Aisya terus memikirkan Devi dan Gadis Kecil yang di perkenalkan sebagai Anaknya Devi, Di tambah Nama belakang Anak itu yang terus terngiang ngiang di kepalanya! semakin membuat mama Aisya merasa bersalah, Bersalah karena menerima begitu saja bahwa menantunya telah tiada, walaupun begitu masih ada perasaan yang mengganjal di hati wanita paruh bayah itu serta berbagai pertanyaan di benaknya.


" Apa benar itu Anaknya." Gumam mama Aisya sambil melihat beberapa helai rambut di tangannya. Iya menyimpan beberapa helai rambut itu di balik 2 lembar tissu dan melipatnya, Iya juga tak Lupa memberi tanda pada Tissue itu, berupa Huruf S dengan menggunakan lipstik.


" Kalau benar dia anaknya Devi dengan Pria lain, kenapa dia harus memakai nama keluarga Firmasha, Tetapi Apa mungkin dia juga Anaknya Aksel! Cucuku?" Mama Aisya terus bermonolog sendiri. Sepanjang perjalanan pulangnya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Sampainya di Rumah mama Aisya langsung bergegas masuk kedalam rumah, iya meminta kepada supirnya untuk menunggu karena iya akan pergi lagi.


" Nanda, Putra." Panggil mama Aisya Kepada kedua cucunya itu.


" Ada apa Nek?" Tanya Nanda, Kedua Anak itu berlari menghampiri mama Aisya.


" Kalian lagi apa ini? sudah makan belum?" Bukannya menjawab wanita paruh baya itu Malah balik bertanya kepada Nanda dan Putra.


" Kita lagi santai ma! di taman belakang, aku juga udah suapi mereka koh!" Jawab Kila yang berada beberapa langkah di belakang kedua keponakannya.


" Syukurlah, cucu cucu Nenek udah makan," Wanita paruh bayah itu mengusap rambut kedua cucunya. Iya sempat Melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan kepada Sevi beberapa saat yang lalu.


" Sekarang kalian kembali ke kamar ya, Terus tidur siang." Pintah mama Aisya kepada kedua cucunya. dan Kedua anak itu pun mengangguk, mereka segera berlari menaiki tangga menuju kamar yang pernah tempati kedua orang tuanya itu.


Kamar itu tidak berubah sedikit pun, masih sama persis seperti yang di tempati Devi waktu itu, hanya saja kamar itu kini di lengkapi dengan CCTV dan hanya Aksel seorang yang bisa melihatnya, Bahkan ada aturan yang melarang Anggota keluarga tertentu untuk masuk ke dalam kamar itu.


Setelah kepergian Kedua Anak itu, Mama Aisya hendak berbalik keluar rumah tetapi tertahan oleh Kila.


" Apa yang mama lakukan?" Ucap Kila. Mama Aisya menatap binggung kepada Kila." Jangan bilang mama meragukan cucu mama sendiri." Sambung Kila lagi, iya mengangkat pergelangan tangan mamanya sambil menunjuk beberapa helai rambut yang ada di jari jari tangan mama Aisya.

__ADS_1


" Kamu masih belum mengerti Nak, Jadi berhenti mencampuri urusan Mama." Ucap mama Aisya. tetapi tidak membuat Kila melepaskan pergelangan tangan mamanya.


" Tapi Mama salah Jika mama meragukan mereka berdua, disini yang harus mama ragukan Anak wanita ja lang itu." Protes Kila iya tidak terima begitu saja jika kedua keponakannya di ragu sebagai bagian dari keluarga ini.


" Selama ini mama tidak pernah meragukan cucu mama bahkan sampai Detik ini, mama melakukan semua ini hanya untuk membuktikan sesuatu yang mengajal di hati mama Nak." Jelas mama Aisya yang langsung mendapat gelengan kepala dari Kila.


" Dengan mama melakukan ini, itu sama saja dengan mama meragukan mereka dan pembuktian apa yang ingin mama lakukan?" Tanya Kila.


" Anak perempuan yang kalian sering bicara kan kamu tahu siapa Namanya nak?" Mama Aisya balik bertanya kepada Kila.


Akila Terdiam sesaat, Iya melepaskan genggaman tangan Mama Aisya." Sevi." Jawabnya Kemudian.


Mama Aisya tersenyum, Iya berjalan Kearah Sofa, Iya mendudukkan bokongnya pada Sofa singel yang ada di ruangan tamu itu, iya meletakan Tas dan mengambil tissue setelah itu, menyimpan Helai rambut kedua cucunya Dengan A pada Helai rambut Nanda dan P Pada Punya Putra.


Kila terus mengikuti langkah Mama Aisya, melihat gerak gerik mamanya itu. " Ma." Panggil Kila.


Mama Aisya menarik nafas dalam dalam, " Amira Aksevina Firmasha, Biasa di Panggil Sevi." ucap Mama Aisya membuat Kila Terkejut, Bukan Hanya Kila Seorang Bahkan Dede yang sejak tadi menguping pembicaraan mertua dan Iparnya itu pun sama terkejutnya dengan Kila.


" Mama Ingat betul Waktu itu Dokter mengatakan kakamu menggadung Anak Kembar tapi 2, Dan kamu Tahu Putra dan Ananda mempunyai wajah yang sangat mirip bukan? Bahkan Sifat dan sikap mereka sama seperti Kakak dan kakak iparmu! Lalu Sevi ini siapa? Kenapa dia memakai Nama keluarga Firmasha, dan mama merasa ada ikatan Antara mama dan dia." Mama Aisya berusaha menerangkan kepada Anak bungsunya itu.


Akila mengangguk iya pun sadar, dia merasakan perasaan yang sama saat pertama kali bertemu dengan Kila di pesawat wai itu tetapi semua itu teralihkan ketika melihat wajah Devi.


" Apa mungkin Ka Devi mempunyai 3 Anak?" Tanya Akila.


" Mungkin, maka dari itu kita harus membuktikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum kita semakin menyesal karena kesalahan yang sama." Ucap mama Aisya sambil merapikan tasnya. " Kamu Jangan mereka dengan baik mama Pergi dulu."


Mama Aisya Pun meninggalkan Akhila Setelah mendapatkan Anggukan dari putrinya itu.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Di tempat Lain Anwar baru saja turun dari mobilnya, setelah menegur Nadia dan Erik agar tak menceritakan perihal Sevi dan Devi kepada orang lain, Anwar langsung bertanya kepada Nadia dan Erik dimana Devi berada, Erik pun memberitahu Jika Devi ada di rumahnya dan memberikan alamatnya kepada Anwar dan disinilah Anwar sekarang.


Anwar memencet bel pintu rumah Erik, tiga kali menekan tombol bel itu, Akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan wajah wanita yang telah kusut karena baru bangun tidur.


" Lama Di luar negeri membuat kamu menjadi wanita yang malas dan semakin merepotkan." Ucap Anwar dengan tatapan tajamnya iya melirik dari atas sampai kebawah begitu pun sebaliknya.


" Masuk Ka, jangan jadi emak emak kompleks di Depan rumah gini, kesannya Aku nggak bisa bayar hutang makanya disamperin." Niat hati ingin bercanda tetapi justru mendapatkan tatapan tajam dari Anwar.


"Katakan, Kanapa kamu kembali tanpa memberitahu aku? Apa Kamu sudah mengingat semuanya? Apa kamu sudah tidak menganggap Aku Ada atau kamu sudah kehilangan sopan santun kamu! Devina Aldira Firmasha." Bukan pertanyaan atau pun tuduhan yang membuat hati Devi nyeri, tetapi kata terakhirlah yang membuat Luka yang telah lama lama sembuh kini terasa sakit lagi walaupun tak berdarah.


.


.


.


.


Bersambung.


🍀 Terima kasih Atas Doa kalian Untuk mendiang ibuku, dan Terima kasih atas pengertian kalian semua.🙏🙏🙏


Insya Allah Hari Senin baru Aku Update lagi, sekali lagi terima kasih.


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2